Penguasa Culun

Penguasa Culun
Teman Baru


__ADS_3

Mendengar ucapan Vista membuat Edgar menjadi paham seberapa bahayanya ancaman dari keluarga Saputra ini.


"baiklah aku akan meminta maaf besok di Universitas!" ujar Edgar dengan pelan.


Mendengar hal itu membuat Vista dan Hanser tersenyum senang.


Bagaimana pun Keluarga Flick adalah keluarga yang saat ini sedang berkembang.


Menjadi keluarga yang di perhitungkan kekuatannya baik sumber daya maupun manusianya.


Namun semua itu belum ada apa apanya dibanding keluarga Saputra.


Itu sebabnya kenapa keluarga Flick sangat ketakutan dengan keluarga Saputra.


Bahkan keluarga Saputra adalah salah satu keluarga yang dianggap memiliki kemampuan untuk menjadi keluarga kuat di selatan namun mereka menolaknya.


"kita beruntung karena saat itu tuan Bagas tidak marah kepada ayahmu dan keluarga kita!" ujar Vista dengan gugup.


"apa kau tahu apa yang bisa dia lakukan?!" tanya Vista kepada Edgar.


"aku tidak tahu paman!" jawab Edgar dengan pelan.


"jika dia mau, keluarga Saputra sudah menguasai seluruh wilayah Lakertown sendirian baik bisnis legal ataupun ilegal!" ujar Vista menjelaskan.


"tapi, bukan kah ada tuan Renan di bisnis ilegal?!" tanya Edgar dengan terkejut.


"aku tidak tahu pasti, namun menurut beberapa orang, tuan Bagas adalah yang membantu tuan Renan berkuasa!" ujar Vista dengan gemetar.


Semua anggota keluarga Flick yang mengetahui siapa itu tua Renan dan tuan Saputra menjadi sangat terkejut.


Ternyata tuan Saputra adalah pemimpin bayangan di wilayah Lakertown untuk bisnis ilegal.


"itu sebabnya aku ingin kau meminta maaf kepada siapa pun yang kau pukuli hari ini!" ujar Vista kepada Edgar.


"baik paman, aku akan melakukannya!" ujar Edgar dengan sedikit gugup.


***

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Rizki.


Frans saat ini telah sadar dan memegangi kepalanya yang masih terasa sakit karena terkena pukulan dari pengawal Edgar.


“apa yang terjadi?!” tanya Frans yang masih memegangi kepalanya.


“hey Frans bagaimana kedaaan mu?!” tanya Rizki yang baru datang membawa secangkir teh untuk Frans.


“aku baik baik saja!” jawab Frans dengan lemas.


“bagaimana dengan Dina dan Alice?!” tanya Frans yang cemas.


“mereka sudah pulang dari tadi malam!” jawab Rizki dengan pelan.


"Siapa yang mengantar mereka?!" tanya Frans kepada Rizki.


"Dina di jemput oleh Dian dan Putri!" jawab Rizki dengan cepat.


"sedangkan Alice dia pulang dengan taxi!" tambah Rizki kepada Frans.


“Syukurlah, aku mengira Edgar berhasil membawa Alice!” Ujar Frans dengan pelan.


“sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu!” tambah Rizki dengan pelan.


"kau harus memulihkan kondisimu dulu!" ujar Rizki kepada Frans.


Akhirnya Frans pun beristirahat untuk memulihkan kembali kondisinya.


Tidak lama kemudian Frans pun sudah tertidur dengan pulas.


Rizki yang sudah memastikan itu pun segera keluar rumah.


Dan menuju halaman belakang yang dirubah oleh Rizki menjadi tempat latihan.


Untuk orang awam tidak akan menyangka bahwa ini adalah tempat berlatih beladiri.


Semua ini hasil dari rancangan kakeknya yang sedikit di modifikasi oleh Rizki.

__ADS_1


Namun disini Rizki bisa memilih untuk menambah kelebihan apapun itu.


Rizki hanya tinggal sedikit merubah susunan kayu dan karet itu.


Namun saat ini dihalaman belakang sudah ada empat orang berdiri dihadapan Rizki.


Mereka menggunakan topeng dan terlihat sangat misterius sekali.


“siapa mereka berdua?!” tanya Rizki dengan serius.


“mereka berdua merupakan adik seperguruan kami!” ucap salah seorang pria yang berdiri di depan.


“kenapa kalian membawa adik seperguruan kalian?!” tanya Rizki yang terlihat sangat serius.


Rizki sangat berbeda dengan kesehariannya yang selalu berpenampilan culun dengan kacamata besar.


Lalu baju yang sengaja dia masukan kedalam celanannya dengan rapih.


Namun kali ini Rizki terlihat sangat berbeda, mungkin jika ada yang melihatnya.


Akan banyak orang yang tidak akan mempercayai bahwa ini adalah Rizki yang mereka kenal selama ini.


“mereka akan sangat membantu kita!” ujar pria yang berada di depan.


“yang ini namanya Helena, dia ahli dalam segala hal jenis racun, pandai mengintai dan menyamar!” ujar pria itu memperkenalkan wanita disebelah kanannya.


“sedangkan ini adalah Lian, dia merupakan kakak dari Helena, keahliannya adalah tentang obat obatan atau bisa kita katakan seorang dokter!" ujar pria satu lagi memperkenalkan pria yang berada disebelah kirinya.


"namun Lian mampu membunuh atau melumpuhkan musuh hanya dengan menyerang salah satu titik saraf orang tersebut!” tambah pria itu kepada Rizki.


Rizki yang mendengar penjelasan itu kemudian tersenyum dan masuk kedalam rumahnya.


"setidaknya jangan buat kami kecewa!" ujar kedua pria itu kepada Helena dan Lian.


"Baik tuan!" ujar keduanya dengan kompak.


Tidak lama kemudian Rizki pun kembali dengan sebuah cangkir di tangannya yang berisikan air.

__ADS_1


Air itu terlihat sangat jernih namun mereka berempat tidak ada yang tahu apa maksud Rizki membawa air itu dihadapan mereka.


__ADS_2