Penguasa Culun

Penguasa Culun
Tragedi Kota Grozz


__ADS_3

"Chris, kau harus berterima kasih kepada Bagas!" Ujar tuan Renan kepada Chris.


"Terima kasih, tuan Saputra!" Ujar Chris dengan gugup.


Chris segera mengambil cangkir anggurnya dan mengangkatnya.


"Ini untuk mu tuan Saputra!" Ujar Chris yang langsung meminum anggur itu dan matanya memerah.


Mereka semua sudah kenyang dengan makanan yang di sajikan.


Mereka juga sudah cukup minum malam ini, terlebih kue itu sudah di bagikan kepada semua orang.


Jadi semua boss merasa puas sekarang, kecuali Chris, dia masih sedikit cemas.


Tuan Renan mengatakan jika dirinya lelah.


Jadi semua boss mengerti apa yang dia maksud.


Mereka semua saling berjabat tangan kemudian pergi dengan cepat satu per satu.


"Bagas dan Rizki, ada teh di halaman belakang untuk kalian, minumlah sebelum pergi!" Ujar tuan Renan tenang.


Dia kemudian menoleh kearah Dina !


"Dina kau adalah calon nyonya dari keluarga Saputra!" Ujar tuan Renan dengan tersenyum.


"Mungkin saat pernikahan kalian, aku tidak akan bisa datang!" Ujar tuan Renan mengejek Dina yang wajahnya memerah.


"Jadi aku punya hadiah untuk kalian sekarang, Fidz bawa Dina untuk mengambilnya!" Perintah tuan Renan.


"Tuan Renan, aku..!" Ujar Dina yang gugup.


Dina terkejut, tuan Renan memberikan nya sesuatu?


Hari ini adalah hari ulang tahunnya, tapi Dina bahkan tidak membawa hadiah untuk tuan Renan.


Jadi bagaimana dia bisa mengambil hadiah itu?


Lagi pula siapa yang akan menikah?


Bukan kah selama ini dia dan Rizki hanya berteman, meskipun Dina sangat menyukai Rizki.


Namun Rizki hanya bersikap dingin seolah olah tidak tahu.


Jadi bagaimana bisa tuan Renan mengatakan jika dia adalah calon nyonya keluarga Saputra?

__ADS_1


Itu adalah hal konyol yang membuat kepala Dina pusing.


"Tidak apa apa, kau bisa mengambilnya untuk hadiah pernikahan kita!" Ujar Rizki yang membuat Dina membeku.


"Apa? Rizki mengatakan pernikahan kita?!" Gumam Dina di dalam hatinya.


"Apa aku tidak salah dengar?!" Tanya Dina dengan bingung.


Namun Rizki hanya tersenyum saja.


"Kalau begitu, terima kasih tuan Renan!" Ujar Dina dengan gestur hormat.


"Nyonya Saputra, silahkan lewat sini!" Ujar pelayan Fidz dengan tersenyum.


Sementara Bagas dan Rizki berjalan kearah halaman belakang bersama tuan Renan.


Semua alat untuk membuat teh sudah siap !


Saat mereka tiba, Master Rey menuangkan air panas.


"Kau begitu sangat yakin di sekitar sini?!" Tuan Renan meletakan tangan di belakang punggungnya dengan tertawa.


"Bukan kah itu wanita yang sangat berharga bagi mu?!" Tanya tuan Renan kepada Rizki.


Tuan Renan tidak merasakan aneh jika Rizki berani membiarkan Dina untuk berkeliling di restoran Everest ini.


"Dia gadis yang baik hati dan juga lugu, bahkan jika dia tidak ada hubungan denganku!" Ujar Rizki pelan.


"Apa kah kau tega untuk menyakiti nya?!" Tanya Rizki dengan dingin.


"Dua puluh tahun lalu mungkin bisa, tapi aku tidak yakin sekarang kamu tega melakukan hal itu!" Lanjut Rizki dengan tersenyum.


Dia tidak mengatakan bahwa, dia tahu jika tuan Renan ingin Rizki membantunya.


Jadi tidak mungkin dia akan menyakiti Dina.


Tuan Renan yang mendengar itu menjadi tertawa dengan keras.


Dia sudah duduk bersama Rizki dan Bagas.


Sedangkan Master Rey tetap berdiri di belakang, menjadi pengawal tuan Renan.


"Dia gadis yang baik, jadi kau harus menjaganya dengan baik!" Ujar tuan Renan dengan tertawa.


"Apa semua orang tua memberikan wejangan seperti ini?!" Tanya Rizki yang menyenggol pamannya.

__ADS_1


"Aku tidak ikut ikutan disini!" Ujar Bagas kepada Rizki.


Jawaban itu membuat tiga orang itu tertawa bersama sama.


Tuan Renan segera melakukan pembuatan teh dengan sangat tenang.


Dia menyiapkan daun teh dan tidak terburu atau pun meninggalkan satu langkah pun dalam pembuatan teh nya.


Baginya, membuat teh membutuhkan konsentrasi dan harus di buat dengan seolah olah menghormati teh.


Bagas duduk di depannya dan diam diam waspada.


"Sekarang Jill Vice sudah mati dan lingkaran ilegal Bougenville akan berantakan!" Ujar tuan Renan dengan tenang.


"Lalu keluarga yang mendukungnya akan bergerak!" Ujar tuan Renan kepada Bagas.


"Saat ini mata mereka tidak hanya tertuju pada ku tapi juga kepada keluarga kalian!" Lanjut tuan Renan dengan pelan.


Aroma teh sudah memenuhi ruangan ini, bahkan itu tercium sangat harum.


"Tidak akan lama bagi keluarga Selatan untuk mendapatkan identitas kalian!" Ujar tuan Renan tenang.


"Lalu ketika itu terjadi, maka kalian semua akan menjadi target mereka!" Lanjut tuan Renan yang memperingatkan.


"Apakah anda memberi kami peringatan?!" Tanya Bagas dengan tersenyum.


Bagas tidak terlihat takut dan khawatir sama sekali.


Lagi pula sudah saat nya keluarga Saputra bangkit.


Dan ini adalah waktu yang tepat !


Orang orang kuat di Selatan itu bisa bermimpi untuk menargetkan keluarga Saputra.


Selama Bagas masih hidup, maka mereka bisa bermimpi untuk menghancurkan keluarga Saputra.


Hanya ada satu keluarga yang di khawatirkan oleh Bagas di selatan.


Dia hanya berharap bahwa keluarga itu tidak akan pernah menargetkan keluarga Saputra.


"Tuan Renan, aku ingin meminta bayaran atas bantuan kami kemarin!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Aku mengerti, apa yang kau inginkan?!" Tanya tuan Renan dengan tersenyum.


"Ini tentang tragedi yang terjadi di kota Grozz saat itu!" Tanya Rizki dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2