
Rizki yang mendengar itu seketika langsung ketakutan.
"aku mohon ampun tuan!" ujar Rizki dengan ketakutan.
"aku benar benar tidak mengetahui perihal Alice!" tambah Rizki dengan cemas.
Namun semua omongan dan penjelasan Rizki tidak didengarkan oleh mereka sama sekali.
Khususnya oleh Edgar yang sudah terlanjur emosi dengan Alice.
Namun Dia mencoba melampiaskan kekesalannya kepada Rizki yang ada di hadapannya.
Selain itu menurut Edgar Rizki juga bertanggung jawab atas semua kemarahan ini.
Edgar dihina karena Rizki dan Edgar menanggung malu disebabkan oleh Rizki.
Jadi Rizki harus bertanggung jawab menanggung amarah Edgar yang awalnya ditujukan kepada Alice.
Tempramen Edgar memang terkenal sangat buruk.
Edgar pernah memukuli pria lain yang bermasalah kepadanya.
Hanya karena pria itu tidak sengaja menyenggol bahunya saat berjalan.
Akhirnya pria itu dipukuli hingga mengalami patah kaki dan hampir dinyatakan lumpuh.
Karena kerasnya benturan benda tumpul dilutut pria itu.
Namun kekerasan itu tidak dapat di selesaikan oleh kepolisian saat itu.
Hanya karena tidak ada bukti kuat untuk membawa Edgar ke meja hijau.
"aku memberikan mu kesempatan terakhir!" ujar Edgar dengan pelan.
“dimana Alice?!” teriak Edgar yang memegang kerah baju Rizki.
“aku benar benar tidak tahu dimana dia!” ujar Rizki dengan ketakutan.
"baiklah kau tidak mengindahkan ancaman ku!" Ucap Edgar dengan pelan.
"pukuli dia hingga dia mengatakan semuanya!" perintah Edgar kepada pengawalnya.
"maaf kan aku tuan, ampuni aku!" ujar Rizki yang ketakutan.
Pukulan demi pukulan dilayangkan kepada Rizki oleh pengawal Edgar.
Rizki pun menjatuhkan diri dan melindungi semua bagian vitalnya.
__ADS_1
Meskipun terlihat seperti dipukuli.
Namun sebenarnya semua serangan itu hanya mengenai tangan dan bagian bagian yang tidak terlalu vital pada anggota tubuh Rizki.
"hentikan!" ujar Edgar memerintahkan bawahannya.
"bawa si culun itu kehadapanku!" perintah Edgar dengan tenang.
Rizki pun diangkat dan dibawa kehadapan Edgar.
"apa kau sudah mengingatnya?!" tanya Edgar dengan pelan.
"aku tidak tahu tuan!" jawab Rizki dengan pelan.
Edgar yang mendengar itu pun melayangkan tamparan keras di wajah Rizki.
"DIMANA ALICE!!!" teriak Edgar yang mulai emosi.
"Aku tidak tahu!" ujar Rizki yang semakin lemah.
“kalian segera geledah semua tempat ini!” perintah Edgar kepada dua orang bawahannya.
Dua orang itu pun segera menggeledah rumah sewa Rizki.
Dengan mengacak acak seluruh ruangan dari mulai ruang tamu sampai ke dapur.
Alice tidak dapat di temukan di rumah Rizki.
Semua ruangan kosong tanpa ada seorang pun yang dapat mereka temukan di dalamnya.
Seperti rumah ini memang hanya ada Rizki dan Frans.
“rumah ini kosong tuan!” ucap salah seorang pria pengawalnya itu.
Edgar yang mendengar itu pun seketika sangat marah karena telah di permainkan oleh Alice.
Edgar pun melampiaskan kekesalannya dengan meninju perut Rizki berkali kali.
Lau melepaskan tendangan kearah wajah Rizki dengan sangat keras.
Rizki yang menerima serangan itu langsung jatuh dan tidak sadarkan diri.
Melihat itu membuat Edgar sedikit merasa tenang setidaknya semua kekesalannya telah dilampiaskan kepada orang lain.
Namun Edgar pun semakin membenci kepada Alice.
"lihat saja kau Alice!" ujar Edgar dengan pelan.
__ADS_1
"cepat atau lambat kau akan menjadi aib bagi keluargamu!" ancam Edgar yang berjalan keluar rumah sewa Rizki.
Edgar dan anak buahnya tidak menyadari bahwa ada seorang pria yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan.
Pria itu sangat marah melihat bagaimana Rizki di pukuli dengan buruk.
Bahkan sejak awal Edgar masuk, pria itu sudah memperhatikan bahwa Edgar pasti akan melakukan hal buruk.
pria itupun mengeluarkan telpon nya dan menghubungi seseorang.
"tuan aku memiliki kabar buruk tentang keponakan mu!" ucap pria itu.
Sementara itu meskipun Rizki tidak mengetahui alasan kenapa Edgar harus memukulinya.
Namun satu hal bahwa semuanya sekarang telah baik baik saja.
Alice dan Dina baik baik saja dan tidak mendapatkan masalah baru.
Setelah mobil Edgar telah pergi Rizki baru bangun dari pingsan nya yang pura pura.
Semua ini sudah menjadi rencana Rizki
Rizki harus rela diperlakukan dengan buruk oleh Edgar dan anak buahnya.
Rizki pun harus melakukan itu untuk membuat Edgar senang dan setidaknya pergi dari rumah ini.
Dan tidak lagi mengganggu mereka.
“huh lagi lagi aku mendapatkan musuh dan masalah!” ujar Rizki yang memegangi belakang kepalanya.
“dimana Frans? Mudah mudahan dia tidak apa apa!” ujar Rizki yang berlari kedepan.
Rizki pun mencari keberadaan Frans di halaman rumahnya.
Dan menemukan Frans dengan kondisi yang membuat Rizki sedikit panik.
Karena Frans sedang terduduk dengan kondisi tidak sadarkan diri.
Rizki pun segera menolong Frans dan membawa nya masuk kedalam rumah untuk di cek kondisinya.
Apakah perlu tindakan medis atau hanya sekedar dibuat tidak sadarkan diri oleh Edgar dan bawahannya.
Saat masuk kedalam Rizki segera melakukan cek pada kondisi tubuh Frans dan berharap semuanya baik.
"aku mohon jangan sampai ada luka dalam!" gumam Rizki dalam hati.
Karena pada tubuh Frans tidak ada luka sama sekali kecuali lebam di belakang kepala.
__ADS_1
Selain itu wajahnya seperti membentuk bekas telapak tangan akibat dari tamparan keras.