
"Aku yang harusnya bertanya kepadamu!" ujar Rizki kepada Gordon.
"kenapa kau ingin menghabisi ku?!" tanya Rizki dengan tenang.
"tuan ku hanya mengatakan dua hal!" ucap Gordon kepada Rizki.
"yang pertama, kau adalah keluarga saputra!" ucap Gordon dengan tenang.
"yang kedua, menurut mata mata kami, saat ini kau di incar oleh salah satu kaki tangan dari Renan!" ujar Gordon menjelaskan.
Rizki yang mendengar hal itu hanya menunjukan ekspresi bingung.
"jujur saja aku tidak paham apa yang kau katakan!" ujar Rizki dengan tenang.
"lebih baik kita selesaikan saja urusan kita!" ujar Gordon yang mulai!! menyerang ke arah Rizki.
Rizki yang melihat tendangan itu pun dengan cepat menghindari itu.
Tapi Gordon masih belum selesai, dia kembali melepaskan sebuah pukulan kearah Rizki.
Namun Rizki lagi lagi dengan sigap!! dapat menahan semua serangan yang di lancarkan oleh Gordon dengan sangat baik.
Tapi entah kenapa, ekspresi Gordon terlihat sangat senang.
Entah kenapa dia merasa bahwa Rizki adalah lawan yang telah lama dia tunggu.
Rizki yang melihat itu pun seketika melancarkan serangan kepada Gordon.
Pukulan demi pukulan saling mereka berikan satu sama lain.
Namun setiap Gordon menerima pukulan, dia merasa pukulan Rizki selalu menjadi lebih kuat dan cepat dari gerakannya yang sebelumnya.
Gordon pun beberapa kali terpental karena serangan dari Rizki.
"Haha kau benar benar sangat menghibur Rizki Bayu Saputra!!" teriak Gordon dengan tertawa.
"sudah sejak lama, aku mengingkan pertarungan seperti ini!" ujar Gordon yang terlihat sangat senang.
Rizki yang mendengar itu menjadi sangat senang.
__ADS_1
"apa saat ini kau tidak lagi punya niat ingin membunuhku?!" tanya Rizki kepada Gordon.
"apa kau mengejek ku? Aku bahkan belum dapat mengenai mu sedikitpun!" ujar Gordon yang tiba tiba berubah auranya.
Kali ini aura yang di keluarkan oleh Gordon sangat jauh berbeda.
Jika tadi aura itu hanya sekedar untuk mengancam.
Sekarang aura Gordon berubah menjadi niat membunuh yang sangat kuat.
Sepertinya Gordon sangat ingin menghabisi Rizki.
Meskipun dia sadar dengan konsekuensi yang akan dia terima dari tuan Luis Braga.
Namun itu tidak masalah selagi, dia bisa menang menghadapi Rizki.
Karena selama ini, semua orang yang di hadapi Gordon selalu mengandalkan barang tanpa berani melawannya dengan tangan kosong.
Dia seperti serigala yang selalu menerkam semua lawan lawannya.
Terlebih memang Gorodn selalu saja menyendiri dan tidak pernah berbaur dengan orang lain.
Lalu tiba tiba Gordon bertemu dengan seseorang seperti Luis Braga.
Seketika Luis Braga mampu mengalahkannya tanpa duel satu lawan satu.
Setelah Gordon kalah, maka dia pun harus bersedia menjadi bawahan dari Luis Braga.
Namun entah kenapa semakin dia mengikuti Luis Braga, semakin dia merindukan dirinya yang dahulu.
Sebagai seorang penyendiri yang hanya mengandalkan kekuatannya.
Karena saat bersama Luis Braga, Gordon selalu saja melihat bawahannya memukuli orang lain dengan cara curang.
Hingga akhirnya Gordon pun di pertemukan dengan Rizki saat ini.
Anak muda yang mempunyai kemampuan seni beladiri yang sangat kuat.
Selain itu Rizki pun seperti sosok yang tidak dapat di sentuh oleh Gordon.
__ADS_1
Terlihat dari pertarungan ini, meskipun terlihat seperti jual beli serangan.
Namun serangan Gordon selalu mampu di tahan oleh Rizki.
Sedangkan serangan dari Rizki selalu mengenai anggota tubuh Gordon.
Bahkan beberapa rusuk Gordon sudah mengalami patah dan membuatnya merasakan rasa sakit.
"Sialan aku sudah tidak kuat lagi!" ujar Gordon dengan tersenyum.
"apa kau sudah menyerah?!" tanya Rizki dengan tangan yang berlumur darah.
"Sepertinya aku akan melakukan serangan terakhir!" ujar Gordon yang sedang bersiap.
"baiklah aku akan meladenimu saat terakhirmu!" ujar Rizki yang bersiap juga.
Setelah selesai dengan persiapan mereka masing masing.
mereka berdua pun bergerak dengan cepat.
Rizki melancarkan tinjunya kearah Gordon, namun dapat di hindari oleh Gordon.
Saat Rizki hendak memberikan serangan kembali, ternyata Gordon sudah menyerang dengan tendangan memutarnya kearah kepala Rizki.
Rizki yang menyadari itu pun segera melompat menghindari tendangan itu.
Namun itu belum selesai, Gordon kembali memberikan serangan lanjutan dengan tendangan yang lagi lagi di arahkan menuju kepala Rizki.
Rizki yang sudah terjebak dan tidak bisa menghindari terpaksa mengadukan pukulan tinjunya ke telapak kaki Gordon.
"KRAAAKK!!" suara nyaring yang kembali terdengar.
Rizki mundur dua langkah, sedangkan Gordon terjatuh terpental.
"BELUM SELESAI!!!" teriak Gordon yang kembali bangkit.
Namun sebelum serangan Gordon itu dapat dihindari oleh Rizki.
Gordon yang hampir terjatuh pun berhasil di tangkap oleh Rizki.
__ADS_1
Lalu Rizki pun menepuk pundak Gordon, setelah itu Rizki pun meletakan Gordon dengan posisi berbaring,
"pertarungan yang hebat tuan Gordon!" ujar Rizki dengan berbisik di telinga Gordon.