Penguasa Culun

Penguasa Culun
Kepala Keluarga Saputra yang Baru


__ADS_3

Keesokan harinya, berita kematian Bagas Saputra tersebar dengan cepat di seluruh penjuru Negeri ini.


Sebagai anggota keluarga legenda, Bagas Saputra memang menjadi perhatian khusus di kalangan elit negara ini.


Terlebih wilayah Selatan Negara ini !


Rizki masih sangat bersedih karena kehilangan pamannya !


Banyak orang yang datang memberi penghormatan terakhir untuk Bagas Saputra di Rumah Keluarga Saputra.


Baik dari kalangan Hukum maupun lingkaran ilegal.


Mereka semua menyempatkan hadir untuk dapat memberikan penghormatan terakhir untuk Bagas.


Begitu pun teman teman Rizki yang ada di Universitas Kota Nozel !


Mereka semua mencoba memberikan motivasi dan dukungan moril kepada Rizki.


Sementara Chris dan anak buahnya sedang menjaga semua tempat ini dengan sangat ketat.


Mereka tidak ingin terjadi hal buruk yang akan menimpa kepada Rizki dan mayat dari mendiang Bagas.


Meskipun ada beberapa orang yang sedikit mengancam mereka untuk bersiap dengan serangan dari mereka.


Namun mereka tidak sedikitpun merasakan ketakutan karena ancaman itu.


Pelatihan yang di berikan Rizki sudah cukup untuk mereka dapat menjaga Keluarga Saputra.


Meskipun mereka bukan lah pasukan khusus seperti para Singa.


Tapi kekuatan mereka cukup merepotkan.


***


Bagi sebagian orang setelah kematian Bagas dan Bryan, mereka menduga jika Keluarga Saputra akan menjadi sebuah daging segar yang nikmat.


Mereka benar benar menunggu hal ini sejak lama.


Jadi beberapa orang tidak akan melewatkan kesempatan yang ada di hadapan mereka.


Sedangkan Rizki sudah sangat menyadari semua hal itu.


Rizki bahkan menjadi sangat marah karena tingkah laku orang orang itu !


“Tolong katakan ini kepada Paman Chris!” Ujar Rizki kepada pelayan di sebelahnya.


“Kumpulkan Ferdian, Beny dan Rodry di Aula Keluarga setelah acara hari ini selesai!” Ujar Rizki kepada Pelayan itu.


Pelayan itu segera berlari dan mengatakan semua yang Rizki perintahkan kepada Chris.


Meskipun usia Rizki sangat muda, namun dia adalah Kepala Keluarga Saputra sekarang.


Mau tidak mau dia yang saat ini bertanggung jawab atas keselamatan keluarganya sekarang.


Chris yang mendapatkan perintah itu segera menghubungi Ferdian dan meminta mereka bertiga untuk datang kemari.


Meskipun kondisi psikisnya sedang sedih karena kehilangan pamannya.


Tapi dia yakin, Rizki akan tetap mempertahankan Keluarga Saputra ini.


Terlebih dia sekarang adalah Kepala Keluarga yang bertanggung jawab secara penuh tentang Keluarga Saputra.

__ADS_1


"Kita persiapkan semuanya dengan baik, sebentar lagi akan ada yang mengetuk pintu kita!" Ujar Chris kepada bawahannya.


***


Pada sore hari acara penghormatan terakhir kepada Bagas pun sudah selesai.


Rizki segera masuk kedalam rumah dan bersiap menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


"Salam teman!" Ujar Beny, Ferdian dan Rodry dengan hormat.


"Selamat datang, apa kalian sudah menyelesaikan latihan yang ku buat?!" Tanya Rizki kepada mereka bertiga.


"Kami sudah melakukan semua latihan yang kau buat!" Ujar Ferdian yang mewakili ke tiganya.


"Berapa menit yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan latihan pertama kalian?!" Tanya Rizki kepada mereka bertiga.


Mereka saling menatap dan menjawab dengan sedikit ragu.


"Aku bisa menyelesaikan dalam waktu tiga puluh menit!" Ujar Beny dengan ragu.


"Aku berhasil sedikit lebih cepat, dua puluh menit!" Ujar Rodry dengan menunduk.


"Aku sama dengan Rodry, dua puluh menit!" Ujar Ferdian dengan hormat.


Rizki yang mendengar hal itu hanya menghela nafas panjang.


"Ternyata aku terlalu percaya kepada kalian!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Kalian adalah calon pasukan khusus Keluarga Saputra!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


"Apa kalian tidak malu? Jhon bahkan bisa lebih cepat dari kalian?!" Tanya Rizki dengan tenang.


