
"CEPAT LAKUKAN!!" teriak Vista dengan keras.
Tiba tiba terdengar suara yang sangat nyaring saat lutut Alex mendapat tendangan dari Roger.
"Krraaakkk!" suara patahan itu terdengar jelas di telinga semua anggota keluarga Flick.
"Aarrrggghhhh!!!" teriakan Alex menggema diseluruh Aula ruangan ini.
Teriakan yang sangat keras membuat hati setiap anggota keluarga Flick bergetar hebat.
Ketakutan akan kesalahan dan masalah yang mereka akan hadapi kedepannya.
Membuat setiap orang berkeringat dingin.
"Apa kalian tahu, apa yang membuat aku begitu sangat marah?!" tanya Vista dengan keras.
Sebagian orang hanya dapat menggelengkan kepala dan sebagian lagi hanya terdiam.
"karena mereka sudah berani menantang Keluarga Saputra!" teriak Vista dengan keras.
Edward yang mendengar itu seketika langsung menoleh kearah Vista.
"Kapan aku menyinggung keluarga Saputra?!" tanya Edward yang tidak terima dengan pernyataan Vista.
Sedangkan Hanser yang mendengar itu menjadi tertawa dengan keras.
Semua orang yang melihat bahwa pertanyaan Edward dibalas dengan tertawaan tuan Hanser.
Menjadi sedikit merasa simpati kepada Edward.
Setiap orang memikirkan pertanyaan yang sama.
"Apa semua orang akan dituduh dan di bungkam oleh tuan Hanser dengan dalih pengkhianatan?!"
Vista yang mendengar itu juga tertawa bersama Hanser.
"aku tahu apa yang kalian pikirkan!" ujar Hanser kepada mereka semua.
"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa orang itu bukanlah orang yang mampu keluarga kita singgung?!" tanya Hanser kepada Edward.
__ADS_1
Edward yang mendengar perkataan itu pun mengingat kembali kejadian saat dirinya masuk ke aula ini.
Menganggu pertemuan Hanser dan seorang pria bersama bodyguardnya.
"apa dia adalah tuan Saputra?!" tanya Edward dengan bergetar hebat.
"apa kau baru menyadarinya?!" tanya Hanser dengan santai.
Semua orang bernafas lega saat kenyataan bahwa Edward memang menyinggung seseorang dari keluarga Saputra.
Sekaligus mengakui bahwa Edward memang memiliki rencana berkhianat kepada tuan Hanser.
"tuan, apa boleh kami tahu apa yang akan terjadi dengan keluarga kita jika kemarin tuan Saputra marah?!" tanya Hendry dengan gugup.
"apa kalian lupa cerita ku tadi, dua puluh orang saja hanya dua orang yang menghadapi!" teriak Hanser dengan keras.
"seluruh anak buah ku pun jika dibandingkan dengan tangan kanan tuan Saputra bukan lah apa apa!" ujar Vista yang mengejutkan semua anggota keluarga.
Bagaimana bisa ada orang yang begitu kuat.
"bagaimana dengan saudara Roger dan Steve?!" tanya Gladis kepada Vista.
"Keponakan ku, apa kau akan percaya jika aku mengatakan bahwa mereka dapat dibunuh dalam waktu lima menit!" ujar Vista dengan santai.
Maka pantas saja jika semua mayat disini bukanlah tandingan mereka berdua.
Bahkan ada lima mayat yang diantaranya adalah petarung kuat milik Vista.
"bukankah sangat menakutkan!" ujar Hanser kepada semua anggota keluarga.
"dan kau malah menyinggung monster itu!" ujar Hanser yang menunjuk Edgar.
Edgar yang melihat itu pun seketika menjadi bingung.
"aku tidak pernah berurusan dengannya ayah!" ujar Edgar yang ketakutan.
"apa kau tahu, tuan Bagas awalnya datang kemari karena mencarimu!" ujar Hanser kepada Edgar.
"apa maksudnya kak?!" tanya Vista kepada Hanser.
__ADS_1
"kau tanyalah keponakan mu yang seenaknya memukuli orang lain!" ujar Hanser kepada Vista.
Vista yang mendengar itu langsung berlari kearah Edgar.
"PLAK!!" suara tamparan yang sangat keras.
Menyebabkan Edgar langsung terjatuh karena tamparan dari Vista.
"apa yang sudah kau lakukan dasar bodoh?!!" tanya Vista dengan keras.
Seluruh anggota keluarga pun menjadi sangat cemas.
Sedangkan Edgar merasakan ketakutan di dalam hatinya.
Edgar menerka siapa yang telah dia singgung, karena dirinya merasa hanya memukuli seorang anak culun di universitasnya.
"apa dia adalah salah satu keluarga Saputra?!" gumam Edgar pelan.
"Paman ampuni aku, ayah tolong ampuni aku!" ujar Edgar memohon.
"siapa yang telah kau pukuli bersama dua pengawal itu?!" tanya Hanser kepada Edgar.
"kami hanya memukul seorang teman ku di Universitas!" jawab Edgar dengan ragu.
"apa kau yakin tidak ada orang lain?!" tanya Vista dengan marah.
"benar paman, tanya saja kepada mereka!" ujar Edgar yang menunjuk dua pengawalnya.
"Apa benar?!" tanya Vista kepada kedua pengawal itu.
"itu benar tuan, kami hanya melindungi tuan muda Edgar!" ujar salah seorang pengawal itu.
"aku tidak mau tahu, besok kau harus meminta maaf kepadanya!" ujar Hanser kepada Edgar.
"kenapa aku harus minta maaf kepada anak culun itu?!" tanya Edgar yang enggan melaksanakan perintah orang tuanya.
Hanser dan Vista yang mendengar itu menjadi sangat marah.
"apa kau ingin keluarga kita hancur?!" tanya Hanser kepada Edgar.
__ADS_1
"dengar Edgar, masa depan keluarga Flick ada di tangan mu!" ujar Vista kepada Edgar.
"jika kau tidak pergi meminta maaf kepada teman mu itu, maka keluarga kita semua nya akan musnah!" ujar Vista dengan nada mengancam.