
"kau harus berjanji untuk selalu melindungi orang yang kau anggap berjasa dalam hidupmu!" Jawab Alice dengan tersenyum kearah Rizki.
Rizki yang mendengar itu pun bangkit dari tempat duduknya dan berdiri.
"baiklah aku akan berjanji kepadamu!" ujar Rizki yang mengulurkan tangan kepada Alice.
Alice yang melihat itu pun menjabat tangan Rizki dengan tersenyum.
"kau tahu, salah satu aku ke kota ini adalah untuk melindungi semua orang yang ku sayangi!" ujar Rizki dengan tenang.
"dan salah satunya adalah kamu!" ucap Rizki dengan melepas tangannya dan mengacak acak rambut Alice.
Alice yang mendapatkan perlakuan itu seketika tersenyum.
"Sebaiknya kau ingat janji itu!" ucap Alice kepada Rizki.
"aku berjanji!!" ujar Rizki dengan tersenyum.
Rizki dan Alice pun berjalan bersama kembali menuju ruangan kelas mereka.
Rizki kembali dengan penampilan culunnya sedangkan Alice sedikit memerah wajahnya karena mengingat ucapan Rizki tadi.
Hampir setiap mahasiswa maupun mahasiswi yang melihat Rizki berjalan dengan Alice.
Mereka merasa bahwa Rizki sedang di manfaatkan oleh Alice.
Beberapa mahasiswa bahkan sedikit marah karena pria culun seperti Rizki bisa berjalan bersama dengan Alice dewi mereka.
Tidak jauh dari tempat Rizki dan Alice berjalan tiba tiba Dina datang bersama Putri dan Dian.
"Rizki kau kemana saja?!" tanya Dina yang khawatir.
"Aku dari perpustakaan tadi mencari buku!" ujar Rizki dengan pelan.
"kenapa kau bisa bersama dengan Alice?!" tanya Dina kepada Rizki.
"kami tidak sengaja bertemu di perpustakaan!" ujar Rizki kepada Dina dengan tersenyum.
__ADS_1
"Dina jangan percaya dengan omongannya!" ujar Putri kepada Dina.
"benar, aku baru dapat kabar jika Rizki dan Alice sudah bertemu dari pagi!" ucap Dian yang memanasi Dina.
"aku baru saja bertemu dengan Rizki!" ucap Alice yang mencoba menghentikan pertengkaran diantara mereka.
Setelah berkata seperti itu Alice pun kembali berjalan menjauh dari mereka ber empat.
"apa kau sudah percaya sekarang?!" tanya Rizki kepada Dina.
"baiklah, tapi nanti kau harus menemani ku!" ujar Dina yang langsung berjalan menjauh.
Rizki yang melihat itu seketika bingung dengan jawabannya.
Karena dia ingin pergi kerumah keluarga Saputra untuk menanyakan tentang Ernest yang mengintai rumahnya.
Selain itu Rizki pun penasaran dengan tingkah laku Edgar yang terlihat sangat aneh pagi ini.
Banyak pertanyaan yang ingin Rizki ajukan kepada Bagas.
Namun karena ajakan dari Dina, Rizki pun bingung antara menyanggupi atau tidak.
Jadi sangat sulit untuk Rizki menolak ajakan dan keinginan Dina.
Sementara Dian dan Putri yang mendengar ajakan Dina untuk Rizki menjadi sangat senang.
"Dina kau duluan saja ke kelas, aku akan mengantar Dian ke toilet terlebih dahulu!" ujar Putri yang langsung menarik Dian.
"baiklah, aku tunggu kalian di kelas!" ujar Dina yang kembali berjalan menuju kelas.
Putri pun menarik Dian hingga sampai di toilet.
"apa yang kau lakukan?!" tanya Dian kepada Putri.
"hey apa kau lupa?! Kita harus sewa gengster untuk memukuli si culun itu!" ujar Putri yang menjelaskan kepada Dian.
"kau benar, ini kesempatan kita karena Dina pergi dengan si culun itu!" ujar Dian yang tersenyum senang.
__ADS_1
"lalu siapa yang akan kita sewa untuk memukuli si culun itu?!" tanya Dian yang bingung.
"kau tenang saja, kita akan meminta seorang yang baru saja datang dari kota Grozz!" ujar Putri dengan pelan.
"siapa namanya? Mereka bekerja dengan keluarga mana?!" tanya Dian yang penasaran dengan ucapan Putri.
"namanya saudara Hayden, saat ini kelompoknya tidak bekerja dengan siapa pun!" ujar Putri menjelaskan.
"tapi yang aku dengar saudara Hayden ini kemarin habis memukuli Ginan dan anak buahnya!" ujar Putri dengan pelan.
Mendengar itu membuat Dian sedikit bersemangat.
Penghinaan yang Rizki lakukan dan tatapan itu masih membekas di hati mereka berdua.
Apalagi dengan adanya penjelasan dari Dina yang mengatakan bahwa Rizki bukanlah orang yang mampu disinggung oleh mereka berdua.
Itu tentu saja membuat Dian dan Putri merasakan penghinaan yang luar biasa.
Keluarga mereka adalah keluarga atas yang setara, bersama dengan keluarga Flick dan Steward.
Dengan sumber daya yang melimpah, membuat sangat banyak penjaga keluarga mereka yang terlatih dengan sangat baik.
Bahkan ketua keamanan keluarga mereka sudah sampai di tahap Master beladiri.
"lalu bagaimana kita menghubungi mereka?!" tanya Dian yang bingung.
"itu sangat mudah!" ujar Putri yang tersenyum.
Setelah itu Putri pun mengeluarkan telepon genggamnya dan menghubungi seseorang.
Tidak lama setelah itu Putri pun tersenyum dan memberikan gestur 'OK' kepada Dian.
"kita akan bertemu dengan saudara Hayden dua jam lagi!" ujar Putri kepada Dian.
"dimana tempatnya?!" tanya Dian dengan senang.
"nanti akan diberitahu, lebih baik saat ini kita masuk kelas!" ujar Putri mengajak Dian.
__ADS_1
Mereka berdua pun keluar dari toilet dengan perasaan yang sangat senang.