"Kami akan membuktikan jika kami mampu menjawab kepercayaan mu teman!" Ujar Ferdian dengan yakin.


"Baiklah, ini akan menjadi ujian kalian!" Ujar Rizki kepada mereka bertiga.


Tidak lama setelah itu tiba tiba lima mobil sudah tiba di depan rumah Keluarga Saputra.


Mereka memaksa untuk menerobos masuk kedalam rumah Keluarga Saputra.


"Keluar kalian Saputra!" Teriak Gus Thompson dengan keras.


Mereka adalah sepuluh orang pemimpin lingkaran ilegal yang berada di Barat Kota Nozel.


Rizki turun ke bawah dengan tenang dan berjalan ke bawah di temani dengan tiga orang yang ada di belakangnya.


Tatapan ke tiga orang itu terlihat sangat tajam dan menakutkan.


"Ada apa bos bos dari wilayah Barat datang kemari!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Hey anak muda, kau tidak sebanding dengan kami jadi jangan terlalu sombong!" Ujar seorang pria dengan cerutu di mulutnya.


"Benar, tanpa adanya Bryan dan Bagas keluarga Saputra hanyalah sampah!" Ujar seorang pria dengan setelan jas merah.


Rizki hanya tertawa mendengar semua itu !


"Apa yang kau tertawakan dasar sialan!" Ujar Gus Thompson yang merupakan pemimpin mereka semua.


"Aku akan membunuh mu dan mengambil semua wilayah Keluarga Saputra!" Ujar Gus Thompson dengan tertawa.


"SERANG DAN BUNUH MEREKA!!" Teriak Gus Thompson dengan keras.

__ADS_1


Rizki hanya diam saja melihat sembilan orang itu bergerak menyerang kearahnya.


Namun, Ferdian, Beny dan Rodry bergerak dengan cepat.


Mereka bertiga segera menyerang kearah mereka semua.


Masing masing serangan mereka berhasil membuat tiga orang terpental.


Gus Thompson yang melihat itu sedikit bingung.


"Bagaimana mungkin masih ada pejuang kuat di pihak mereka?!" Gumamnya dalam hati.


Ferdian menyerang kearah dua orang yang tersisa diantara mereka.


Beny dan Rodry pun sedang menyerang kearah empat orang yang tersisa.


Teriakan dan bunyi retakan tulang terdengar sangat nyaring di sore hari itu.


Bahkan Gus Thompson pun merasakan ketakutan karena melihat hal itu.


Saat dia hendak menengok kearah belakang dan hendak melarikan diri.


Dia melihat gerbang tertutup dengan penjagaan yang sangat ketat.


"Sejak kapan mereka ada disana?!" Tanya Gus Thompson dengan bingung.


"LAKUKAN SEMUA GERAKAN KALIAN!" Teriak Rizki yang duduk dengan tenang.


"ANGGAP SAJA INI LATIHAN PRAKTEK!" Ujar Rizki dengan keras.


Gus Thompson terlihat sangat ketakutan di hatinya.


Teriakan demi teriakan terdengar sangat jelas.


Sembilan orang teman temannya sedang di jadikan bahan latihan oleh mereka.


Setelah beberapa saat, sembilan orang itu terkapar dengan rasa sakit yang mereka rasakan.


Gus Thompson terduduk lemas melihat semua kejadian itu.


"AMPUNN.. AMPUNI AKU!!" Teriak Gus Thompson dengan keringat dingin di seluruh wajahnya.


Rizki pun berjalan mendekat kearah Gus Thompson.


Sedangkan Gus Thompson mundur dengan perlahan hingga merasakan ada orang yang menahannya.


"Ampuni aku Tuan Saputra!" Ujar Gus Thompson yang merasa ketakutan.


"Bukan kah kau ingin membunuh ku?!" Tanya Rizki dengan pelan.


"Tidak.. itu hanya salah paham!" Ujar Gus Thompson dengan pelan.


"Jangan pernah datang dan berani beraninya kau muncul di hadapan ku lagi!" Ujar Rizki kepada Gus Thompson.


Tatapan itu sangat mengerikan, Gus Thompson menjadi sangat gila dan berlari keluar Rumah Saputra.


Rizki membiarkan Gus Thompson pergi seperti orang gila.


Dia akan menjadi sumber informasi yang bagus untuk memancing orang orang Selatan itu untuk datang kemari.


"Biarkan dia pergi dan untuk mereka! Lemparkan ke Laut!" Ujar Rizki yang segera pergi.

__ADS_1


__ADS_2