Penguasa Culun

Penguasa Culun
Ulang Tahun Tuan Renan 3


__ADS_3

Kue itu menarik perhatian seluruh tamu undangan.


Bahkan beberapa boss terlihat ambisius dengan kue itu.


Jika dilihat secara umum, kue itu hanya lah kue ulang tahun biasa.


Yang terlihat mewah dengan riasan emas di sekelilingnya.


Diatas nya tertulis beberapa arah mata angin, seolah olah menggambarkan sebuah wilayah.


"Tuan Saputra, silahkan lewat sini!" Ujar pelayan Fidz menunjukan kursi Bagas, Rizki dan Dina.


Pelayan Fidz mendudukan semua orang sesuai dengan tempatnya !


Bagas berada di urutan terbaik ke dua, diikuti oleh Rizki dan Dina.


Urutan selanjutnya tidak lagi penting, itu hanya di isi oleh boss lain di lingkaran ilegal kota Nozel.


Semua orang menerima nya dengan baik, karena tidak ada yang lebih pantas duduk di kursi itu selain Bagas.


Tidak lama kemudian, mereka semua mendengar langkah kaki di ikuti oleh tawa yang keras dan hangat.


"Aku minta maaf karena membuat semua orang menunggu lama!" Ujar tuan Renan dengan tersenyum.


Tuan Renan masuk dengan pakaian yang elegan, wajahnya terlihat berwarna merah muda dan terlihat sangat sehat.


"TUAN RENAN!!" teriak semua orang dan segera berdiri memberikan hormat.


Dina yang terlihat ingin bangkit dan memberi hormat.


Namun setelah melihat jika Bagas dan Rizki tidak bergeming, dia pun mengurungkan niatnya.


"Rizki!" Panggil Dina dengan berbisik.


Tapi Rizki hanya diam saja dan tidak bergeming.


"Tidak apa apa, kamu tidak perlu terlalu formal kepada tuan Renan!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


Tapi bagi Dina ini bukan masalah formal atau apa pun, ini adalah masalah sopan santun dan menghormati!


Tuan Renan pun duduk di kursinya dan melihat semua orang satu persatu.


"Nona muda ini, apa kah anggota keluarga Saputra?!" Tanya tuan Renan dengan tersenyum.


Tuan Renan tidak merasa tersinggung dengan kelakuan Bagas dan Rizki.


Bahkan jika Bagas berbaring sekalipun, dia akan membiarkan dan tidak akan mengatakan apa apa.


Namun Rizki pun bangkit di ikuti oleh Dina yang langsung menyalami tuan Renan.

__ADS_1


"Halo tuan Renan, saya mendengar dari Rizki jika hari ini adalah hari ulang tahun anda!" Ujar Dina dengan tersenyum manis.


"Saya minta maaf jika hanya bisa memberikan ucapan tanpa hadiah, selamat ulang tahun tuan Renan!" Lanjut Dina dengan tersenyum.


Dia adalah seorang wanita muda yang sangat baik dan telah mengatakan semua nya dengan jujur.


Tuan Renan telah melihat banyak karakteristik manusia dan tidak ada yang mengatakannya setulus Dina.


"Terima kasih.. terima kasih!!" Ujar tuan Renan yang merasa tersentuh.


Dia benar benar merasa tersentuh, karena selama lima puluh tahun perayaan ulang tahunnya.


Hanya ada satu orang selain Dina yang mengatakan hal seperti ini dengan tulus dan dia sangat merindukannya.


"Semuanya, silahkan duduk kembali!" Ujar tuan Renan dengan tersenyum.


Tuan Renan tidak melihat kearah Bagas, dia duduk di kursi utama dan melihat kearah sekelilingnya.


Tatapannya sempat berhenti sebentar kearah Dina.


Dia masih merasakan kehangatan dari tutur kata dan sopan santun Dina.


Dina yang melihat itu, hanya merespon dengan mengangguk dan sedikit tersenyum.


Tuan Renan yang melihat itu pun mengangguk sebagai tanda balasannya.


Tuan Renan mengatakan ini murni dari sudut pandang sebagai seorang laki laki dan tidak ada hal lain.


Dina adalah gadis yang lugu, sederhana dan baik hati, tuan Renan bahkan merasa jika Rizki tidak layak mendapatkannya.


Dina yang mendengar itu sedikit merasa malu, apa kah ini pujian?


"Terima kasih tuan Renan!" Jawab Dina dengan tersipu malu.


Dina pun berbalik menatap Rizki, tetapi Rizki terlihat senang seolah olah dia lah yang sedang di puji.


Rizki hanya tersenyum, dia merasa jika tuan Renan memiliki selera yang bagus.


Tentu saja Dina adalah gadis yang baik, Rizki lebih mengetahuinya di banding orang lain.


Makan malam pun di mulai !


Tuan Renan mulai mengobrol santai dengan boss lingkaran ilegal kota Nozel lainnya.


Sementara pelayan Fidz mulai menyajikan makanan di meja makan itu.


Semua berjalan dengan cukup baik !


Tidak ada yang mengungkit masalah keluarga Vice atau tentang pengkhianatan beberapa boss di kota Nozel.

__ADS_1


Lalu tidak ada juga yang berani berbicara tentang bagaimana keluarga Saputra membantai lingkaran ilegal kota Bougenville.


Bahkan orang orang terbaik di lingkaran ilegal kota Bougenville harus mati disini.


Bahkan ada beberpa dari mereka semua yang tidak mengerti kenapa tuan Renan mengundang keluarga Saputra di perayaan ini?


Apa kah mereka telah berdamai dan akan membagi wilayah kekuasaan mereka?


Jika keluarga Saputra ada disini untuk itu maka ini semua adalah jebakan !


Tapi tuan Muda dari keluarga Saputra ada disini dengan membawa pasangannya.


Bukan kah artinya Bagas tidak akan bertindak gegabah demi keselamatan keponakannya?


Chris dan semua orang yang hadir tidak tahu apa yang saat ini sedang terjadi?


Mereka semua merasakan gugup, cemas, waspada dan gelisah dalam satu waktu.


Tapi Bagas bahkan terlihat santai dan sangat tenang.


Keponakannya bahkan ikut mengobrol dengan tuan Renan, tentang kota Nozel.


Tentang lingkaran ilegal kota Nozel dan bahkan tentang masa muda tuan Renan itu sendiri.


Mereka seperti teman lama yang telah lama tidak berjumpa satu sama lain.


Mereka mengenang peristiwa terdahulu satu sama lain, bahkan mereka tertawa bersama sama.


Itu membuat semua boss terlihat sangat senang.


Mereka merasa jika tuan Renan dan keluarga Saputra adalah teman lama.


Tidak ada unsur permusuhan diantara mereka !


Bahkan Dina beberapa kali berbicara banyak hal kepada tuan Renan.


Seolah olah seperti seorang anak yang bercerita kepada ayahnya.


Suasana makan malam ini hampir menuju pada akhirnya !


Para boss mulai santai dan mulai maju kedepan satu persatu untuk bersulang untuk tuan Renan dan Bagas.


Bagas, Rizki dan Dina tidak ada yang minum anggur kecuali teh yang disediakan.


Tentu saja tidak ada yang berani protes tentang hal itu !


Mereka hanya meminum anggur pada cangkir mereka sendiri !


Mereka sudah cukup senang melihat hal ini !

__ADS_1


__ADS_2