Penguasa Culun

Penguasa Culun
Uji Kemampuan


__ADS_3

Rizki pun berjalan kearah Helena dan memberikan cangkir itu kepadanya.


“katakan apa isi racun yang ada didalam cangkir ini!” ujar Rizki dengan tenang kepada Helena.


Helena yang merasa ditantang oleh Rizki pun akhirnya menerima cangkir itu.


Tanpa sedikit keraguan Helena mencoba meminum air itu sedikit demi sedikit.


Hingga tersisa setengahnya, Helena mencoba merasakan air tersebut dengan tenang.


Setelah beberapa saat Helena pun memuntahkan air itu.


“Sebenarnya pada minuman ini tidak ada racun sama sekali!” ucap Helena dengan sedikit kesal.


Helena sangat merasa dipermainkan oleh Rizki.


Kedua pria dihadapan Rizki pun terkejut dengan ucapan Helena dan menatap Rizki seolah olah meminta penjelasan.


Sedangkan Rizki yang melihat hal itu pun tersenyum.


Lalu mengambil cangkir itu dan menuangkannya kearah saluran air dengan santai.


“kau benar, memang tidak ada racun didalamnya!” ujar Rizki dengan pelan.


"apa maksudmu tuan?!" tanya Helena yang emosi kepada Rizki.


Lian yang melihat adiknya di permainkan pun mulai tersulut emosinya.


"apa kau tidak mempercayai kemampuan kami?!" tanya Lian kepada Rizki.


Kedua pria yang membawa mereka sempat ingin menghentikan Helena dan Lian.


Namun di tahan oleh Rizki yang memberikan tanda.


“aku percaya pada kemampuan kalian berdua!” ucap Rizki dengan tersenyum.


"tapi kenapa kau seperti mengejek kemampuan adikku?!" tanya Lian yang marah.


"apa kau ingin mengetes kemampuan kami?!" tanya Lian kepada Rizki.

__ADS_1


"Helena, mari kita serang dia bersama sama!" ujar Lian yang langsung menyerang kearah Rizki.


"Baik kak!" ujar Helena yang menyerang dengan cepat.


Rizki yang melihat kedua serangan itu pun terlihat sangat tenang.


Seolah olah serangan itu tidak ada apa apanya.


"MATI!!" teriak Lian yang melakukan tendangan dan lemparan jarum kecil kearah Rizki


Rizki pun bergerak dengan sangat cepat untuk menghindari semua serangan jarum dari Lian.


Helena yang melihat kesempatan untuk menyerang karena cara menghindar Rizki yang kurang pas.


Membuat gerakan pukulan kearah bagian kepala dari Rizki.


Saat tinggal beberapa langkah lagi tiba tiba Rizki bergerak dengan cepat.


Namun pergerakan itu terlihat sangat pelan oleh Lian dan Helena.


Pukulan dan tendangan mereka berdua pun berhasil di tahan oleh Rizki.


"Apa kalian sudah selesai?!" tanya Rizki kepada mereka berdua.


"kami tidak akan selesai sampai kamu minta maaf!" jawab Helena yang masih berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Rizki.


"Baiklah, aku minta maaf karena mengerjaimu!" ujar Rizki kepada Helena.


"maaf saja tapi, kata maafmu belum bisa menghentikan kami!" ujar Helena yang mengambil kunai dari dalam sakunya.


Lalu melemparkannya kearah Rizki.


"Baiklah, kalian boleh memberikan satu serangan andalan kalian kepada ku!" ujar Rizki yang melepaskan kaki Lian dan tangan Helena.


"setelah itu aku akan memberikan satu serangan kepada kalian!" ujar Rizki menambahkan.


"SOMBONG!!" teriak Helena yang mengeluarkan jurus tinju besi gerakan ke empat.


Sedangkan Lian mengeluarkan Jarum Killing Ghost untuk menembak kearah saraf Rizki.

__ADS_1


Kedua pria yang awalnya hanya menyaksikan tiba tiba menjadi sedikit khawatir kepada Rizki.


Belum ada satu orangpun yang masih hidup setelah menerima serangan gabungan Helena dan Lian.


"Sepertinya ini akan menjadi akhir yang sangat membahagiakan untuk ku!" ujar Rizki kepada Lian dan Helena.


Saat serangan itu di lancarkan kepada Rizki oleh Helena dan Lian


Rizki tiba tiba bergerak sangat cepat menunduk dan menghindari semua Jarum yang dilemparkan oleh Lian.


Setiap Jarum yang di lemparkan selalu berbunyi sangat nyaring dan saat menancap pada benda.


Maka benda itupun seketika berlubang sangat besar, seperti sebuah peluru yang ditembakan.


Helena yang melihat itu segera maju dan membantu menyerang bagian vital yang ada pada Rizki.


Rizki yang melihat serangan itu menjadi sangat kagum.


Serangan Helena dan Lian sangat terhubung dengan baik.


Sehingga menimbulkan bahaya yang sangat fatal jika gagal menahan serangan mereka.


Meskipun sisi berbahaya ada pada Lian namun gerakan Helena laj yang membuat semua musuh menjadi terpaku kepada Helena dan melupakan jarum yang ditembakan oleh Lian.


Saat Helena memukul ke arah kanan maka jarum itu akan dilemparkan oleh Lian kearah kiri bahu Helena.


Begitu pun seterusnya hingga membuat semua musuh mereka berdua sangat kesulitan saat menghadapi mereka.


Namun Rizki bisa menghindari semuanya dengan baik.


Bahkan pukulan Helena dan jarum Lian tidak ada sedikitpun yang mengenai Rizki.


Pemandangan ini membuat dua pria misterius itupun takjub dengan kemampuan Rizki.


Diusianya yang sangat muda, Rizki sudah seperti menjadi Grand Master tingkat lanjut dalam hal seni beladiri.


Kecerdasan dalam bertarung membuat semua musuhnya berakhir dengan kematian atau cacat seumur hidup mereka.


"Giliran ku!" ujar Rizki yang menambah kecepatannya dalam bergerak.

__ADS_1


Rizki menuju kearah Lian dan meninggalkan Helena di belakang.


__ADS_2