
Sarah duduk di kursi belakang bersama Dina.
Sementara Rizki dan Direktur Huston ada di kursi depan.
Sarah sedikit terkejut melihat Direktur Huston mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang supir.
Sebelumnya Rizki sudah memberitahu siapa Sarah sebenarnya kepada Dina di pemandian air panas tadi.
Rizki juga memberitahu Dina jika Tuan Renan sudah meninggal dan sesuai permintaan Tuan Renan saat itu.
Dia meminta agar Putrinya dapat hidup dengan tenang seperti orang biasa pada umumnya.
Dina memang seorang gadis yang pintar, jadi setelah Rizki berbicara di pemandian air panas tadi.
Dia dengan cepat mendekati Sarah dan mengajaknya mengobrol.
Dina bahkan sangat cepat mencairkan suasana hingga Sarah tidak lagi merasa canggung.
Sedangkan Rizki, ingin memastikan jika Sarah akan menjadi bagian dari Saputra Grup yang dapat di andalkan.
Dia tahu karena Sarah sudah tidak memiliki siapa siapa yang bisa dia andalkan.
Dina dan Sarah sekarang sudah terlihat seperti saudara yang sudah lama terpisahkan.
Banyak hal yang mereka bicarakan dan semuanya tertata dengan baik.
Mulai dari pekerjaan, universitas, makanan bahkan hingga kosmetik yang mereka kenakan.
Dina bahkan hampir keceplosan masalah Boneka yang diberikan oleh Tuan Renan.
Sementara Rizki dan Direktur Huston hanya mengobrol dengan santai tanpa menghiraukan Dina dan Sarah.
Rizki berani memberi tahu beberapa hal, karena dia tahu jika Dina mengerti apa yang harus dia lakukan.
Sesekali Rizki melihat kearah kaca spion, dia tidak melihat Sarah ataupun Dina.
Tapi dia melihat mobil yang saat ini sedang mengikutinya, dari awal mereka keluar dari tempat pemandian air panas tadi.
"Berapa lama lagi dia akan terus mengikuti mobil ini?!" Tanya Rizki dalam hatinya.
Rizki sudah menunggunya sejak tadi, dia ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat.
Jam sekarang sudah lewat dari jam sepuluh malam dan masih ada beberapa mobil yang lewat di jalan itu.
Tapi Rizki tahu, jika ada mobil hitam yang mengikuti mereka dan menjaga jarak di belakang mereka.
Sudah sejak kematian pamannya, belum pernah ada yang mengikutinya dari belakang.
Mungkin orang itu datang dari luar Kota Nozel.
Ekspresi Rizki tidak terlihat mencurigakan, bahkan Direktur Huston tidak menyadari apapun dari Rizki.
"Pabrik di pedesaan yang dimiliki Saputra Grup, saat ini sedang mengalami produksi yang sangat tinggi!" Ujar Direktur Huston dengan tenang.
"Tuan Saputra, telah melihat resume yang anda masukan kepada kami dan bukan kah ini keahlian anda?!" Tanya Direktur Huston kepada Sarah.
"Itu benar, aku akan memberikan mu tanggung jawab di proyek ini!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Apa kau bisa mewujudkan harapan ku?!" Tanya Rizki dengan tersenyum kepada Sarah.
__ADS_1
Sarah membeku untuk beberapa saat, tapi dia terkejut dengan pertanyaan itu.
Dia baru saja bergabung dengan Saputra Grup, tapi boss nya sudah sangat mempercayainya?
"Apa kau yakin? Aku bisa memegang proyek ini?!" Tanya Sarah yang masih terkejut.
"Aku bertanya padamu!" Jawab Rizki dengan tersenyum.
Sarah merasa sulit mempercayai semua ini.
Dia sekejap menatap kearah Dina.
"Aku yakin kamu pasti bisa!" Ujar Dina kepada Sarah.
Sarah menarik nafas dalam dalam !
"Terima kasih Direktur Huston karena telah mempercayai saya, terimakasih Tuan Saputra!" Ujar Sarah dengan ekspresi yang berbeda dari sebelumnya.
"Jadi bagaimana?!" Tanya Rizki lagi.
"Aku akan mengambilnya!" Jawab Sarah dengan cepat.
Sarah tidak ingin mengecewakan Rizki dan Direktur Huston, karena telah percaya kepada kemampuannya.
Dia tidak pernah mengalami hal yang menggembirakan seperti ini.
Dia tidak menyangka jika, sekarang dia bekerja dengan seorang boss yang baik hati.
Mendapatkan kepercayaan dari orang lain adalah sesuatu hal yang sangat indah bagi Sarah.
