
"Ayah ku pun selalu berpesan kepada ku!" ujar Hanser dengan pelan.
"menjadi kepala keluarga Flick tidak lah mudah!" ujar Hanser yang berjalan kedepan.
"jika seseorang telah ditunjuk untuk menjadi penerus berikutnya!" ucap Hanser menunjuk Theo.
"maka akan ada tiga hal yang terjadi saat itu juga!" ujar Hanser menepuk bahu Edgar.
"pertama ada beberapa orang yang tetap setia mendukungmu!" ujar Hanser dengan tegas.
"kedua beberapa orang lain akan memanfaatkan keadaan kedekatan mereka dengan mu!" ucap Hanser menunjuk Farah.
"yang terakhir beberapa orang akan mencoba berkhianat dan bahkan akan berusaha MEMBUNUHMU!" ujar Hanser yang mengejutkan semua orang.
Entah kenapa mereka merasa Hanser menjadi seseorang yang sangat berbeda hari ini.
Dia menjadi sosok yang sangat tegas dan sulit diprediksi hari ini.
Sedangkan untuk Farah dan Theo ucapan Hanser membuat mereka sangat ketakutan.
Bagaimana pun kedua keluarga mereka telah sepakat untuk bekerja sama dengan Edward.
Yang hingga saat ini bahkan tidak bisa di hubungi sama sekali.
Ketakutan mereka sangat mendasar, karena saat ini mereka berada di ruangan yang dimana banyak darah dan mayat berserakan.
Seolah olah ini pertanda bahwa Hanser telah mengetahui adanya pengkhianatan yang terjadi di dalam keluarga Flick.
Tapi mereka belum melihat keberadaan Edward sama sekali.
Alasan itulah yang membuat mereka tetap tenang.
Mereka menganggap bahwa Edward sedang diluar dan tidak ingin datang ke acara keluarga Flick.
"hanya ketua Edward yang berani malakukan itu!" ucap Theo kepada Farah dengan pelan.
__ADS_1
"benar sekali, hanya ketua Edward yang berani melawan tuan Hanser dengan terang terangan!" ujar Farah kepada Theo dengan berbisik.
Hanser pun tersenyum kepada semua orang yang hadir.
"semuanya sebelum aku mengadakan acara ini!" ujar Hanser dengan tenang.
"seseorang teman datang kemari dan mengingatkan ku tentang keluarga ku!" ujar Hanser kepada semua orang.
"lalu tiba tiba salah satu anggota keluarga Flick datang dan mengacaukan pertemuan ku dengan teman ku itu!" ujar Hanser menjelaskan kepada semua orang.
"saat itu aku sudah menjelaskan bahwa keluarga Flick sekalipun takan sanggup menghadapi kemarahan temanku itu!" ujar Hanser dengan tenang.
"namun anggota keluarga Flick itu tidak perduli dan dengan terang terangan mengatakan bahwa dia mengkhianati ku!" ujar Hanser yang mulai emosi.
"Tuan Flick, lalu bagaimana keadaannya bisa seperti ini?!" tanya salah satu anggota keluarga kepada Hanser.
"saat itu anggota keluarga itu membawa tiga orang master beladiri!" jawab Hanser kepada orang itu.
"lalu ada lebih dari dua puluh orang pengawal yang membelot membela pengkhianat itu!" ujar Hanser yang marah.
Semua anggota keluarga yang hadir pun mulai mengatakan banyak hal.
"apa yang kalian pikirkan?!" tanya Hanser dengan tersenyum.
"pasti teman anda membawa lima puluh orang lebih tuan!" jawab salah seorang anggota keluarga Flick.
"mana mungkin, pasti seratus orang tuan!" jawab anggota keluarga lain.
"Theo bagaimana menurutmu?!" tanya Hanser kepada Theo.
"mereka pasti ada dua ratus orang lebih tuan!" jawab Theo dengan gugup.
"kenapa kau berpikir seperti itu?!" tanya Hanser dengan tersenyum.
"karena tuan bilang, bahkan seluruh anggota keluarga Flick pun tidak bisa mengalahkannya!" jawab Theo dengan gugup.
__ADS_1
Hanser yang mendengar itu pun hanya tersenyum.
"semua tebakan kalian salah!" ujar Hanser yang mengejutkan semua orang.
"berarti teman ayah membawa lebih dari lima ratus orang?!" tanya Gladis yang sejak tadi mendengarkan.
"itu juga salah!" ujar Hanser dengan lembut.
Semua orang yang mendengar itu pun bertanya tanya berapa jumlah orang yang dilawan saat itu.
"HANYA DUA ORANG!!!" teriak Hanser yang membuat semua orang terkejut.
"tidak mungkin!!" teriak Theo dengan keras.
"kenapa tidak mungkin?!" tanya Edgar yang sedari tadi diam dan mendengarkan.
"apa maksudmu?!" tanya Farah yang bingung.
"ayahku menjelaskan bahwa kekuatan temannya itu tidak terletak karena banyak nya orang!" jawab Edgar dengan sombong.
"tapi karena kualitas yang mereka miliki!" tambah Edgar dengan tenang.
"apa aku benar ayah?!" tanya Edgar kepada ayahnya.
"Kau benar Edgar!" ujar Hanser yang bangga kepada anaknya.
"lalu apa semua mayat ini adalah pengkhianat keluarga Flick?!" tanya Edgar kepada ayahnya.
"benar, mereka mati karena kesombongan mereka sendiri!" ujar Hanser dengan tenang.
"Tuan Hanser apa yang sebenarnya ingin kau beri tahu kepada kami semua?!" tanya Theo yang mulai tidak sabaran.
"benar tuan, sedari tadi anda hanya menceritakan sesuatu yang menurut kami tidak terlalu penting!" ujar Farah dengan mendengus kesal.
"baiklah sepertinya sudah banyak yang tidak sabar!" ujar Hanser yang memanggil seorang pengawal.
__ADS_1
"Edgar aku masih memiliki urusan dengan mu nanti!" ujar Hanser menunjuk Edgar yang berdiri diam dan menunduk.
"silahkan di bawa masuk!" ujar Hanser kepada pengawalnya.