
Keesokan harinya Kota Nozel benar benar terlihat sangat damai.
Tidak ada lagi kekerasan yang terjadi dan tidak ada lagi pembunuhan yang terjadi di pusat kota.
Melihat betapa kuatnya pejuang yang dimiliki oleh Keluarga Saputra, membuat beberapa boss menjadi ketakutan.
Tapi di sisi lain mereka merasa senang, karena mereka menemukan pemimpin yang mungkin sepadan dengan Tuan Renan.
Jika sebelum mati, Tuan Renan membersihkan orang orang yang berkhianat.
Maka Rizki pun sebagai penguasa baru kemungkinan akan melakukan hal yang sama.
Jadi boss yang tersisa tidak ada yang berani membelot dan mengkhianati kota Nozel sama sekali.
Mereka yang sebelumnya berada di bawah tekanan Keluarga Utara dan Selatan.
Kali ini mereka bisa bernafas lega karena adanya Keluarga Saputra di kota mereka.
Tidak ada ketakutan dalam dirinya, meskipun harus berhadapan dengan orang Selatan atau Utara.
"Tuan Saputra akan segera datang!" Teriak seorang boss dengan keras.
"Aku akan menyerah kepada Tuan Saputra!" Ujar boss lainnya.
Dalam waktu singkat, semua orang di lingkaran ilegal Kota Nozel mulai bergerak.
Banyak dekorasi dan lentera di jalan utama pusat Kota Nozel.
Seolah olah mereka sedang menyambut tamu yang sangat penting !
Para boss menyiapkan segalanya untuk menyambut Rizki dengan sebaik.
Semua yang terjadi ini, membuat banyak perwakilan dari keluarga kuat di Selatan dan Utara sangat terkejut.
Mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan semua ini ?
Padahal sehari sebelumnya lingkaran ilegal Kota Nozel masih bertarung satu sama lain sampai mati.
Tetapi hari ini mereka tampak seperti berteman dan telah melupakan kejadian kemarin.
Mereka bertutur kata sopan, berjabat tangan dengan senang hati dan berjalan bersama dengan harmonis.
Apa yang sebenarnya terjadi di Kota Nozel?
Hanya itu yang saat ini ada di kepala semua perwakilan Keluarga Selatan dan Utara.
Mereka terkejut sekaligus bingung dengan semua yang terjadi secara tiba tiba.
***
Sementara saat ini Rizki sedang menuju ke Restoran Everest bersama dengan Jhon.
__ADS_1
Gerbang utama di kunci dan semua pintu di segel.
Rizki merobek segel itu dan masuk ke dalam, meninggalkan Jhon yang menjaga di depan pintu masuk.
Padahal kematian Tuan Renan baru saja terjadi, tapi entah kenapa tempat ini menjadi sunyi dan sepi.
Ini adalah tempat dimana orang orang bertukar informasi satu sama lain.
Rizki yang melihat itu hanya menghela nafas panjang seolah olah ini beban yang berat.
Restoran ini tampak tidak lagi terawat seperti sebelumnya, banyak tanaman yang telah layu.
Rizki terus berjalan hingga mencapai bagian belakang, tempat pertama dia bertemu dengan Tuan Renan.
Dia melihat sosok yang masih membersihkan sebuah kuburan dengan hati hati.
"Tuan Muda Saputra!" Ujar Pelayan Fidz yang terkejut dengan kedatangan Rizki.
Dia segera berdiri dan berjalan menuju kearah Rizki.
Rambutnya terlihat berantakan tapi dia tidak memperdulikan hal itu.
Dia tidak lagi terlihat rapi dan pintar seperti dahulu.
Dia dengan sedikit bersedih menatap Rizki yang berdiri di depannya.
"Tuan Renan telah meninggal, jadi saya tidak lagi mempunyai tempat dimana pun!" Ujar Pelayan Fidz dengan sedih.
"Banyak orang dari Selatan yang mencari mayatnya, tapi mereka pergi karena tidak menemukan mayatnya!" Ujar Pelayan Fidz kepada Rizki.
Rizki tahu jika Pelayan Fidz adalah orang yang telah lama bekerja untuk Tuan Renan.
Jadi dia pasti bersedih atas kematian Tuan Renan dan Master Rey.
