
Pelajaran hari ini berjalan dengan sangat baik.
Seperti biasa Rizki selalu menjadi pusat perhatian setiap dosen yang mengajar kelas itu.
"baiklah anak anak, pelajaran hari ini dicukupkan sampai disini!" ujar dosen wanita itu dengan tersenyum.
"Rizki kerja yang sangat bagus!" ujar dosen itu kearah Rizki.
Semua mahasiswa yang mendengar itu pun menyoraki Rizki.
Namun semua nya tidak ada perasaan yang iri terhadap Rizki, semuanya menganggap hal itu adalah wajar karena Rizki memang sangat pintar.
"lagi lagi dosen memberikan apresiasi untuk mu!" ujar Rendy dengan melemparkan kertas kearah Rizki.
"itu sangat tidak adil, kenapa kau selalu di anugerahi sesuatu yang sangat baik!" ujar Robin yang menepuk pundak Rizki.
Semuanya bercanda dengan riang dan saling berdiskusi satu sama lain.
Rizki merasa senang dengan keadaan ini.
Entah kenapa hatinya terasa hangat melihat semua teman dikelasnya tidak membedakan ekonomi mereka.
Semua diperlakukan dengan hak yang sama antara satu sama lain.
"bagaimana keadaan Frans?!" tanya Alice yang tiba tiba membuat semua orang terdiam.
Robin dan Rendy yang mendengar itu pun seketika melihat kearah Rizki dan Alice secara bergantian.
"memang apa yang terjadi dengan Frans?!" tanya Robin yang penasaran.
"aku kira Frans hanya malas saja makanya tidak masuk hingga tiga hari!" ujar Rendy kepada Robin.
"Rizki sebaiknya kau jelaskan kepada kami!" ujar Cleo yang merupakan teman baik dari Frans.
"Frans tidak apa apa, kemarin dia hanya sedikit terkena pukulan oleh orang lain hingga Frans tidak sadarkan diri!" ujar Rizki menjelaskan kepada mereka.
__ADS_1
"siapa yang berani memukul anggota keluarga Lyle?!" tanya Cleo yang mulai marah.
"Cleo kau harus tenang, semuanya sudah baik baik saja!" ujar Rizki kepada Cleo.
"itu benar, Rizki pasti mengatakan hal yang sebenarnya jadi kita harus percaya kepadanya!" ujar Robin dengan menengahi mereka semua.
"Cleo kau jangan menyalahkan Rizki, itu semua karena salahku!" ujar Alice kepada Cleo.
"benar itu adalah salah Alice!" ujar Dian yang memanas manasi Cleo.
"apa maksudmu?!" tanya Cleo yang bingung.
"Alice membuat seorang pria marah kepadanya, hingga mengejarnya kerumah si culun ini!" ujar Putri yang menunjuk Rizki.
"lalu kenapa Frans yang harus menerima pukulan itu?!" tanya Cleo yang bingung dengan semua ini.
"itu rahasia. Namun yang jelas keluarga Lyle dan keluarga pria yang memukul Frans mereka setara!" ujar Dian menjelaskan kepada semua orang khususnya Cleo.
Cleo yang mendengar itu sedikit merasakan emosi di hatinya.
"apa keluarga pria itu bisa menahan serangan dua keluarga sekaligus?!" tanya Cleo yang memukul meja.
Keluarga Widjaya dan keluarga Lyle sudah menjalin kerja sama yang telah berlangsung sangat lama.
Kakek buyut mereka adalah sahabat sehidup semati.
Itu yang membuat keluarga Widjaya dan keluarga Lyle terhubung dengan sangat baik.
Apapun masalah keluarga Widjaya, keluarga Lyle pasti akan membantu mereka dan itu pun berlaku sebaliknya.
Jadi ucapan Cleo adalah ucapan yang masuk akal.
Selain itu juga sekaligus merupakan ancaman untuk semua keluarga yang ingin bermasalah dengan keluarga Lyle atau keluarga Widjaya.
"kau harus sabar Cleo!" ujar Rizki dengan pelan.
__ADS_1
"lagipula Frans sudah baik baik saja!" tambah Rizki kepada Cleo.
"jika kau ingin melihatnya, kau boleh ikut ke rumah ku untuk pulang nanti!" Lanjut Rizki dengan tenang.
Dian dan Putri yang melihat bahwa Cleo sudah terpancing emosinya.
Membuat mereka sangat ingin memanasi Cleo untuk melimpahkan kesalahan kepada Rizki.
"Cleo apa kau tahu, semua ini adalah salah si culun itu benarkan?!" tanya Dian kepada Putri dengan meledek.
"itu benar, jika Frans tidak datang kerumah si culun itu pasti Frans saat ini baik baik saja!" ujar Putri dengan ekspresi kesal.
"Kenapa kalian selalu memojokan Rizki?!" tanya Dina kepada kedua sahabatnya.
"dua nenek ini mulai lagi!" ujar Robin yang mengejek Dian dan Putri.
Sementara Cleo yang mendengar itu langsung berlari keluar ruangan dan pergi.
Rizki yang melihat itu pun merasa bersalah dengan Cleo dan Frans.
"Rizki kau jangan merasa bersalah!" ujar Rendy menenangkan Rizki.
"benar, semua ini bukan salahmu!" ucap Robin dengan menepuk pundak Rizki.
"jangan kau dengarkan kedua nenek nenek ini!" ucap Rendy kepada Dian dan Putri.
Dian dan Putri yang melihat itu menjadi sangat marah kepada Rendy.
"apa kau bilang, dasar laki laki bodoh!" ujar Dian yang hendak memukul Rendy.
Rizki yang melihat itu langsung berdiri dan meninggalkan kelas.
Dina dan Alice yang melihat Rizki keluar, mereka berdua berinisiatif hendak mengejar Rizki.
Namun ternyata Dina sudah terlebih dahulu keluar mengejar Rizki.
__ADS_1
Hal ini membuat Alice mengurungkan niatnya untuk mengejar Rizki juga.
"sebaiknya ku biarkan Rizki dengan Dina!" ucap Alice dalam hatinya.