
Raungan Miguel karena rasa sakit bergema di seluruh gudang malam itu.
Teriakan demi teriakan benar benar terdengar sangat menyakitkan.
Miguel tidak pernah membayangkan jika dia akan binasa di kota kecil seperti Nozel.
Dia juga tidak pernah membayangkan jika dia akan berakhir dengan cara yang menakutkan seperti sekarang ini.
Miguel adalah kebanggan Alberto Carlos di Selatan, bahkan dia sangat di kagumi dan di takuti disana.
Namun siapa yang sangka jika dia akan di kalahkan dan di permalukan dengan sangat buruk disini.
Dia bahkan tidak mendaratkan satu pun serangan kepada mereka bertiga.
Namun dia sudah di kepung dan anggota tubuhnya di patahkan.
Ferdian, Beny dan Rodry menghabiskan malam itu untuk terus mengintrogasi dan memukuli Miguel.
Mereka terlalu bersemangat untuk sekedar beristirahat.
Miguel benar benar menjadi bulan bulanan Ferdian, Beny dan Rodry.
Mereka memang marah, namun mereka harus berhasil menggali informasi karena besok pagi Rizki pasti akan bertanya kepada mereka.
Rizki pasti sudah tahu kedatangan pria ini dan sengaja menaruhnya disini untuk menguji kemampuan mereka.
Lagi pula siapa pun yang berani datang untuk berniat membunuh seseorang di tempat latihan mereka?
Maka sama saja mereka mencari masalah untuk diri mereka sendiri.
"Lepaskan.. lepaskan aku!!" Teriak Miguel dengan keras.
Wajah dan seluruh tubuh Miguel sudah berlumuran darah !
Dia hanya bisa berteriak dan menangis karena rasa sakit yang di deritanya.
Setelah beberapa pukulan yang kembali mendarat di tubuh Miguel.
Kali ini suara Miguel sudah terdengar lebih lembut dari sebelumnya.
Meskipun dia masih belum mau memberitahu siapa yang menyuruhnya dan dari mana dia?
Karena tidak mungkin bagi Miguel untuk mengakui jika dia berasal dari Selatan dan yang menyuruhnya adalah Keluarga Forst.
Matahari sudah terlihat hendak terbit di pabrik itu dan mereka bertiga belum mendapatkan informasi apapun dari Miguel.
Ferdian mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.
Dia menghirup rokok itu dalam dalam !
Matahari telah terbit, jadi sebentar lagi Rizki akan datang berkunjung ke pabrik.
Jika mereka tidak bisa membuat Miguel berbicara tentang siapa dia sebelum Rizki tiba.
Maka itu akan membuat mereka terlihat buruk di mata Rizki, karena tidak bisa menyelesaikan masalah sederhana ini.
"Beny, Rodry, saya pikir kita tidak bisa terus begini!" Ujar Ferdian dengan menghisap rokoknya.
"Teman kita, sudah mengajari kita bagaimana untuk menunjukan rasa hormat kita!" Ujar Ferdian dengan tenang.
__ADS_1
Beny dan Rodry pun mengangguk tanda setuju.
"Tapi teman kita belum datang!" Ujar Beny dengan tersenyum.
Ferdian segera menghisap rokoknya dan abunya berwarna merah menyala.
Beny dan Rodry segera mengangkat Miguel keatas meja dan menekan kepala Miguel !
"Apa yang kalian lakukan?!" Tanya Miguel dengan khawatir.
"Apa yang kalian coba inginkan?!" Ujar Miguel yang ketakutan.
Ferdian berjalan mendekati Miguel dengan rokok yang menyala.
Dia langsung mendekatkan puntung rokok itu kearah mata Miguel !
Jaraknya hanya beberapa inchi dari mata Miguel dan dia bisa merasakan panas yang berasal dari puntung rokok itu.
Miguel mulai panik dan meronta !
"BERHENTI!!" Teriak Miguel dengan panik.
Apakah semua pria ini benar benar gila?
"Jika aku tidak bisa mendapat jawaban dari perlakuan baik yang kami lakukan semalam!" Ujar Ferdian dengan pelan.
"Maka aku akan menggunakan cara lama. Jangan takut, suara mendesis sangat enak untuk di dengar!" Ujar Ferdian dengan tersenyum.
Puntung rokok itu semakin mendekat ke mata Miguel !
