
Miguel benar benar merasa sedang berada di penjara kali ini.
Jika dia salah dalam menjawab pertanyaan maka dia akan di pukuli lagi dan lagi.
"Jangan mengatakan hal yang tidak aku tanyakan atau kau akan kehilangan mata mu!" Ujar Ferdian dengan pelan.
"Aku.. aku mengerti!" Jawab Miguel dengan cepat.
Dia harus mencoba bersikap rendah hati disekitar mereka.
Kalau tidak maka dia yakin, Ferdian akan benar benar memasukan rokok itu ke matanya.
Mereka adalah sekelompok orang gila !
Ferdian, Beny dan Rodry tertawa melihat Miguel.
Mereka menyangka jika akan sulit mendapatkan informasi dari Miguel.
Tapi setelah dia melakukan metode lama, Miguel langsung memberikan informasi itu dengan cepat.
Semua informasi yang di butuhkan oleh Rizki sudah cukup.
Ferdian, Beny dan Rodry akan melaporkan semuanya kepada Rizki.
Meskipun Miguel terkenal di Selatan sebagai Fist Tiger.
Namun saat dia mendarat di tangan tiga Singa, dia hanya terlihat seperti anak kucing yang tersesat.
***
Sementara itu, Rizki telah bangun pagi pagi dan menghabiskan sarapannya.
Dia menelepon Chris untuk datang menemaninya ke tempat pelatihan Ferdian, Beny dan Rodry.
Karena biar bagaimana pun, Chris adalah orang yang bertanggung jawab atas semuanya.
Lagi pula dia cukup yakin jika Ferdian, Beny dan Rodry akan mendapatkan jawaban dari apa yang akan dia tanyakan.
Tidak lama kemudian, Chris datang seorang diri mengendarai sebuah mobil BMWnya.
"Teman, silahkan masuk!" Ujar Chris yang hendak membukakan pintu untuk Rizki.
"Jangan lakukan itu paman!" Ujar Rizki yang menahan Chris.
Chris yang mengerti, segera mundur dan kembali masuk ke mobilnya.
"Paman Ernest, tolong jaga rumah ini!" Ujar Rizki kepada Ernest.
"Tentu saja, kau bisa mengandalkan ku!" Ujar Ernest kepada Rizki.
Rizki segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah itu.
Tidak lama setelah itu, Rizki dan Chris sudah tiba di lapangan belakang pabrik tempat pelatihan itu.
Ketika Rizki sampai di gudang, wajah Miguel sudah pucat pasi dan matanya memerah.
Miguel terlihat seperti bisa pingsan kapan saja.
Rizki hanya tersenyum melihat keadaan Miguel yang terlihat sangat berantakan seperti ini.
Apa lagi tiga Singanya telah menyiksanya semalaman.
__ADS_1
Sementara Chris yang melihat Miguel menjadi sangat terkejut dengan perkembangan tiga orang terbaiknya.
Dia tidak menyangka dalam kurun waktu tiga bulan, ketiga orang ini menjadi sangat luar biasa.
Chris yang paling tahu bagaimana ketiga orang ini, jadi dia juga tidak terkejut melihat bagaimana kondisi Miguel.
Kelompok ini bisa sangat kejam jika mereka memang harus melakukannya.
Ditambah Ferdian, Beny dan Rodry adalah pria pria yang dahulu di asingkan dan dianggap sampah masyarakat di Kota Nozel.
"Teman!!" Teriak mereka bertiga memberi hormat kepada Rizki.
"Boss!" Lanjut mereka menyambut Chris.
Chris merasa canggung dengan ucapan mereka bertiga.
"Jangan panggil aku seperti itu, kita sama sama bawahan Tuan Saputra sekarang!" Ujar Chris dengan pelan.
"Tidak apa, biar bagaimana pun mereka tetap bawahan mu!" Ujar Rizki kepada Chris.
"Bagaimana dengan pria itu?!" Tanya Rizki kepada Ferdian.
"Kami mendapatkan semua jawaban!" Ujar Ferdian dengan cepat.
"Apakah kau memberikan contoh yang baik?!" Tanya Rizki kepada mereka bertiga.
"Tentu saja! Kami akan mengingat apa yang teman ajarkan!" Jawab Ferdian dengan menepuk dadanya.
Beny dan Rodry yang melihat itu pun mengangguk menyetujuinya.
Rizki yang melihat itu hanya tertawa dan terlihat senang.
"Siapa.. siapa kamu?!" Tanya Miguel kepada Rizki.
