Penguasa Culun

Penguasa Culun
Permintaan Yang Di Tolak


__ADS_3

Jill Vice terus menyerang semua boss lingkaran ilegal kota Nozel.


Tidak ada satupun yang di biarkan lolos walaupun itu hanya pelayan dari boss itu.


Berhati hati adalah prinsip utama dari Jill Vice !!


Badai yang mengerikan terus menerus menghantam lingkaran ilegal kota Nozel.


Hanya dalam waktu dua minggu, satu demi satu boss menyerah dan tidak berani melawan.


Bagi mereka yang bersedia menjadi hewan peliharaan kelurga Vice, maka mereka di berikan kehidupan.


Meskipun mereka dibiarkan tanpa martabat dan posisi yang jelas, itu sudah cukup dibanding dengan mati.


Lalu bagi mereka yang melawan, maka mereka semua di buang ke lautan untuk menjadi makanan ikan.


Tidak berlangsung lama, satu persatu semua boss lingkaran ilegal kota Nozel pun menyerah.


Bahkan beberapa anggota kuat di lingkaran hukum di kota Nozel pun ketakutan.


Mereka sadar jika lingkaran ilegal kota Nozel saat ini sedang mengalami perubahan pemimpin.


Tuan Renan yang merupakan Raja kota Nozel, telah menghilang begitu saja dalam waktu semalam.


Sementara itu Ginan dan Chris saat ini berada di halaman tempat tinggal Bagas.


Mereka mencoba untuk meminta perlindungan kepada Bagas dari Jill Vice.


"Permisi apa tuan Bagas ada di dalam?!" Tanya Chris dengan sopan kepada penjaga gerbang rumah itu.


"Maaf, anda berdua siapa? Dan ada kepentingan apa dengan tuan Bagas?!" Tanya penjaga itu dengan wajah serius.


"Saya Chris dan ini teman saya Ginan, kami teman tuan Bagas dari bagian selatan kota Nozel!" Ujar Chris menjelaskan.


Sedangkan Ginan terlihat sangat marah karena merasa di rendahkan.

__ADS_1


Bagaimana bisa seorang boss sepertinya harus datang mengetuk dan meminta bantuan orang lain.


Namun Chris telah mencoba meyakinkannya bahwa jangan pernah mengacaukan rencana ini.


Karena bagi Chris satu satunya penolong adalah Bagas.


"Baiklah, aku akan mengatakan kepada tuan Bagas!" Ujar penjaga itu yang membuka gerbang.


"Kalian silahkan tunggu di ruang tamu!" Ujar penjaga itu dengan tegas.


Chris dan Ginan sedikit heran dengan perlakuan penjaga dari Bagas.


Ini tidak seperti bayangan mereka yang berpikir bahwa akan sulit untuk sekedar masuk kedalam rumah Bagas.


Namun dengan beberapa penjelasan bahkan penjaganya membawa mereka masuk begitu saja.


Ginan terlihat sangat bingung dengan kejadian ini, bahkan dia merasa sedikit takut di dalam hatinya.


Sedangkan Chris terlihat seperti mulai menghormati Bagas.


Jika memang bukan karena percaya diri dengan kemampuan diri sendiri, maka tidak mungkin Bagas akan menerima mereka begitu saja.


"Silahkan duduk, dan tunggu sebentar!" Ujar penjaga itu kepada Ginan dan Chris.


"Baik, terimakasih!" Ujar Chris kepada penjaga itu.


Ginan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Bagaimana mungkin Bagas dengan mudah melonggarkan penjagaan disaat lingkaran ilegal Kota Nozel sedang ditempa badai besar.


Chris yang melihat ekspresi Ginan yang terkejut, hanya sedikit tersenyum dan menyentuh Ginan.


"Apa kau terkejut?!" Tanya Chris kepada Ginan.


"Apa mereka tidak takut dengan Keluarga Vice?!" Tanya Ginan kepada Chris.

__ADS_1


"Kita akan tahu nanti setelah bertemu dengan tuan Bagas!" Ujar Chris dengan tenang.


Tidak lama kemudian datang Bagas bersama dengan Bryan ke ruang tamu.


"Tuan Chris dan tuan Ginan, apa ada masalah?!" Tanya Bagas dengan tersenyum.


"Tidak tuan, kami kemari ingin meminta bantuan!" Ujar Chris dengan hormat.


"Bantuan apa itu?!" Tanya Bagas dengan tenang.


Chris dan Ginan pun mulai menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka beberapa hari lalu.


Chris menceritakan semuanya tanpa ada sedikit pun yang dia tutupi kepada Bagas.


"Kenapa aku harus membantu kalian?!" Tanya Bagas yang membuat Ginan sedikit emosi.


"Bukan kah kita sama sama dari lingkaran ilegal? Apa kau rela jika semuanya di miliki oleh Jill Vice?!" Tanya Ginan kepada Bagas.


"Lagi pula dia tidak menyentuh bisnis ku sama sekali dan bahkan tidak mengambil sesuatu dari ku!" Ujar Bagas menjelaskan dengan tenang.


"Aku sudah cukup dengan yang aku miliki, lagi pula jika memang lingkaran ilegal ini harus musnah? Aku tidak masalah!" Lanjut Bagas dengan tersenyum.


"Tunggu sebentar tuan..?!" Ucap Chris yang ingin mengatakan sesuatu namun berhenti karena melihat tangan Bagas.


"Sudah cukup, tidak perlu di lanjutkan!" Ujar Bagas yang langsung masuk kedalam rumahnya kembali.


Chris yang mencoba untuk mengejar Bagas, akhirnya di halangi oleh Bryan.


"Silahkan sebelah sini, bukan kah sudah cukup baik pelayanan kami? Jadi jangan meminta lebih!" Ujar Bryan kepada Ginan dan Chris.


Setelah keluar dari rumah Bagas, Ginan pun marah kepada Chris.


"Apa kau lihat perlakuannya tadi?!" Tanya Ginan kepada Chris.


"Aku tidak percaya kita di perlakukan seperti ini!" Ucap Ginan kepada Chris.

__ADS_1


"Sudah tidak perlu di pikirkan, sekarang bersiaplah untuk kemungkinan terburuk!" Ujar Chris kepada Ginan.


__ADS_2