"Aku tidak tahu dimana kuburan mereka berdua!" Ujar Pelayan Fidz yang mulai menangis.
Dia sangat marah sekaligus menyesal karena tidak bisa menolong Tuannya.
"Jangan khawatir!" Ujar Rizki dengan pelan.
Pelayan Fidz yang mendengar dua kata ini, langsung mendongak melihat Rizki dan berbinar matanya.
"Terima kasih! Terima kasih banyak!" Ujar Pelayan Fidz dengan hormat.
Rizki telah menjamin tidak ada yang tertinggal dari tubuh Master Rey dan Tuan Renan.
"Tuan Renan mengatakan kepadaku, jika Restoran ini selain menjadi tempat makan, pasti menjadi tempat bertukarnya informasi!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Apa bisa tempat ini tetap beroperasi?!" Tanya Rizki dengan pelan.
Pelayan Fidz adalah orang yang bertanggung jawab atas semua ini, jadi dia tahu yang terbaik.
__ADS_1
"Tuan muda Saputra, membutuhkan tempat ini?!" Tanya Pelayan Fidz kepada Rizki.
Jika memang Rizki membutuhkan tempat ini, Pelayan Fidz berniat untuk memberikan dengan sukarela.
Tuan Renan lah yang membuat tempat ini sendiri tanpa melibatkan Keluarga Forst.
Tapi karena Tuan Renan dan Master Rey sudah mati, jadi Pelayan Fidz pun tidak ingin melanjutkannya.
Dia sudah sepenuhnya siap untuk mencari tempat baru untuk menghabiskan sisa umurnya yang mungkin sebentar lagi.
"Aku membutuhkan tempat ini!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Bagi saya, memiliki tempat untuk mencari informasi dengan mudah sangat lah penting!" Lanjut Rizki dengan mendekati Pelayan Fidz.
"Tuan Fidz sangat mengenal tempat ini, di tambah dengan banyaknya orang yang telah tersebar sebagai informan mu!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Apakah kau bisa menjalankan kembali Restoran ini?!" Tanya Rizki dengan berdiri di depan Pelayan Fidz.
"Tenang saja, aku tidak akan pernah ikut campur. Semua berada di dalam kendali mu penuh!" Ujar Rizki menepuk pundak Pelayan Fidz.
"Saya hanya berharap Restoran ini tetap eksis dan jika saya butuh informasi maka aku bisa mendapatkannya!" Ujar Rizki kepada Pelayan Fidz.
Bibir Pelayan Fidz terlihat bergetar, dia memang merasa sulit meninggalkan tempat ini.
Disisi lain ada banyak Keluarga besar di Selatan yang mencoba merayunya untuk bisa bekerja di bawah kendali mereka.
Jika dia menolaknya maka dia akan mati dengan sia sia begitu saja.
Tapi sekarang Rizki berkata, jika dia membutuhkannya?
"Aku.. aku hanya orang tua yang tidak berguna, jadi mengapa Tuan Muda Saputra membutuhkan ku?!" Tanya Pelayan Fidz dengan senyum pahit.
"Bukan kah orang tua selalu memiliki peninggalan menarik di dalam sebuah Keluarga!" Ujar Rizki dengan tertawa.
Pelayan Fidz menatap Rizki dengan lekat selama sepuluh detik.
"Baiklah!" Ujar Pelayan Fidz dengan mengangguk sebagai jawabannya.
"Sebenarnya aku tidak tega untuk meninggalkan tempat ini!" Ujar Pelayan Fidz kepada Rizki.
"Aku tahu, tapi Restoran ini sangat besar dan kamu akan kesulitan jika mengurus semuanya sendirian!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Pergi dan bawa kembali semua orang yang pernah kerja disini, jika kamu butuh sesuatu segera beri tahu aku!" Ujar Rizki dengan pelan.
Rizki pun berbalik dan pergi meninggalkan Pelayan Fidz di dalam.
Pelayan Fidz pun segera memberi hormat saat Rizki pergi.
Di depan pintu, Jhon sudah menunggu Rizki dengan sabar.
"Teman, kemana kita sekarang!" Ujar Jhon kepada Rizki.
__ADS_1
"Kita harus menuju pusat Kota Nozel!" Ujar Rizki kepada Jhon.
Mereka pun segera menaiki mobil dan pergi menuju pusat Kota Nozel.