
"lalu apa kita harus membunuhnya setelah mereka berhasil mendapatkan kota Nozel?!" tanya pengawal itu kepada tuan Forst.
"kita lihat saja nanti akan seperti apa mereka!" ujar tuan Forst yang tidak terlihat khawatir sama sekali.
"baiklah tuan!" ujar pengawal itu menurut.
"kau sebaiknya terus berlatih, menurut ku Rey akan semakin kuat!" ujar tuan Forst mengingatkan.
"jangan khawatir tuan, aku akan terus menyempurnakan gerakan itu!" ujar pengawal itu dengan meyakinkan.
"aku percaya kepada mu!" ujar tuan Forst yang langsung meninggalkan ruangan itu.
Sementara Rey dan Renan saat ini sudah tiba di kota Nozel.
"apa ini akan menjadi awal dari kita untuk merubah takdir dan nasib kita?!" tanya Rey yang terlihat bersemangat.
"kita harus berusaha dan setidaknya kita harus terus bersama!" ujar Renan dengan tersenyum.
"kau tahu, jujur saja aku sangat enggan untuk ikut campur dalam masalah kota ini!" ujar Renan dengan pelan.
"namun kita sudah terlanjur masuk terlalu jauh!" ujar Renan kepada Rey.
"anggap saja kita memiliki hutang yang harus kita lunasi kepada keluarga Forst!" ujar Rey yang mencoba memahami Renan.
"lalu apa yang harus kita mulai?!" tanya Rey dengan pelan.
"pertama kita harus mencari tempat untuk istirahat sekaligus tempat persembunyian!" ujar Renan dengan cermat.
***
Ingatan itu yang kembali ada di benak Master Rey saat ini yang melihat sahabat sekaligus keluarga satu satunya yang masih hidup.
Jika mengingat itu maka Master Rey akan sangat emosional khususnya kepada keluarga Forst.
Sedangkan saat ini tuan Renan bersenda gurau dengan Rizki, anak muda yang sangat energik dan mempunyai pemikiran yang sangat bagus.
__ADS_1
"apa kau suka teh ini?!" tanya tuan Renan kepada Rizki.
"aku sangat menyukainya!" jawab Rizki dengan tenang.
Rizki sudah mengetahui sedikit siapa tuan Renan dan pertanyaan itu ditujukan untuk apa Rizki pun sudah menyadarinya.
"namun teh ini hanya cocok untuk orang tua seperti paman ku dan kau tuan Renan!" ujar Rizki menjelaskan.
"lalu bagaimana dengan anak muda seperti mu?!" tanya tuan Renan yang tersenyum karena mendengar jawaban Rizki.
"aku hanya ingin membuat teh ku sendiri dan membagikannya kepada orang lain!" ujar Rizki dengan tenang.
"apa kau serius dengan itu semua?!" tanya tuan Renan dengan serius.
"aku serius, meskipun itu akan sangat menyulitkan tapi aku berharap seperti itu!" ujar Rizki menjelaskan.
Tuan Renan yang mendengar itu pun tersenyum dengan lebar.
Entah kenapa firasatnya mengatakan bahwa Rizki akan menggantikan posisinya di sini.
"semoga kau berhasil dengan tujuan mu itu!" ujar tuan Renan yang kembali meminum tehnya.
Setelah itu Rizki dan tuan Renan pun hanya berdiam diri.
Namun masing masing dari mereka telah mendapatkan maksud dan tujuan pribadi mereka.
Rizki terus meminum tehnya dan begitun tuan Renan dengan tenang.
Setelah teh itu habis Rizki pun bangkit berdiri.
"aku harus pergi sekarang, terimakasih atas tehnya!" ujar Rizki yang tersenyum kearah tuan Renan.
"baiklah, apa Fidz harus mengantar mu?!" tanya tuan Renan dengan tersenyum.
"tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan siapa pun!" ujar Rizki dengan tegas.
__ADS_1
"baiklah jika memang begitu, maaf kan aku yang tidak bisa mengantarkan mu!" ujar tuan Renan dengan tenang.
"tidak apa tuan, sekali lagi terimakasih teh nya!" ujar Rizki yang membungkuk hormat kepada tuan Renan dan Master Rey.
Melihat hal itu membuat tuan Renan dan Master Rey sedikit terkejut.
Karena belum pernah ada yang menyadari keberadaan Master Rey saat bersembunyi.
Setelah Rizki pergi, tuan Renan pun tertawa dengan sangat keras.
Melihat itu Master Rey pun sedikit merasa kesal dengan sahabatnya.
Namun tiba tiba tuan Renan pun berhenti tertawa dan menunjukan tatapan seriusnya.
"dia akan menjadi ancaman serius!!" ujar tuan Renan dengan nada yang dingin.
Mendengar itu Master Rey pun menyipitkan matanya dan mengeluarkan aura membunuhnya.
"apa aku harus membunuhnya sekarang!" tanya Master Rey dengan aura yang sangat mengerikan.
"tapi saat ini dia belum tahu kenyataan tentang dunia ini!" ujar tuan Renan yang sedikit membuat Master Rey tenang.
"kita bisa memanfaatkannya untuk diri kita sendiri!" ujar tuan Renan kepada Master Rey.
"apa kau berniat mengujinya?!" tanya Master Rey kepada tuan Renan.
"itu benar, kita akan mengujinya untuk keuntungan kita sendiri!" ujar tuan Renan dengan tersenyum.
"bukan kah, saat ini Jill Vice sedang memburu kepala kita?!" tanya tuan Renan dengan tersenyum.
"apa kau ingin memancing keluarga Vice untuk melawan Rizki?!" tanya Master Rey yang sangat terkejut.
"bukan kah itu ide yang bagus!" ujar tuan Renan yang langsung mengaduk tehnya.
"jika memang Rizki adalah pengganti kita yang sudah kita tunggu tunggu, akan ku buka kan jalan untuknya selebar mungkin!" ujar tuan Renan dengan tersenyum.
__ADS_1