Penguasa Culun

Penguasa Culun
Perpustakaan Universitas Nozel


__ADS_3

Rizki pagi ini sudah berada di perpustakaan universitas Nozel.


"Huh aku harus menyelesaikan studi ku dan segera mencari tahu tentang wasiat kakek!" ujar Rizki yang berjalan kearah satu ruangan.


Dia ingin mencari buku tentang psikologi dasar yang akan menjadi bahan soal dalam ujian nanti.


Namun diam diam Alice sudah melihat Rizki dari awal dia datang ke Universitas.


Alice masih merasa bersalah dengan kejadian semalam di rumah Rizki.


Dimana Alice dan Dina bersama teman temannya menghakimi Rizki.


Mencaci maki Rizki dengan kata kata yang kasar.


Hingga membuat Rizki marah dan sangat emosional.


Tatapan mata itu masih sangat teringat dengan jelas oleh Alice.


Itu bukan seperti tatapan orang biasa.


Itu adalah tatapan seseorang yang sudah sangat terlatih dalam seni beladiri.


Tapi tatapan Rizki tetap saja terasa lain, dalam dirinya seperti ada seekor monster yang tersembunyi.


"apakah Dina sudah mengetahui identitas Rizki yang sebenarnya?!" tanya Alice dengan pelan.


"Tapi bagaimana bisa Dina mengetahuinya?!" tanya Alice yang bingung.


"sudah lah lebih baik aku segera menemui Rizki terlebih dahulu!" gumam Alice dalam hatinya.


Namun tiba tiba Alice bingung dengan perasaan di hatinya.


“apakah aku harus kesana?!” gumam Alice yang bimbang.


“tidak wanita tidak pernah salah!” ujar Alice memantapkan hatinya.


“tapi aku sudah sangat keterlaluan!” ujar Alice yang kembali ragu.


Sedang gelisah dengan posisinya yang harus meminta maaf terlebih dahulu ke Rizki atau tidak.


Tiba tiba datang Edgar bersama dua orang temannya menuju kearah Rizki.

__ADS_1


“kenapa harus dia lagi!” ujar Alice yang kesal melihat kedatang Edgar Flick.


"Sebaiknya aku membantu Rizki!" ujar Alice yang berjalan mendekati Rizki.


Namun hal yang mengejutkan terjadi di hadapan Alice.


Edgar berlutut seperti orang yang sedang meminta maaf kepada Rizki.


"apa yang terjadi diantara mereka?!" gumam Alice yang bingung.


Semua orang yang melihat hal itu pun merasa terkejut.


Bagaimana seorang Edgar berlutut dihadapan laki laki pecundang di Universitas Nozel.


"Edgar apa yang kau lakukan?!" tanya temannya yang melihat peristiwa itu.


"Benar, kau jangan lakukan hal yang memalukan!" ujar temannya yang lain.


Namun Edgar tidak memperdulikan semua itu.


Meskipun dirinya sangat malu namun dia harus melakukannya untuk menghindari kemarahan ayah dan pamannya.


Selain itu juga Edgar tidak ingin jika keluarga Flick hilang dan hancur dalam sekejap karena kebodohannya.


Edgar yang merupakan calon penerus keluarga Flick sedang berlutut dihadapan Rizki.


Seolah olah Edgar telah melakukan kesalahan besar dan meminta pengampunan dari Rizki.


“ehh apa yang kau lakukan?!” tanya Rizki yang terkejut dengan apa yang Edgar lakukan.


“Rizki tolong maafkan aku!” ujar Edgar yang masih dengan posisi berlutut.


“ayolah jangan berlutut seperti ini!” ujar Rizki yang mengangkat Edgar untuk berdiri.


Rizki tidak tahu pasti kenapa Edgar berlutut dan meminta maaf kepadanya.


Karena dari peristiwa saat itu Edgar adalah tipe orang yang sangat mendominasi.


Edgar sangat menikmati jika orang lain menangis ketakutan saat dia ada dihadapan mereka.


Namun saat ini berbeda sangat jauh, Edgar menurunkan egonya dan berlutut memohon ampun kepada Rizki.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi Rizki pun tidak mengetahuinya.


Namun yang jelas Edgar saat ini seperti ketakutan berada di hadapan Rizki.


Tatapan Edgar seakan menyiratkan hal lain.


Dan hanya Rizki yang menyadari akan hal itu.


"apa ini ada hubungannya dengan tuan Bagas?!" gumam Rizki dalam hatinya.


Karena penangkapan Ernest membuatnya mempunyai kesimpulan bahwa ini ulah dari keluarga Saputra.


Bagaimana pun Rizki sudah dianggap sebagai salah satu anggota keluarga Saputra.


Tapi bukankah ini keterlaluan, tuan Bagas bisa saja membongkar identitas Rizki yang selama ini terkenal karena culun dan pecundang.


Sebaiknya aku pergi menemui tuan Bagas nanti.


“Rizki maafkan atas kebodohan ku!” ujar Edgar yang masih berlutut.


“aku sudah memaafkan mu!” ujar Rizki dengan cepat kepada Edgar.


“lebih baik sekarang kau bangun!" ujar Rizki kepada Edgar.


"bukan kah tidak baik jika calon kepala keluarga Flick berlutut dihadapan pria pecundang seperti ku!" ujar Rizki dengan memberikan kode kepada Edgar.


Edgar yang menyadari kode itu pun segera memahami situasinya.


"itu benar, maaf kan aku teman!" ujar Edgar kepada Rizki.


Ucapan itu membuat beberapa orang disekitar mereka sangat bingung dan kesal.


Bagaimana mungkin pria culun ini sekarang berteman dengan Edgar Flick.


Sebelumnya dengan Tyson Brock lalu tiba tiba Shawn Luke pun berteman dengannya.


Semua pertanyaan ini membuat beberapa orang mulai mendekati Rizki.


Lalu sisanya masih menganggap bahwa Rizki hanya dimanfaatkan oleh mereka bertiga.


Itu tentu saja membuat beberapa orang merasa lega di dalam hati mereka.

__ADS_1


Bukan kah lebih masuk akal jika Rizki dimanfaatkan oleh Edgar, Shawn dan Tyson.


Dibandingkan jika mengatakan bahwa Rizki berteman dengan mereka semua.


__ADS_2