Sensasi terbakar itu membuat Miguel merasa jika jantungnya akan segera keluar !
Mereka semua pasti sangat gila !
"BERHENTI!! HENTIKAN!!" Teriak Miguel dengan keras.
Tetapi Ferdian tidak berhenti dan terus mendekatkan puntung rokok itu kearah mata Miguel.
"Kau tahu, tangan ku tidak di kendalikan oleh suaramu!" Ujar Ferdian dengan tenang.
Dia membuang abu di puntung, agar tembakau itu tetap menyala di dalam rokok.
Miguel benar benar panik !
Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, terlebih kondisi nya benar benar sangat memprihatinkan.
Rokok itu belum menyentuh matanya tapi dia sudah dapat mendengar suara mendesis di kepalanya.
Itu benar benar menakutkan !
Dia mencoba bergerak dan berontak, tetapi Beny dan Rodry menahannya dengan sangat kuat.
Dia hanya bisa menyaksikan saat puntung rokok yang menyala dengan warna merahnya semakin mendekat.
"Aku.. aku akan bicara!" Ujar Miguel dengan terpaksa.
"Apa kalian mendengarnya?!" Tanya Ferdian dengan pelan.
"Kami tidak mendengar nya!" Sahut Beny dan Rodry berbarengan.
__ADS_1
"AKU AKAN BICARA.. AKU MOHON JAUHKAN ROKOK ITU!" Teriak Miguel dengan keras.
Miguel akhirnya menyerah !
Dia mempunyai tekad yang besar karena dasar pelatihan yang di berikan oleh Alberto Carlos selama bertahun tahun.
Tetapi dia belum pernah mengalami hal ini, jadi bagaimana dia bisa menanggungnya ?
Tangan Ferdian pun akhirnya berhenti, puntung rokok itu berjarak kurang dari satu inchi lagi dari mata Miguel.
Ferdian pun menarik puntung rokok itu dan menggaruk kepalanya.
"Kenapa kau harus bicara?!" Ujar Ferdian dengan pelan.
"Itu benar, kau harusnya menahannya!" Sambung Rodry dengan kecewa.
"Padahal tinggal sedikit lagi!" Ujar Beny dengan pelan.
Miguel yang mendengar itu benar benar merasa gila !
"Aku akan bicara! Aku akan mengatakan semuanya!" Ujar Miguel dengan panik.
Keringatnya mengalir deras di seluruh wajahnya.
"Nama ku adalah Miguel Carlos! Guruku adalah Alberto Carlos dari selatan!" Ujar Miguel dengan sedikit tenang.
"Kalian tidak bisa membunuhku, jika kalian berani membunuhku maka guruku akan memusnahkan kalian semua!" Ancam Miguel kepada Ferdian, Beny dan Rodry.
"PLAKK..!!" Sebuah tamparan mendarat di pipi Miguel dengan keras !
"Aku menyuruhmu untuk menjawab pertanyaan kami, bukan mengancam kami!" Ujar Ferdian dengan menekan kepala Miguel.
"Kau dengarkan ini baik baik!" Ujar Ferdian dengan menjambak rambut Miguel.
"Kami tidak takut mati, jadi jangan pernah mengancamku atau aku akan memukuli mu lagi, mengerti?!" Ujar Ferdian dengan keras.
Miguel tidak pernah berpikir bahwa dia akan menjadi bulan bulanan di kota kecil seperti Nozel.
Bahkan nama Tuannya Alberto Carlos saja, tidak dianggap sama sekali oleh mereka.
Dia sekarang di tekan di tanah dan di permalukan dengan sangat buruk.
Miguel sangat marah !
Miguel sangat membenci Ferdian, Beny, Rodry dan Keluarga Saputra !
Jika dia selamat, dia sangat ingin kembali dan membalaskan dendamnya kepada Ferdian, Beny dan Rodry.
Namun sekarang dia tidak memiliki kesempatan untuk melakukan itu.
Dia juga tidak tahu apakah akan keluar dari tempat ini secara hidup hidup atau tidak.
Dia sangat ketakutan dan panik secara bersamaan.
Mereka bertiga benar benar seperti orang gila !
Pelatihan macam apa yang mereka jalani hingga mencapai di fase ini?
Hanya itu yang saat ini ada di benak Miguel.
__ADS_1