
Bagas sudah mempersiapkan semuanya dengan matang sebelum dia sampai di rumah keluarga Flick.
Meskipun tangannya belum sembuh dari cedera tapi tetap saja keluarga Flick bukanlah ancaman.
Keluarga Flick bisa bermimpi untuk memiliki keberanian meskipun hanya sebesar kacang.
“maksudku anak laki laki mu Edgar!” ujar Bagas dengan langsung.
“Edgar belum datang tuan, dia masih di luar!” ujar Hanser dengan gugup.
"apa dia sering keluar malam membawa pejuang keluarganya?!" tanya Bagas dengan serius.
"tidak tuan, saya bahkan tidak mengetahuinya!" ujar Hanser yang ketakutan.
"bagaimana bisa kepala keluarga tidak mengetahuinya?!" tanya Bagas dengan pelan.
"apa anakmu sudah terbiasa tidak berlaku sopan kepada mu?!" tanya Bagas dengan meremehkan.
"CUKUP!!" teriak seorang pria yang baru saja tiba.
Seorang pria datang dengan tiga orang dibelakangnya.
Pria itu berjalan dengan angkuh ke arah Bagas dan Bryan.
"Edward hentikan semua ini!" perintah Hanser kepada Edward.
Namun bukannya berhenti Edward tetap berjalan kearah Bagas dan Bryan.
Bahkan banyak pengawal keluarga Flick yang memang diam diam mendukung Edward.
Mereka merasa bahwa tuan Hanser terlalu lemah dalam menghadapi tamu itu.
"pukuli mereka tuan Edward!" ujar para pengawal yang dari awal sudah tidak senang dengan kedatangan Bagas.
Bagas yang melihat semua ini pun tertawa dengan keras.
Edward dan pengawal lain yang mendengar Bagas tertawa pun menjadi sangat marah.
Belum pernah ada satu orang pun yang berani menjadikan keluarga Flick sebagai bahan tertawaan.
__ADS_1
Meskipun itu adalah tuan Renan yang terkenal di lingkaran ilegal.
Mereka tetap tidak akan tinggal diam jika orang lain berani menertawakan keluarga Flick.
"apa kalian sudah selesai dengan keributan ini?!" tanya Bagas kepada mereka semua.
Hanser yang mendengar itu seketika menjadi pucat karena ketakutan.
"apa mereka semua bodoh?!" gumam Hanser yang bertambah gelisah.
"tuan Bagas, tolong maafkan mereka!" ucap Hanser yang langsung berdiri di depan Bagas.
"Hanser aku tidak menyangka kau masih tidak punya malu di depan leluhurmu!" ucap Edward kepada Hanser.
"apa kau telah menjadi sangat lemah karena usia mu?!" tanya Edward dengan mengejek.
"DIAM KAU DASAR SIALAN!!" teriak Hanser dengan menunjuk Edward.
"kau tidak tahu apa yang terbaik untuk keluarga Flick!" ujar Hanser kepada Edward.
Edward yang mendengar penghinaan itu seketika menjadi sangat marah.
"aku tidak tahu kenapa, ayah menunjuk mu sebagai pewarisnya!" ucap Edward dengan marah.
"apa kau bisa Diam!" teriak Hanser yang mendapatkan penghinaan itu.
Bagas dan Bryan yang melihat bahwa keluarga Flick sepertinya sedang mengalami masalah internal yang sangat parah.
Ternyata kekuasaan Hanser selaku kepala keluarga selalu dihantui oleh pengkhianatan dari para saudara nya yang tidak terima dengan penunjukan Hanser sebagai kepala keluarga Flick.
"tuan, tiga orang di belakang Edward kekuatannya setara dengan kelima harimau!" bisik Bryan kepada Bagas.
"kekuatan mereka bahkan tidak sebanding dengan satu harimau keluarga Saputra!" balas Bagas kepada Bryan.
Bryan yang mendengar itu pun tersenyum dan mengangguk tanda setuju.
Karena semua pengawal keluarga Saputra setidaknya berada diatas pengawal keluarga lain.
Bahkan bawahan tuan Renan pun tidak sebanding dengan mereka semua.
__ADS_1
Tuan Renan hanya beruntung memiliki Master Rey yang ada di pihaknya.
Bagas dan Bryan yang melihat bahwa konflik antara Hanser dan Edward masih sangat panjang.
Memutuskan untuk duduk dan kembali minum dan menyaksikan perpecahan keluarga Flick.
Namun saat Bryan hendak menuangkan anggur untuk Bagas.
Tiba tiba saja ada sebuah pukulan yang memecahkan botol anggur itu.
"apa kau masih tidak memiliki rasa malu!" ujar Edward kepada Hanser dengan menunjuk Bryan dan Bagas.
"bagaimana kau melihat mereka bahkan tidak menghormati keluarga kita sama sekali!" ucap Edward yang sudah mulai emosi.
Hanser yang tiba tiba merasa terpojok karena keadaan ini membuatnya menjadi bingung.
Pada satu sisi adiknya Vista Flick telah memperingatkannya untuk jangan berurusan dengan Bagas atau tuan Renan.
Sedangkan disisi lain Edward ingin menurunkan martabatnya sebagai kepala keluarga yang sah.
Kondisi seperti ini membuat Hanser menjadi sangat terpojok dan harus segera mengambil keputusan.
"AKU AKAN PERGI!" teriak Hanser dengan keras.
"siapa pun yang masih percaya kepadaku, silahkan kalian ikut aku keluar!" ucap Hanser dengan tegas.
"lalu siapapun yang tidak percaya padaku, kalian di ijinkan untuk bekerja sama dengan Edward!" tambah Hanser yang pergi meninggalkan ruangan.
Namun sebelum Hanser pergi dia menyempatkan menoleh kearah Bagas dan berbicara melalui isyarat yang berarti maafkan aku.
Bagas yang melihat isyarat itupun mengangguk tanda bahwa ini bukan masalah keluarga Flick.
Setelah kepergian Hanser dan beberapa orang yang masih mempercayainya.
Membuat Edward menjadi tertawa sangat keras.
Edward merasa bahwa dia telah menang dan berhasil untuk menurunkan martabat dari kepala keluarga Flick yaitu Hanser.
Karena dari awal Edward memang tidak pernah menyetujui Hanser dipilih menjadi kepala keluarga.
__ADS_1
Tapi entah kenapa mendiang ayahnya menunjuk Hanser menjadi penerusnya sebagai kepala Keluarga Flick.