
Rizki pun keluar dari restoran Everest dengan berjalan perlahan.
Saat Rizki keluar, banyak orang yang melihat kejadian itu dengan sangat aneh.
Bagaimana tidak, Rizki bukanlah orang yang terkenal layaknya tuan Renan dari Nozel atau tuan Ardiansyah dari Grozz.
Namun saat ini ada seorang pemuda yang keluar dari restoran Everest dengan sangat santai.
Dihadapan semua boss lingkaran ilegal di kota Nozel.
"apa yang anak muda itu lakukan disini?!" tanya seorang boss yang terlihat tidak senang.
"kalian habisi dia sekarang!" perintah salah seorang boss yang mempunyai tato di lehernya.
Namun belum sempat sampai ke arah Rizki, lalu tiba tiba pelayan Fidz keluar.
"tunggu sebentar tuan muda!" ujar pelayan Fidz yang mengejutkan semua orang.
Rizki yang mendengar itu pun sedikit menoleh dan melihat kearah pelaya Fidz.
"ada apa tuan Fidz?!" tanya Rizki dengan ramah.
"tuan Renan ingin menyampaikan sesuatu kepada anda!" ujar pelayan Fidz dengan tersenyum.
"kenapa dia tidak menyampaikan nya tadi? Saat kita minum teh di halaman?!" tanya Rizki yang membuat semua boss lingkaran ilegal kota Nozel terdiam.
"tadi tuan Renan melupakan nya, jadi aku yang di minta untuk menyampaikan nya kepada tuan muda!" jawab Fidz dengan tersenyum.
"apa yang ingin tuan Renan sampaikan?!" tanya Rizki dengan ramah.
"Hati hati dan jaga diri dari se ekor naga yang lapar!" ujar tuan Fidz dengan ramah kepada Rizki.
Rizki yang mendengar itu pun sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sedangkan banyak boss lingkaran ilegal kota Nozel yang bingung dengan perkataan pelayan Fidz.
__ADS_1
Berbeda dengan Rizki yang paham dengan maksud tuan Renan yang meminta pelayan Fidz mengatakan itu.
"tidak salah jika dia di beri julukan rubah tua yan licik!" ujar Rizki dalam hatinya.
"tolong sampaikan terimakasih ku untuk tuan Renan dan teman di belakangnya!" ujar Rizki yang membuat semua boss kembali terdiam.
"anak muda ini bertemu dengan Master Rey dan pulang dengan keadaan baik baik saja?!" tanya seorang boss yang bingung.
"apa kalian dengar? Tuan Renan dan pemuda itu habis minum teh bersama?!" tanya seorang boss yang lain.
"siapa pemuda itu? Apa dia salah satu anggota keluarga kuat dari selatan?!" tanya boss lainnya.
Rizki yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan pergi dari restoran Everest dengan santai.
Saat di luar restoran, ternyata sudah ada seorang laki laki yang mengintai Rizki dari jauh.
"bos pemuda itu sudah keluar dari restoran Everest!" ujar seorang pria kepada bossnya.
"kita ikuti dia! Jangan ada yang membuat kesalahan!" ujar Hayden dengan tenang.
"baik boss!" ujar dua orang bawahannya.
"sepertinya aku sudah terlalu jauh terlibat dalam permasalahan kota ini!" gumam Rizki di dalam hatinya.
"sebaiknya aku segera menghindari itu!" ujar Rizki yang segera berlari.
Hayden dan dua anak buahnya yang melihat Rizki berlari pun menjadi sangat panik.
"kejar dia!!" teriak Hayden dengan cepat.
Mereka pun berlari mengejar Rizki yang semakin meninggalkan mereka jauh.
Setelah beberapa saat Hayden dan dua anak buahnya pun sudah tertinggal dari Rizki.
"SIALAN!!" teriak Hayden marah.
__ADS_1
"bagaimana dia bisa mengetahui jika ada yang mengikutinya?!" tanya Hayden kepada bawahannya.
"kami juga tidak tahu boss!" jawab salah satu bawahannya.
"tidak ku sangka, di sini ada pemuda yang sangat menakutkan!" ujar Hayden yang langsung pergi menjauh.
"segera laporkan kepada tuan Braga, jika pemuda itu baru saja bertemu dengan si rubah tua!" ujar Hayden kepada bawahannya.
"baik boss!!" ujar bawahannya yang langsung melaporkan kepada Luis Braga.
Hayden yang melihat bawahannya sedang melaporkan kepada Luis Braga pun hanya tersenyum.
"sepertinya tuan Luis Braga akan mendapatkan lawan yang menarik!" gumam Hayden yang tertawa dengan keras.
Sedangkan Rizki saat ini sudah berada di sebuah rumah keluarga Saputra untuk bertemu dengan pamannya yaitu Bagas.
"apa paman Bagas ada di dalam?!" tanya Rizki kepada salah seorang penjaga.
"tuan Bagas sedang bersama dokter, yang memeriksa saudars Bryan!" ujar penjaga itu dengan sopan.
"baiklah aku akan menunggu disini!" ujar Rizki dengan tenang.
Rizki masih memikirkan semua perlakuan dan sikap dari tuan Renan dan Master Rey.
Dia merasa bahwa ada rencana dibalik undangan minum tehnya hari ini.
Lagi pula Rizki pun tadi di ikuti oleh tiga orang yang asal usulnya tidak jelas.
Tidak lama kemudian Bagas pun keluar bersama dokter yang sedang memeriksa Bryan.
Bagas yang melihat Rizki pun segera menuju kearah Rizki.
"apa yang sedang kau pikirkan?!" tanya Bagas secara langsung.
"entahlah aku hanya merasa aneh dengan sikap tuan Renan!" ujar Rizki dengan cepat.
__ADS_1
Bagas yang mendengar itu pun sedikit emosi.
"Si rubah tua itu sudah berani secara terang terangan menantangku!!" gumam Bagas dengan marah.