Penguasa Culun

Penguasa Culun
Pria Misterius Yang Mengancam


__ADS_3

"keluarga? Apa maksudmu paman?!" tanya Rizki yang bingung.


"aku mengetahui beberapa petunjuk tentang keluargamu!" ujar Bagas dengan tenang.


"aku tahu kau ke kota ini karena ada petunjuk dari wasiat mendiang kakekmu!" tambah Bagas yang mengejutkan Rizki.


"siapa paman sebenarnya?!" tanya Rizki yang terkejut dengan ucapan Bagas.


"kenapa paman bisa mengetahui semua rahasia ku?!" tanya Rizki yang mulai tidak sabar.


"Rizki tolong tenang dan dengarkan penjelasan ku dulu!" ujar Bagas kepada Rizki.


Namun tiba tiba terdengar sebuah teriakan yang sangat keras dari bawah.


Rizki dan Bagas yang mendengar itu segera turun kebawah untuk melihat keadaan.


Ketika mereka sampai betapa terkejutnya Bagas dengan sosok yang ada di hadapannya.


"tuan Bagas? Apa kau masih mengingat ku?!" ujar Pria itu yang saat ini sedang menginjak salah satu bawahan Bagas.


"SIAPA KAU!!" teriak Bryan yang marah dengan pemandangan itu.


"Ahh Bryan kau sudah terlihat sangat kuat saat ini!" ujar Pria itu yang mengenali Bryan juga.


Kejadian ini sangat membuat semua orang yang ada di lokasi menjadi sangat bingung.


"aku tidak ada urusan dengan mu saat ini Bagas!" ujar Pria itu yang masih dengan tenang berada di sekitar seratus orang dihadapannya.


"tapi aku memiliki urusan dengan anak itu!" ujar pria itu yang menunjuk kearah Rizki.


Bagas yang melihat itu sedikit merasakan khawatir di hatinya.


Sedangkan Bryan sangat marah melihat itu dan mencoba menyerang pria yang ada di hadapannya itu.


"MATI!!" teriak Bryan yang menyerang pria itu dengan tinjunya.

__ADS_1


Namun tiba tiba pria itu bisa menangkap tinju Bryan dengan sangat mudah.


"apa kau pikir karena kau sudah menjadi sedikit lebih kuat, kau bisa mengalahkan ku?!" tanya Pria itu yang memberikan tendangan yang sangat ringan kearah perut Bryan.


Namun efek yang ditimbulkan sangat berbeda dengan kelihatannya.


Bryan memuntahkan darah segar dari mulutnya karena tendangan itu.


Semua orang yang ada disana tampak terkejut dengan keadaan Bryan.


Karena Bryan merupakan orang kepercayaan Bagas dengan kekuatan yang luar biasa.


Bahkan di kota Nozel ini Bryan bisa dikatakan sebanding dengan Master Rey tangan kanan dari tuan Renan.


Namun kondisi saat ini benar benar mengejutkan semua orang.


Dimana Bryan sedang memuntahkan darah segar dari mulutnya karena tendangan dari pria misterius itu.


Namun tiba tiba seseorang datang menyerang pria misterius itu.


Tendangan itu terlihat sangat cepat dimata semua orang.


Namun tendangan itu berhasil di tahan oleh pria misterius itu.


Semua orang yang melihat itu menjadi sangat terkejut dengan kekuatan Rizki.


Bagaimana seorang anak muda seperti Rizki memiliki kemampuan yang sangat hebat.


Sedangkan Dina yang sejak tadi memperhatikan dari belakang terlihat sangat ketakutan di hatinya.


"hoho ternyata kau lebih kuat dari yang aku duga!" ujar pria itu yang merasakan bahwa tangannya mati rasa karena menahan tendangan itu.


"apa yang kau inginkan disini?!" tanya Rizki yang sedang menaruh kacamatanya dan mengacak acak rambutnya.


Dina yang melihat itu pun teringat dengan kejadian dimana Rizki mematahkan anggota tubuh lima orang dengan sangat mudah saat di parkiran Grand Mall Nozel saat itu.

__ADS_1


"aku hanya ingin mengatakan sesuatu, bahwa Bagas adalah adik dari ayahmu!" ujar pria itu dengan tenang.


"kau adalah keponakannya, dia tidak ingin mengatakan sejujurnya karena ketakutannya kepada beberapa keluarga!" ujar pria itu yang mulai tertawa.


Berita itu membuat Rizki sangat terkejut.


Namun saat Rizki hendak meminta penjelasan kepada Bagas.


Rizki melihat bahwa Bagas dan semua orang yang ada berdiam diri seperti menyetujui semua ucapan pria itu.


Saat Rizki sedang memikirkan semua nya tiba tiba pria itu menyerang Rizki dengan cepat.


Tendangan yang terlihat sangat cepat dan suara yang keras.


Namun bagi Rizki tendangan itu terlihat sangat lambat dan sama sekali tidak ada gentar dalam hatinya.


Rizki pun menunduk untuk menghindari tendangan itu seraya melakukan gerakan tinju yang diarahkan ke kaki bagian atas pria itu.


Pria itu menyadari serangan Rizki yang tiba tiba kearah kaki bagian atasnya.


Namun serangan itu sudah terlambat untuk di hindari oleh pria itu.


"KRAAAKK!!" suara nyaring yang memecahkan ke sunyian.


"AAARRGGHHH DASAR BOCAH SIALAN!!" teriak pria itu yang merasakan sakit di kaki bagian atasnya.


Pemandangan itu membuat beberapa orang bergidik ngeri melihat Rizki yang bisa mematahkan kaki pria itu hanya dengan satu serangan.


Bagas yang melihat itu pun merasakan senang sekaligus khawatir di hatinya.


Sementara Dina hanya terfokus kearah mata dari Rizki yang saat ini terlihat sangat menakutkan.


Mata itu bahkan lebih menakutkan dari tatapan yang saat itu di berikan oleh Rizki kepada Dina, Dian, Putri dan Alice saat itu.


"tolong hentikan!" ujar Dina dengan pelan.

__ADS_1


__ADS_2