
"tuan apa Edgar melakukan kesalahan kepada mu?!" tanya Hanser yang ragu.
"dia sedikit menyinggung diriku!" ujar Bagas dengan tenang.
"aku akan pergi, ayo Bryan!" ujar Bagas dengan tersenyum.
“Namun aku hanya mengingatkan mu, untuk sampaikan pesanku untuknya!” ujar Bagas yang berjalan mendekati Hanser.
Hanser yang melihat Bagas berjalan kearahnya menjadi sangat ketakutan.
Semua pengawal keluarga Flick yang melihat bahwa tuannya sangat ketakutan.
Segera menghalangi Bagas yang sedang berjalan mendekat.
Bagas yang melihat itu pun tertawa dengan keras.
“apa yang kalian inginkan?!” tanya Bagas kepada pengawal keluarga Flick.
Tatapan Bagas terlihat sangat mengerikan.
Bahkan seperti hewan buas yang menatap para mangsanya.
"KALIAN SEMUA HENTIKAN!!" teriak Hanser kepada anak buahnya.
Seketika seluruh anak buahnya menjauhi Bagas dan Bryan.
“tuan aku mohon maafkan anak ku jika dia sudah berbuat salah terhadapmu!” ucap Hanser dengan gugup.
“tidak tuan Hanser, aku hanya ingin anak mu meminta maaf kepada pemuda yang telah dia pukuli malam ini!” ujar Bagas dengan tersenyum.
“besok di universitas kota Nozel anak mu harus meminta maaf!” ucap Bagas dengan serius.
“baiklah aku akan menyuruhnya melakukan itu!” ujar tuan Hanser dengan cepat.
“jangan beritahu kepada siapapun tentang kedatanganku!” ujar Bagas yang berjalan keluar.
“satu lagi, anak mu jangan pernah membuka rahasia ini kepada siapapun termasuk pemuda itu!” ujar Bagas dengan sedikit mengancam.
“baik tuan, aku akan mengikuti semua instruksi mu!” ujar Hanser dengan patuh.
Bagas yang mendengar itu pun, langsung berbalik dan berjalan keluar dari rumah keluarga Flick.
__ADS_1
Bagas berjalan dengan santai seperti tidak terjadi apapun.
Setelah Bagas pergi, tuan Hanser pun segera mengeluarkan telponnya dan segera menghubungi anaknya yaitu Edgar.
Sementara itu Edgar saat ini sedang berada di sebuah bar.
Edgar saat ini bersama dengan dua wanita cantik yang selalu menggodanya.
Tidak lama telepon nya berdering dengan kencang.
“dimana kau anak sialan?!” teriak tuan Hanser dengan emosi.
“ayah ada apa?!” tanya Edgar yang panik.
“cepat pulang atau kau akan melihat keluarga kita hancur!” teriak Hanser dengan sangat keras.
Edgar yang mendengar itu seketika langsung bangun dari pelukan para wanita penghibur.
Lalu bergerak keluar dari ruangan itu dengan tergesa gesa.
“kalian segera cari tahu apa yang terjadi!” perintah Edgar kepada kedua pengawalnya.
Bagaimana teriakan dan hinaan dari ayahnya yang tadi di ucapkan masih diterngiang ditelinganya.
Edgar belum pernah melihat ayahnya semarah ini terhadapnya.
Ayahnya selalu memperlakukan semua anaknya dengan baik meskipun ayahnya sangat di benci oleh banyak orang karena kelicikannya.
“kita harus segera kembali kerumah tuan!” ujar salah seorang pengawal kepada Edgar.
“baiklah kalian percepat mobilnya!” ujar Edgar dengan bingung.
"apa yang terjadi dirumah?!" gumam Bagas dalam hati.
"apa kita telah menyinggung orang kuat?!" tanya Edgar kepada bawahannya.
"tidak tuan, satu satunya pria yang kita pukuli hanya pemuda itu!" ujar Bawahannya menjelaskan.
"tapi kenapa ayah begitu marah kepadaku?!" tanya Edgar yang bingung.
Mobil Edgar pun telah tiba di halaman keluarga Flick yang luas dan telah banyak mobil yang tiba.
__ADS_1
"kenapa begitu banyak orang?!" tanya Edgar kepada salah seorang pengawal keluarganya.
"maaf tuan muda, tuan Hanser memanggil semua anggota keluarga Flick untuk menunjuk penerusnya!" ujar bawahan itu kepada Edgar.
"apa kau bilang?!" tanya Edgar yang terkejut.
Edgar pun segera berlari masuk kedalam rumah untuk menanyakan kebenaran kepada ayahnya.
Meskipun Edgar masih sangat muda, sebenarnya dia memendam keinginannya untuk menjadi kepala keluarga Flick.
Maka dari itu dia selalu berusaha mendekati banyak anak orang berpengaruh dan adik ayahnya sendiri yaitu Vista.
Namun kali ini ayahnya mengatakan bahwa akan menunjuk penerusnya.
Itu sama saja dengan tidak ada harapan untuknya.
Karena saat ini Edgar masih sebagai mahasiswa dan belum berkontribusi apapun untuk keluarganya.
Jelas saja itu akan menjadikan Edgar pilihan terakhir atau bahkan hanya orang bodoh yang memilihnya.
Saat masuk kedalam, Edgar sudah disuguhi pemandangan yang sangat mengerikan.
"bagaimana ini bisa terjadi?!" gumam Edgar yang bingung.
"SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN HAL INI!!" teriak Edgar yang mengejutkan semua orang.
"siapa itu yang datang? Kenapa dia berisik sekali?!" tanya seorang wanita tua dengan mengejek.
Bagaimana bisa Edgar tidak mengetahui kondisi rumahnya sendiri.
"bibi Farah apa maksudmu?!" ujar Edgar dengan emosi.
"apa keluarga mu sudah merasa berhasil karena menjalankan proyek di timur kota Nozel?!" tanya Edgar dengan menghina.
"apa kau cari mati?!" tanya seorang pria kepada Edgar.
Mendengar itu Edgar pun menoleh dan tertawa.
"apa keluarga lapisan kedua sudah mempunyai kekuatan seperti itu?!" tanya Edgar dengan merendahkan pria itu.
"HENTIKAN SEMUANYA!!" teriak Hanser yang mengejutkan semua orang di ruangan.
__ADS_1