
Hayden pun segera menuju ruangan Victor, Larrson, Yuan dan Thalita.
Sementara itu Luis Braga sangat senang dengan kejadian ini.
"tuan Renan, apa yang kau inginkan dari pemuda culun itu?!" gumam Luis Braga dengan tersenyum.
Tidak lama kemudian datang lah empat orang yang sudah di tunggu oleh Luis Braga.
"Kami menghadap tuan Luis Braga!" teriak semua orang dengan bersama sama.
Luis Braga yang melihat itu pun segera mengangguk tanda sudah menerima hormat mereka.
"silahkan duduk dan kita mulai semuanya!" ujar Luis Braga dengan santai.
Semua orang pun akhirnya duduk di tempat nya masing masing.
Setelah semua orang duduk di tempatnya, Luis Braga pun menatap kearah Hayden.
"segera beritahu mereka semua!" ujar Luis Braga kepada Hayden.
"baik tuan, ada kabar yang mengejutkan dari Gordon!" ujar Hayden dengan tenang.
"Gordon diserang oleh kaki tangan si tua Renan saat hendak menjemput pemuda culun itu!" lanjut Hayden yang memasang wajah serius.
Mendengar berita itu, membuat Victor dan Yuan sangat terkejut.
Karena menurut mereka Gordon bukan lah orang yang dapat dengan mudah di kalahkan.
Jadi mendengar berita itu sontak membuat mereka berdua sangat terkejut.
"siapa nama orang itu? Biar aku habisi dia!" tanya Yuan yang emosi mendengar berita itu.
__ADS_1
"kau tidak akan mampu membunuhnya, jika memang Gordon kalah melawannya!" ujar Larrson dengan tenang.
"apa kau tidak perduli sama sekali dengan keadaan teman mu sendiri?!" tanya Victor kepada Larrson.
"itu sudah menjadi konsekuensi yang harus Gordon terima!" ujar Larrson yang mulai menyalakan rokoknya.
"meskipun kemampuannya cukup bagus, namun dia masih belum menguasai kemampuannya dengan sempurna!" ujar Larrson yang berterus terang.
"apa kalian masih meributkan hal bodoh seperti itu?!" tanya Thalita yang emosi mendengar perdebatan itu.
"kalian belum mendengar pernyataan tuan Luis Braga!" ujar Thalita dengan marah.
Luis Braga yang mendengar itu pun tersenyum kemudian tertawa dengan keras.
"aku sudah memprediksi diawal jika Renan akan ikut campur!" ujar Luis Braga kepada bawahannya.
"karena si culun itu adalah tamu kehormatan nya sebentar lagi!" ucap Luis Braga dengan tenang.
"mustahil jika orang itu setara dengan tuan Braga, bukan kah Hayden pernah berkata bahwa hanya Master Rey yang setara dengan tuan Braga?!" tanya Victor yang bingung.
"lagi pula kita tahu sendiri bahwa Renan adalah rubah tua yang licik, bisa jadi dia memiliki petarung kuat lainnya!" ujar Thalita kepada semua orang.
"itu benar, kita belum bisa menyimpulkan semuanya!" ujar Larrson yang membenarkan ucapan Thalita.
"jika memang benar, maka kemungkinan Master Rey yang turun tangan untuk menjemput si pemuda culun itu!" lanjut Larrson dengan cepat.
"itu sangat masuk akal, karena petarung terampil si tua Renan hanya Master Rey yang kita ketahui!" ujar Yuan dengan santai.
"dilihat dari sudut pandang manapun rasanya mustahil jika si tua Renan meminta sahabatnya itu turun langsung menjemput pemuda itu!" ujar Hayden dengan tenang.
"apa maksudmu?!" tanya Yuan yang bingung.
__ADS_1
"tolong jelaskan kepada kami!" ujar Luis Braga kepada Hayden.
"menurut informasi yang ku dapatkan selama ini, Master Rey tidak pernah memberi ampun kepada musuhnya!" ujar Hayden yang sedang menghisap rokoknya.
"sedangkan Gordon dan anak buahnya semua di buat hanya menderita patah tulang di anggota tubuh mereka!" ujar Hayden dengan tenang.
"dengan kata lain, Master Rey bukanlah orang yang bertarung dengan Gordon!" lanjut Hayden kepada semua orang.
"itu benar, si tua Renan tidak akan begitu saja membiarkan sahabatnya berurusan dengan kroco seperti Gordon dan bawahannya!" ujar Luis Braga dengan tenang.
"apa kalian tahu? Jika Master Rey adalah petarung dengan teknik Tinju Besi!" ujar Luis Braga kepada bawahannya.
Mendengar itu Victor, Yuan, Thalita dan Larrson pun menjadi sangat terkejut.
"bukan kah teknik itu sudah lama musnah?!" tanya Yuan yang terkejut.
"benar tuan, menurut guru ku dulu teknik Tinju Besi sudah musnah ratusan tahun lalu!" ucap Thalita dengan hormat.
"aku belum tahu bagaimana dia mendapatkan teknik Tinju Besi itu!" ujar Luis Braga dengan santai.
"hanya saja, jika itu adalah benar maka yang bisa berhadapan dengan Master Rey hanya aku seorang!" ujar Luis Braga dengan tersenyum.
"sekarang, aku minta pada kalian untuk menghancurkan semua bisnis ilegal si tua Renan dan buat dia marah!" ujar Luis Braga kepada bawahannya.
"Baik tuan!!" teriak semua orang yang langsung membubarkan diri mereka kembali ke ruangan masing masing.
Hingga menyisakan Hayden dan Luis Braga yang ada di sana.
"kau segera cari tahu siapa pemuda culun itu!" perintah Luis Braga kepada Hayden.
"Baik tuan!!" ujar Hayden yang langsung pergi.
__ADS_1
"entah kenapa aku sangat penasaran dengan pemuda culun itu dan apa yang di inginkan oleh si tua Renan?!" ujar Luis Braga yang masih bertanya tanya.