Suaranya terdengar sangat lemah.
Jika ada orang lain yang melihatnya, mungkin mereka akan mengira jika tiga orang ini telah melakukan tindakan yang berbahaya bagi Miguel.
"Nama ku, Rizki Bayu Saputra!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Apa kau telah meminta izinku sebelum masuk ke dalam wilayah ku?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.
"Rizki Bayu Saputra?!" Gumam Miguel dengan ekspresi bingung.
Miguel tidak ingat nama ini, dia juga tidak tahu jika Keluarga Saputra memiliki penerus selain mendiang Bagas.
Di Selatan tidak pernah ada yang mengatakan nama ini atau tidak ada yang mengetahui jika masih ada penerus untuk Keluarga Saputra.
"Sekarang kau yang harus menjawab pertanyaan ku, siapa kamu?!" Tanya Rizki dengan pelan.
"Aku Miguel Carlos, murid dari Alberto Carlos yang berada di Selatan!" Ujar Miguel kepada Rizki.
Rizki yang mendengar nama itu hanya mengerutkan kening.
Miguel sangat senang saat melihat ekspresi Rizki, dia pasti mengenal Tuannya dan akan melepaskannya.
"Siapa itu Alberto Carlos? Apa dia yang membunuh Master Rey?!" Ujar Rizki dengan ekspresi bingung.
"Itu benar, Tuan ku yang membunuh Master Rey dan Tuan Renan!" ujar Miguel dengan bangga.
"Ternyata kau musuh kami!" ujar Rizki dengan pelan.
__ADS_1
Mendengar itu Miguel menjadi semakin pucat !
Dia tidak menyangka jika pria ini tidak perduli tentang gurunya, terlebih gurunya telah membunuh Master Rey dan Tuan Renan.
"Lepaskan aku.. jika Tuan ku tahu..!" Ujar Miguel dengan pelan.
Sebelum dia berhasil menyelesaikan kalimatnya, Rizki segera menamparnya dengan keras dan membuat dua buah gigi Miguel jatuh.
Rizki segera menoleh kearah Ferdian, Beny dan Rodry.
"Apa kalian tidak memberi tahunya tentang aturan kita?!" Tanya Rizki dengan sedikit berteriak
Ferdian segera berdiri dan menuju kearah Miguel.
"Astaga, bukan kah kau sudah di beritahu bahwa ancaman tidak akan ada gunanya?!" Tanya Ferdian dengan pelan.
Ferdian segera mengangkat tubuh Miguel di bantu oleh Rodry.
"Kau bahkan berani mengancam bos kami?!" Tanya Beny yang langsung memukul tubuh Miguel.
Beny bahkan memukuli Miguel beberapa kali, hingga Miguel berteriak kesakitan dan memohon ampun.
"Sudah cukup!" Ujar Rizki kepada Ferdian, Beny dan Rodry.
"Bukan kah sudah ku bilang untuk memberikan contoh yang baik?!" Tanya Rizki dengan pelan.
Miguel hampir muntah darah ketika dia mendengar ucapan Rizki.
Contoh baik macam apa ini?
Dia akan mati karena semua pukulan itu !
Tetapi dia sedikit bersyukur, jika dia tidak mengatakan jika Alberto Carlos adalah Tuannya.
Mungkin dia akan di pukuli sampai mati !
Rizki kembali berjongkok dan menatap Miguel dengan tatapan yang sangat tenang.
Meskipun terlihat tenang, nyatanya tatapan itu terlihat sangat dalam dan menakutkan.
Bagi orang orang yang terlatih, tatapan seseorang dapat memberikan gambaran betapa kuatnya orang itu.
Dahulu Miguel bingung dengan ucapan Tuannya, tapi sekarang dia tahu bagaimana tatapan itu.
Cara Rizki menatap Miguel, benar benar membuat Miguel ketakutan.
Hingga dia berkeringat dingin karena perasaan takut yang sangat dalam di hatinya.
Padahal tatapan Rizki sangat tenang, tapi kenapa itu terlihat menakutkan?
"Tuan mu adalah Alberto Carlos kan?!" Tanya Rizki dengan pelan.
"Bukan kah, dia bekerja untuk Keluarga Forst di Selatan?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.
Miguel tidak menjawab apapun, dia hanya merasakan ketakutan yang ada di dalam dirinya.
Dia sendiri pun tidak tahu kenapa dia sangat ketakutan !
Hanya ada satu di dalam pikirannya, yaitu..
PRIA INI ADALAH MONSTER !!
__ADS_1