
Tuan David sangat terkejut dengan pernyataan dari Rizki dan pengakuan dari Bagas.
Dia tidak menyangka jika Rizki adalah salah satu penerus keluarga Saputra.
Bahkan dia tidak menyangka dengan semua kejadian ini.
"Jadi apakah Rizki adalah salah satu anggota keluarga Saputra?!" Tanya tuan David kepada Bagas.
"Dia adalah keluarga inti!" Jawab Bagas kepada tuan David.
"Dia adalah putra dari mendiang Bisma Yuda Saputra!" Ujar Bagas dengan tenang.
Mendengar hal itu tuan David bergetar sangat hebat.
Dia tidak kuasa menopang tubuhnya dan terduduk dengan lemas.
Ekspresi kegembiraan bersatu dengan ekspresi ketidak percayaan di tunjukan oleh tuan David.
Dia segera bangkit, berlari menuju Rizki dan memeluk nya denga erat.
Seolah olah mereka telah lama terpisah dan baru bertemu.
"Aku tidak menyangka jika kau anak dari mendiang sahabatku, Bisma!" Ujar tuan David kepada Rizki.
"Aku berhutang banyak kepada mu!" Ujar tuan David kepada Rizki.
Rizki yang bingung hanya terdiam dan tidak mengatakan apa apa.
"Aku adalah orang yang selama ini merasa bersalah atas kematian orang tua mu!" Ujar tuan David kepad Rizki.
"Apa maksudnya tuan?!" Tanya Rizki kepada tuan David.
"Andai aku tidak mengundang mereka pada acara ulang tahun ayah ku!" Ujar tuan David kepada Rizki.
"Mungkin tragedi itu tidak akan pernah terjadi!" Ujar tuan David dengan menyesal.
Novi yang mendengar hal itu segera berlari kearah Rizki.
"Tolong maafkan ayahku!" Ujar Novi kepada Rizki.
Sementara Rizki yang mendengar hal itu hanya tersenyum.
Tidak ada dendam dalam hatinya !
__ADS_1
Tidak ada kemarahan pada ekspresi wajahnya !
Dia sangat tenang seperti air danau yang sunyi.
Berbeda dengan semua orang yang merasa biasa saja.
Tapi tuan David tahu betul sikap sahabatnya, saat dia setenang air maka dia pun akan mudah meledak.
Jika benar apa yang di katakan Bagas !
Maka Rizki akan menjadi penerus yang bagus di keluarga Saputra.
"Aku tidak marah tuan!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Aku bahkan ingin mengatakan terima kasih, karena telah memberiku kesempatan belajar dengan baik!" Ujar Rizki kepada tuan David.
"Tidak apa, ayah mu telah menitipkan kamu kepada ku sebelum tragedi itu terjadi!" Ujar tuan David kepada Rizki.
"Bagas, aku akan memperkuat hubungan kita!" Ujar tuan David dengan tersenyum.
"Aku dengar si tua Ardiansyah ada disini untuk menghancurkan kota Nozel?!" Tanya tuan David kepada Bagas.
"Ahh Rizki sudah mengatur semuanya dengan baik!" Ujar Bagas kepada tuan David.
Bagas dan Rizki yang mendengar hal itu ikut merasa sangat senang.
Jika seperti ini maka kemenangan sudah di pastikan ada di pihak kota Nozel.
Rizki hanya perlu memasukan beberapa strategi baru dalam skenario yang sudah dia jalankan.
Ini akan sangat menyenangkan !
Rizki sudah menantikan hal ini, jika dia benar maka sebentar lagi akan ada serangan dari kota Castle Rock kemari.
"Sebentar lagi kita akan bersenang senang!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
Bagas yang mendengar hal itu segera tersenyum.
Dia mengerti apa yang di maksud oleh keponakannya.
Sementara tuan David dan Novi terlihat bingung dengan ucapan Rizki.
Tidak lama kemudian datang Chris beserta lima puluh orang anak buahnya.
__ADS_1
"Kami siap mengikuti perintah!" Ujar Chris kepada Bagas.
"Rizki bagaimana?!" Tanya Bagas kepad Rizki.
"Paman Chris, kau bergerak terlebih dahulu untung menghalangi serangan dari kota Castle Rock!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Paman Bagas, kau bergerak dan ajak Bryan bersama mu melewati bagian belakang!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Sisanya biarlah berjalan dengan semestinya!" Ujar Rizki dengan ekspresi gembira.
"Baiklah kita akan bergerak sekarang!" Ujar Bagas yang langsung mengajak Bryan.
Chris pun segera bergerak sesuai rencana Rizki.
Sementara tuan David dan Novi hanya dapat terdiam.
Mereka terkejut melihat Rizki !
Seorang anak muda memerintahkan banyak pasukan bahkan mengatur strategi.
"Ayah siapa sebenarnya Rizki?!" Tanya Novi kepada Ayahnya.
"Kau harus perhatikan ini, kita harus mengetahuinya bersama!" Ujar tuan David kepada Novi.
Rizki segera menoleh kearah tuan David dan Novi.
"Tuan David dan Novi boleh menuju balkon terlebih dahulu!" Ujar Rizki yang langsung diantar oleh penjaga rumah.
"Baiklah, kami akan tunggu kamu disana!" Ujar tuan David yang segera pergi bersama Novi.
Tidak lama kemudian datang seorang dari balik bayangan.
Pria itu terlihat sangat menghormati Rizki !
"Jhon, kau bawa para singa mengikuti dari belakang paman Bagas!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Bukan kah disana ada saudara Bryan?!" Tanya Jhon bingung.
"Kau akan tahu setelahnya, jaga jarak dan perhatikan dari jauh!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Kau bertanggung jawab atas keselamatan paman ku!" Ujar Rizki dengan sedikit mengancam.
"Baik teman!" Ujar Jhon yang hormat kepada Rizki.
__ADS_1
Jhon segera pergi menjauh mengejar tuan Bagas dan saudara Bryan.