Penguasa Culun

Penguasa Culun
Undangan Kepada Anggota Baru


__ADS_3

Dalam waktu singkat, Bagas pun telah memotong satu bagian.


Setiap boss telah memegang piring mereka masing masing.


Bagas bersiap memberikan potongan kue itu kepada boss di hadapannya.


"Tuan Vista telah bertanggung jawab atas bagian barat laut kota Nozel!" Ujar Bagas dengan tenang.


"Anda dan keluarga Flick adalah pengembang bisnis transportasi di kota ini!" Ujar Bagas kepada Vista.


"Ini kue untuk anda, saya harap anda akan terus melakukan kinerja dengan baik dan membuat tuan Renan senang!" Lanjut Bagas dengan tenang.


"Tuan Vista silahkan maju!" Ujar pelayan Fidz dengan tenang.


Vista sedikit gugup menerima ini semua.


Apakah tuan Bagas benar benar memisahkan wilayah dan membaginya?


Dan dia adalah orang pertama?


Dia dengan cepat meletakan gelas anggurnya dan berjalan dengan cepat ke hadapan Bagas.


Dia dengan cepat menyodorkan piringnya dan Bagas memberi kue itu.


"Terima kasih tuan Bagas ! Terima kasih atas dukungannya!" Ujar Vista dengan hormat.


"Yang ini memiliki beberapa buah yang segar diatasnya, tuan Ginan, kau lah yang pantas untuk memimpin wilayah ini!" Ujar Bagas dengan tersenyum.


"Karena disini banyak petani yang harus kau perhatikan!" Lanjut Bagas dengan tenang.


Ginan pun langsung maju dan menerima nya dengan hormat.


"Terima kasih tuan Bagas, terima kasih banyak!" Ujar Ginan kepada Bagas.


"Dan ini untuk mu, tuan Gwen, kue dengan lapisan emas ini!" Ujar Bagas dengan tersenyum.


"Perhatikan sekitar tambang, kau yang bertanggung jawab atas wilayah ini!" Ujar Bagas kepada Gwen.


"Terima kasih tuan Bagas, terima kasih!" Ujar Gwen dengan hormat.


"Dan ini untuk.." lanjut Bagas dengan tenang.


Bagas melanjutkan memotong lima potong kue dan memberi alasan untuk setiap irisan.


Itu membuat semua orang sangat kagum kepadanya.


Jelas bahwa Bagas memahami mereka dengan sangat baik.


Chris mulai gugup, saat ini hanya ada tersisa dua irisan kue yang ada di meja.

__ADS_1


Setelah menghitung jumlah semua orang yang hadir, bahkan jika Bagas tidak menginginkannya pun.


Disana masih ada tiga orang yang tersisa termasuk dirinya.


Jadi sepertinya salah satu dari mereka tidak akan mendapatkan apa apa.


Dua boss lainnya selain Chris juga mengalami kepanikan.


Mereka tidak mengerti maksud dari Bagas ?


Apa salah satu diantara mereka harus mati ?


"Dua potong terakhir ini hampir sama, kalian berdua dapat mengambil satu potong masing masing!" Ujar Bagas dengan tersenyum.


Bagas menunjuk dua boss yang duduk bersebelahan, Chris adalah satu satunya yang tidak mendapatkan potongan.


Chris langsung merasa jatuh kedalam jurang dan itu membuat tenggorokannya kering.


Perasaan takut dan khawatir mulai hinggap di hatinya !


Apa maksud dari Bagas kepadanya?


Apa kah dia telah melakukan kesalahan?


Atau di ditakdirkan !


Dia benar benar di takdirkan untuk mati saat ini juga !


Bahkan jika Bagas tidak memberinya apa pun dia tetap tidak akan berani mengatakan untuk protes.


"Paman, kau kekurangan satu potongan!" Ujar Rizki menyadarkan Bagas.


Dina yang melihat betapa gugup dan canggungnya penampilan Chris.


Jelas masih ada satu orang lagi, apa paman Bagas sengaja meninggalkannya atau bagaimana?


"Tuan Muda Saputra tidak apa apa, saya tidak menyalahkan tuan Saputra!" Ujar Chris dengan tenang.


"Mungkin saya duduk terlalu jauh hingga dia tidak memperhatikan saya!" Lanjut Chris yang berterima kasih kepada Rizki.


Meskipun dia tersenyum tapi ekspresinya tidak bisa di bohongi jika dia merasa bingung.


Chris benar benar tidak bisa duduk dengan tenang sekarang.


"Ya ampun, tuan Renan, maafkan aku!" Ujar Bagas kepada tuan Renan.


"Matematika ku sangat buruk dan aku kekurangan satu potong!" Ucap Bagas dengan ekspresi menyesal.


"Saya sangat senang keponakan saya mengingatkan saya!" Lanjut Bagas dengan memukul dahinya.

__ADS_1


Tuan Renan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Kau kekurangan dua, apa kau tidak menginginkannya?!" Tanya tuan Renan dengan tersenyum.


Tuan Renan menatap Bagas dengan senyum yang misterius.


Ada kilatan di matanya seolah olah menunggu jawaban Bagas.


"Aku tidak menginginkannya!" Jawab Bagas dengan tenang.


"Aku punya kue di rumah ku sendiri dan itu lebih enak dari pada milikmu!" Lanjut Bagas dengan tersenyum.


"Tuan Chris, kau akan ku beri satu potong dari kue yang ada di rumah ku!" Ujar Bagas kepada Chris.


"Terima lah dan maaf kan kesalahan ku tadi!" Lanjutnya dengan tersenyum.


Pernyataan Bagas itu membuat Chris merasa jika dia terbang keluar dari jurang !


Dia hampir tidak percaya dengan pernyataan itu.


Apakah Bagas mengijinkannya masuk kedalam kelompok nya?


Apa kah itu maksud nya?


Namun ketika kemarin dia memohon pertolongan kepada Keluarga Saputra, Bagas telah menolaknya.


Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa?


Tampaknya sangat tidak sopan jika dia sampai menyetujui semua ini di hadapan tuan Renan.


Chris tiba tiba merasa berada di posisi yang sangat sulit.


Bahkan dia tidak yakin apa kah ini hal baik atau hal buruk untuk nya.


Tapi dari kelihatannya sepertinya Bagas sudah tidak lagi memandang Chris dengan buruk.


Bagas tidak berkata apa apa lagi, dia hanya memandang tuan Renan dan menunggu jawaban.


Tuan Renan juga terdiam beberapa saat.


Mereka terus memandang satu sama lain dan itu membuat Chris sangat gugup.


Di satu sisi dia sangat senang karena di terima sebagai anggota keluarga Saputra.


Namun di sisi lainnya, dia merasa tidak sopan rasanya kepada tuan Renan.


Karena bagaimana pun, tuan Renan telah banyak berjasa pada kehidupan Chris selama ini.


Itu benar benar membuat perasaan pada hati nya tidak nyaman.

__ADS_1


Dia tidak berharap jika Bagas akan mengajak nya bergabung di kelompoknya pada acara perayaan tuan Renan.


__ADS_2