Penguasa Culun

Penguasa Culun
Dua Lawan Satu


__ADS_3

Sementara itu Luis Braga yang melihat semua kejadian itu menjadi sedikit terkejut.


Dia tidak menyangka jika Bagas memiliki beberapa orang petarung terampil.


Bahkan salah seorang dari mereka menguasai teknik tinju besi.


Itu adalah teknik tinggi dari sebuah seni beladiri !


Hayden yang melihat ekspresi Luis Braga, sedikit menyadari keadaannya.


"Apa kita akan melanjutkan serangan kita tuan?!" Tanya Hayden kepada Luis Braga.


"Ini belum waktunya!!" Ujar Luis Braga dengan tenang.


"Jika kita kesana sekarang, itu hanya akan mengantarkan nyawa saja!" Ujar Luis Braga dengan tersenyum.


Hayden segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Larrson dan Thalita.


Setelah beberapa saat telepon itu tidak juga diangkat.


"Sialan, sepertinya mereka sudah bergerak!" Ujar Hayden yang sedikit memaki.


"Tidak apa, lagi pula hanya pemuda itu saja!" Ujar Luis Braga yang bangun dan meninggalkan gedung itu.


Berbeda dengan Luis Braga yang sepertinya tidak khawatir.


Namun Hayden merasakan khawatir di hatinya !


Dia sangat tahu bagaimana kemampuan pemuda itu.


Karena saat itu dia pernah membuntutinya namun dia dapat meloloskan diri dengan baik.


Gordon pun saat itu mengatakan jika kemampuan pemuda yang dia hadapi sangat hebat.


Hayden hanya bisa menggertakan giginya dan pergi dari gedung itu.


Sementara, saat ini Rizki sedang berjalan di sekitar pinggiran kota Nozel.


Tidak lama kemudian, dia menyadari dua orang yang telah di tunggu sudah datang.


"Akhirnya mereka datang juga!" Ujar Rizki dengan tenang.


Rizki segera berjalan kearah pinggiran kota mencari tempat yang tepat untuk menanyakan siapa mereka?


Dia pun sedikit berbelok kearah yang telah dipersiapkan oleh Bagas.


Tempat yang sepi tanpa adanya aktivitas di sekitar sini.


Rizki segera berbalik badan dan menunggu dua orang itu muncul dan terjebak.


Tidak lama kemudian dua orang itu muncul dengan kacamata hitam yang di kenakan oleh ke duanya.


"Sialan, sepertinya kita ketahuan!" Ujar Larrson kepada Thalita.

__ADS_1


"Bukan kah bagus, kita bisa langsung membunuhnya disini!" Ujar Thalita dengan tenang.


Namun berbeda dengan Thalita, Larrson merasa pemuda ini terlalu mengganggu nya.


Dia merasa jika pemuda ini bukanlah pemuda biasa !


Dia dan Thalita adalah ahli dalam mengintai dan mengawasi namun pemuda ini bisa dengan mudah menyadarinya.


"Kau harus berhati hati!" Ujar Larrson kepada Thalita.


"Apa yang kau khawatirkan, pemuda ini adalah pecundang!" Ujar Thalita dengan hina.


"Kau lihat penampilannya, bukan kah itu menjelaskan jika dia sangat lemah!" Lanjut Thalita kepada Larrson.


"Kau tidak bisa menilai seseorang hanya dari luar saja nenek tua!" Ujar Rizki dengan tersenyum mengejek.


"Apa kau bilang!!" Ucap Thalita dengan keras.


Rizki segera memasukan kacamata nya kedalam saku dan sedikit mengacak rambutnya.


"Apa kau salah satu dari teman Gordon?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.


Mendengar hal itu sontak membuat Larrson dan Thalita sedikit terkejut.


Apa dia yang menyebabkan Gordon terluka begitu parah ?


Siapa sebenarnya pemuda ini?


Dia tidak terlihat kuat? Namun dia dapat menjatuhkan Gordon bahkan membuatnya mendapatkan luka yang cukup parah.


"Ini akan sangat menyenangkan!" Ujar Thalita dengan tersenyum.


"Aku bisa membalaskan dendam untuk Gordon!" Lanjut Thalita dengan bersiap menyerang.


Rizki tetap berdiam diri dan tenang !


Bagi Larrson ini menakutkan, namun dia pun penasaran dengan cerita Gordon.


Gordon tidak berhasil memukul atau memberi serangan kepada pemuda ini.


Tanpa di duga Thalita langsung menyerang kearah Rizki dengan gerakan yang cepat.


Larrson pun tidak ingin ketinggalan dia pun segera bergerak dari arah berlawanan untuk menyergap Rizki.


Tendangan Thalita menuju kearah kepala Rizki, sedangkan tinju Larrson mengarah ke jantung Rizki !!


Kedua gerakan itu adalah gerakan yang sangat fatal !


Mereka adalah orang orang terbaik yang di miliki oleh Luis Braga !


Mereka kejam !


Tidak ada belas kasihan !

__ADS_1


Sedangkan Rizki masih berdiam dan mengambil nafas panjang seolah bersiap dengan serangan ini.


Pemandangan ini membuat Thalita menjadi sangat marah.


Pemuda ini sangat berani! Apa haknya menjadi sangat sombong!


Larrson yang menatap Rizki dan dia tiba tiba terkejut !


"Thalita hati hati!" Teriak Larrson kepada Thalita.


Larrson menyadari jika udara di sekitar Rizki tiba tiba berubah.


Tiba tiba aura yang di keluarkan oleh Rizki terasa sangat besar, seolah olah ada hewan buas yang siap menerkam mereka.


Semua terjadi dalam sekejap !


Rizki bergerak !


Dia tiba tiba menangkap tendangan Thalita dengan sangat mudah, dengan sedikit kekuatan.


Namun tiba tiba Larrson meninju tangan Rizki, tapi dapat di hindari oleh Rizki dengan baik.


Thalita sangat terkejut dengan kemampuan Rizki, bahkan saat ini dia tidak lagi meremehkannya.


Jika Larrson tidak tepat waktu mungkin kakinya saat ini sudah hancur !


"Kau jangan gegabah, Gordon pernah mengatakan bahwa dia saja tidak bisa melukainya sedikitpun!" Ujar Larrson dengan panik.


Thalita yang mendengar itu tetap saja tidak mempercayai hal itu, tuan nya saja pernah terkena serangan nya dua kali.


Meskipun dia telah berlatih lebih dari sepuluh tahun, namun tetap saja Rizki sangat luar biasa bagi nya.


Thalita segera bergerak kembali !


"Thalita tunggu!" Teriak Larrson dengan keras.


"Kau terlalu gegabah!" Ujar Rizki yang bergerak.


Pukulan Thalita dapat di hindari dengan baik, tapi Rizki berhasil menendang tubuh Thalita dengan keras.


Thalita membentur dinding dengan keras !!


Dia mengeluarkan darah dari mulutnya !!


"THALITA!!" teriak Larrson dengan keras.


Tiba tiba Rizki ada di hadapan Larrson !!


"Bagaimana dia bisa secepat ini?!" Gumam Larrson dengan terkejut.


"Jangan mengalihkan perhatian mu saat bertarung!" Ucap Rizki yang menendang tubuh Larrson.


"ARRGHH!" Teriak Larrson yang langsung memuntahkan darah.

__ADS_1


Wajah mereka berdua dipenuhi dengan ketakutan saat ini kepada Rizki.


Seolah olah mereka sedang melihat hantu !!


__ADS_2