
Dian sangat bingung melihat Rizki yang bisa tetap tenang disaat seperti ini.
"apa yang lucu? Kenapa dia tersenyum?!" tanya Dian di dalam hatinya.
Sementara Gordon pun duduk di halaman depan rumah sewa Rizki, untuk melihat apa yang akan di pilih oleh Rizki.
"kau tahu, aku sama sekali tidak mengenal tuan mu itu!" ujar Rizki yang membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"entah aku yang memang tidak mengenalnya atau mungkin tuan mu itu tidak seterkenal itu!" ujar Rizki dengan tersenyum.
Gordon yang mendengar ucapan itu pun menjadi sangat marah.
"sepertinya kau sudah tidak sayang kepada nyawa mu sendiri!" ujar Gordon yang marah.
"lalu apa kau pikir aku takut dengan ancaman mu itu?!" tanya Rizki yang melepaskan kacamatanya.
Rizki seperti bersiap untuk menghadapi Gordon beserta anak buahnya.
Dian yang melihat hal itu pun benar benar merasa sangat marah.
Jika bisa Dian sangat ingin mencaci maki Rizki dengan banyak nya sumpah serapah yang akan dia katakan.
Apa Rizki tidak memikirkan dampaknya untuk mereka semua.
Lalu bagaimana bisa satu orang culun dan pecundang seperti Rizki.
Dapat menghadapi dua puluh orang yang terlatih atau terbiasa berkelahi dan membunuh.
Apa lagi si culun itu harus menghadapi monster seperti Gordon yang menyeramkan.
Saat ini Rizki masih menggulung kemejanya dan mengacak acak sedikit rambutnya.
"baiklah aku sudah siap!" ujar Rizki yang tiba tiba mengeluarkam aura yang sangat menakutkan.
Gordon yang menyadari itu, seketika langsung bangkit dari tempat duduknya dan menatap Rizki sangat lekat.
Bagi Gordon ini sangat mengejutkan nya, karena bagaimana bisa seorang pemuda seperti Rizki dapat mengeluarkan aura yang sangat mengancam seperti ini.
__ADS_1
"aku yang maju atau kalian?!" tanya Rizki dengan sombong.
Sementara Dian yang melihat adanya perubahan dari sikap dan tatapan Rizki.
Membuat Dian mengingat tatapan Rizki saat itu kepada mereka.
"apa benar yang di katakan oleh Dina?!" tanya Dian di dalam hatinya.
"BUNUH DIA!!" teriak Gordon dengan keras.
Seketika dua puluh orang itu pun maju kearah Rizki dengan cepat.
Mereka semua memiliki niat yang sangat kuat untuk membunuh Rizki.
"Dian boleh aku minta tolong?!" ujar Rizki kepada Dian.
"apa.. Apa yang kau inginkan?!" tanya Dian yang takut dengan permintaan Rizki.
"tolong hitung berapa menit aku menghabisi mereka semua!" ujar Rizki dengan tersenyum kearah Dian.
Dian yang mendengar itu menjadi sedikit terkejut dengan ucapan Rizki.
Namun seketika itu Rizki pun bergerak! Gerakan tiba tiba Rizki itu membuatnya terlihat seperti bayangan yang menerjang kearah para berandal itu.
Dua puluh orang yang melihat itu pun seketika mengeluarkan tongkat besi pada setiap masing masing orang.
"KAU YANG MEMINTANYA!!" ujar salah seorang berandal itu.
"MATI!!" teriak berandal yang lain.
Mereka belum pernah melihat seseorang yang sangat gila dengan mencari kematiannya sendiri.
Jika mereka tidak membunuh Rizki maka mereka semua akan menjadi sampah yang tidak berguna untuk tuan Braga.
Semua orang sudah bersiap mengayunkan tongkat mereka masing masing untuk membunuh Rizki.
"RIZKI!!!" teriak Dian dengan panik, karena melihat banyak nya tongkat yang di arahkan kepada Rizki.
__ADS_1
Ini adalah dua puluh orang terlatih dengan masing masing membawa tongkat.
Ini benar benar sangat berbahaya.
"cepat.. cepat hubungi polisi!" ujar Putri yang mulai sadar.
Dian yang mulai panik pun segera mencoba untuk menghubungi polisi.
Mereka tidak menyangka bahwa Rizki sangat nekat, mungkin saja dia akan mati karena kecerobohannya kali ini.
Sesaat sebelum Dian menghubungi kepolisian, tiba tiba terdengar suara patahan yang sangat nyaring.
"KRRAAAKKK!!!" patahan itu terdengar sangat nyaring dan keras.
Setiap satu orang berandal yang maju hanya ada suara patahan keras di salah satu organ tubuh mereka.
Bahkan para berandal itu pun tidak ada yang sempat untuk dapat berteriak dengan keras.
Karena mereka langsung pingsan akibat rasa sakit yang tidak tertahankan bagi mereka.
Dian dan Putri yang melihat itu sangat tercengang dengan kekuatan dan gerakan Rizki.
Sedangkan Gordon yang melihat itu pun sedikit terkejut dengan kekuatan Rizki.
Itu hanya sebuah gerakan yang sangat ringan dan mendasar dalam seni beladiri.
Tapi kenapa tinju Rizki itu terlihat sangat luar biasa.
Setiap Rizki mengayunkan sebuah pukulan.
Selalu ada satu orang yang terpental jauh dan langsung pingsan karena rasa sakit dari anggota tubuhnya yang patah.
Lalu dalam sekejap lima belas orang sudah terkapar tidak sadarkan diri karena pukulan Rizki.
Lima orang yang tersisa pun terkejut dengan kemampuan Rizki.
Bahkan Gordon pun tidak akan percaya jika ada seorang pemuda yang menghabisi lima belas orang anak buahnya dalam hitungan menit.
__ADS_1
"bagaimana ini bisa terjadi?!" tanya Gordon yang tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya.