
"aku sudah memperingatkan kalian!" ujar Dina dengan cemas.
"tapi kalian masih mau menguji Rizki!" tambah Dina kepada Dian dan Putri.
"sudahlah Dina, kau hanya mengajak Rizki ke suatu tempat!" ujar Dian dengan tersenyum.
"sisanya biar pejuang keluarga kami yang mengurus Rizki!" ujar Putri dengan tersenyum.
Namun Dina masih bersikukuh bahwa dia tidak ingin ikut campur dengan segala rencana Dian dan Putri.
Tapi bukan Putri namanya jika tidak bisa menghasut Dina agar mau menuruti permintaan mereka.
"bukan kah kau ingin tahu identitas sebenarnya dari Rizki?!" tanya Putri kepada Dina.
"Dina jangan sia siakan kesempatan ini!" ujar Dian memanasi Dina.
"apa maksud kalian?!" tanya Dina yang tidak mengerti.
"kau bukan kah menyukai Rizki?!" tanya Putri mengejutkan Dina.
"kami hanya akan sedikit memberi pelajaran!" ucap Putri dengan tersenyum.
Dina yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
Entah bagaimana lagi menjelaskan kepada kedua sahabatnya.
Jika Rizki bukanlah sosok yang mudah di singgung.
"ayolah Dina kau harus bantu kami!" ujar Dian dengan memohon.
"aku tidak ingin ikut campur dengan dendam kalian!" ujar Dina yang tetap fokus pada jalan yang ada di depannya.
***
Sementara itu Bagas saat ini sedang datang berkunjung.
Pada sebuah rumah dari keluarga yang terkenal dengan bisnis transportasinya yang sangat sukses dan berkembang di wilayah Lakertown.
Bukan hanya itu saja keluarga Flick adalah keluarga kuat yang berada di wilayah Nozel.
__ADS_1
Dengan dukungan dari lingkaran ilegal kota Nozel yang berada di daerah bagian barat yang dikuasai oleh adiknya yaitu Vista.
Namun bagi Bagas itu semua bukanlah masalah besar.
Karena salah satu anggota keluarga Flick sudah berani datang kerumah keponakannya.
Lalu dengan bodohnya Edgar menampar Rizki dan memukulnya hingga tidak sadarkan diri membuat Bagas sangat marah.
Bahkan jika tuan Renan yang melakukannya Bagas tidak akan tinggal diam karena keponakannya diperlakukan seperti itu.
Bagas telah berjanji bahwa dia tidak akan kembali kehilangan keluarganya sekali lagi.
Meskipun itu mengharuskan dirinya berkorban dan tewas.
Setidaknya dihadapan kakak dan kakak ipar nya dia berhasil memenuhi kewajibannya untuk membela dan melindungi keponakannya.
Tidak hanya Bagas yang emosi tapi Bryan dan lima harimau yang mendengar laporan dari Ernest sangat marah mendengar bahwa keluarga Flick datang dan memukuli Rizki dengan parah.
“tuan sebentar lagi kita akan sampai!” ujar Bryan kepada Bagas.
“baiklah, tapi ingat kita hanya akan mengancamnya bukan membunuhnya!” ucap Bagas dengan pelan.
Tidak lama kemudian mobil Bagas pun telah tiba di rumah keluarga Flick yang berada sedikit jauh dari pusat kota Nozel.
Kedatangan Bagas sangat disambut oleh laki laki tua yang merupakan kepala keluarga Flick yaitu Hanser Flick.
“tuan Bagas, saya senang anda ingin datang berkunjung ke rumah ku yang kecil ini!” ujar Hanser dengan tersenyum.
“tuan Hanser, selamat atas tepilihnya perusahaan anda sebagai proyek transportasi umum wilayah Lakertown!” ujar Bagas dengan tersenyum.
Hanser Flick adalah salah satu orang tua yang sangat licik.
Banyak bisnisnya yang melibatkan lingkaran ilegal yang memang dikendalikan dengan baik oleh Vista sebagai adik laki lakinya.
Namun meskipun begitu Vista selalu mengingatkan bahwa mereka jangan pernah menyentuh wilayah tuan Renan dan tuan Bagas.
Meskipun tuan Bagas tidak pernah menonjolkan diri dan selalu dianggap sebagai bos lingkaran ilegal yang paling lemah.
Tapi tetap saja tuan Renan tidak berani mengusik Bagas atau bahkan anak buahnya yang lain.
__ADS_1
Vista meyakini bahwa tuan Renan adalah bos lingkaran ilegal namun Bagas adalah bos bayangan di kota Nozel ini.
Jadi mau seperti apapun kondisi lingkaran ilegal dikota ini semua tergantung atas perintah tuan Renan dan tuan Bagas.
“mari masuk kedalam tuan Bagas!” ujar Hanser yang mengajak Bagas.
“rumah ini terlihat sangat berbeda dari terakhir kali aku datang kemari!” ujar Bagas dengan kagum.
“rumah ini tidak sebanding dengan tempat tinggal tuan Bagas!” ucap Hanser yang masih merendahkan diri.
“apa anak mu ada dirumah?!” tanya Bagas kepada Hanser.
Pertanyaan itu sontak membuat Hanser Flick terkejut.
Dari semua cerita yang beredar jika tuan Bagas mengunjungi rumah sebuah keluarga dan menanyakan tentang satu nama.
Kemungkinan yang terjadi hanya ada dua opsi.
Yang pertama orang itu mempunyai masalah kepada tuan Bagas.
Yang kedua kemungkinan tuan Bagas ingin mengajaknya menjadi partner bisnisnya.
Meskipun tuan Bagas salah satu boss di lingkaran ilegal.
Tapi tuan Bagas pun memiliki perusahaan di lingkaran legal.
“siapa yang tuan maksud?!” tanya Hanser dengan ragu.
"apa kau memiliki banyak anak?!" tanya tuan Bagas dengan serius.
Tidak ada ketakutan sedikitpun yang dirasakan oleh Bagas.
Meskipun ini rumah keluarga Flick namun tetap saja bagi Bagas ini bukanlah sesuatu yang menakutkan.
Justru Bagas terlihat sangat mendominasi meskipun hanya bersama dengan Bryan.
Sedangkan lima harimau lainnya sedang bersiap di luar untuk membantu mereka.
.
__ADS_1