"Kami menerima mu di Saputra Grup karena kami yakin akan kemampuan mu!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Karena Sarah akan berganti posisi, bukan kah gaji dan tunjangannya harus berubah?!" Tanya Direktur Huston dengan pelan.
"Ohh tidak! Tuan Saputra tidak perlu merubah apapun!" Ujar Sarah dengan cepat.
Sarah dengan cepat menolak hal itu, gajinya saat ini sudah sangat tinggi.
Bahkan dia belum melakukan apapun dalam hal pekerjaannya.
"Saya sudah sangat senang dengan gaji saya!" Ujar Sarah dengan cepat.
"Izinkan saya untuk bekerja dengan lebih baik terlebih dahulu dan membuahkan hasil yang baik untuk perusahaan ini!" Ujar Sarah kepada Rizki.
Sarah masih merasa canggung dengan semua ini.
Terlebih dia belum dapat membuktikan dirinya, jadi dia tidak akan mengatakan apapun tentang gaji.
Dia masih merasa takjub dengan kepercayaan yang diberikan oleh bossnya.
Sarah tiba tiba mengerti budaya kerja di Saputra Grup.
"Tentu, selama anda membuahkan hasil yang baik!" Ujar Direktur Huston dengan tenang.
"Maka Saputra Grup akan memberikan penghargaan untuk mu!" Lanjut Direktur Huston dengan tenang.
"Pekerjaan ini cukup berat dan mungkin akan menyita banyak waktu mu!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Jadi kamu tidak harus tinggal di tempatmu, kamu akan tinggal di asrama pabrik!" Ujar Rizki kepada Sarah.
__ADS_1
"Tidak masalah!" Jawab Sarah dengan cepat.
"Sekarang kau akan langsung kami antarkan kesana, untuk melihat lihat!" Ujar Rizki kepada Sarah.
Dina dan Direktur Huston sedikit terkejut dengan perkataan Rizki.
Namun Dina dan Direktur Huston tidak mempertanyakan keputusan Rizki.
Mereka tahu jika Rizki lebih tahu di bandingkan mereka.
Sarah tentu saja tidak masalah dengan hal itu, karena dia sekarang sedang bersemangat.
Sarah tidak sabar untuk cepat melihat pabrik itu dan bisa cepat memulai semuanya dengan sangat baik.
Direktur Huston mulai membawa mobil itu menuju pabrik di pedesaan.
Rizki masih memperhatikan mobil yang berada di belakangnya.
Sebelum mereka sampai di pabrik, Rizki segera menelepon Pak Heru dan memberitahunya bahwa dia mendapatkan mitra yang baik untuknya.
Setelah mereka sampai, ternyata Pak Heru sudah menunggu mereka datang.
Kedua wanita itu keluar dari mobil, di ikuti Rizki dan Direktur Huston.
"Tuan Saputra ! Direktur Huston !" Ujar Pak Heru dengan cepat.
"Dan ini pasti nona Keihl!" Ujar Pak Heru kepada Sarah.
"Tuan Heru, kau terlalu sopan!" Ujar Sarah dengan cepat.
"Saya Sarah Keihl, anda bisa memanggil ku dengan Sarah saja!" Ujar Sarah dengan tersenyum.
"Kalian bisa melanjutkannya besok untuk saling berkenalan dengan lebih lanjut!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Pak Heru, Sarah memiliki banyak pengalaman dalam hal operasional!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Jangan khawatir Tuan Saputra, kami akan memastikan pabrik berjalan dengan baik!" Ujar Pak Heru dengan tersenyum
"Baiklah, sekarang kalian silahkan beristirahat dan besok mulai untuk bekerja!" Ujar Direktur Huston kepada Heru dan Sarah.
"Tolong izinkan aku untuk berkeliling sebentar!" Ujar Sarah dengan cepat.
"Baiklah, ajak Sarah berkeliling!" Ujar Rizki kepada Heru.
"Tentu!" Jawab Heru dengan cepat.
Rizki tidak berkata apa apa lagi dan langsung pergi bersama Dina dan Direktur Huston.
Pak Heru segera membawa Sarah berkeliling pabrik, memperlihatkan semuanya yang di miliki Saputra Grup.
Lalu mereka pun melihat asrama untuk para pekerja di Pabrik ini.
Sarah begitu terkejut melihat asrama ini bahkan lebih bagus dari apartemen yang dia sewa.
"Saputra Grup telah berevolusi karena meninggalnya Tuan Bagas!" Ujar Pak Heru menjelaskan.
"Saudara Rizki merubah semua yang buruk dan memperbaiki yang kurang bagus!" Ujar Pak Heru dengan pelan.
"Selamat datang di Saputra Grup, Nona Sarah Keihl!" Ujar Pak Heru dengan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Terimakasih!" Jawab Sarah Keihl yang menjabat tangan Pak Heru.