
Meskipun Vista sangat terlihat mendominasi karena memang dia adalah tokoh utama.
Vista lah yang membuat keluarga Flick naik dua tingkat lebih cepat.
Semua karena keterlibatannya di bisnis ilegal kota Nozel ini.
Namun hampir saja semua usahanya hancur karena kebodohan saudaranya ini.
Edward bermimpi ingin menghajar Bagas yang merupakan bos bayangan di lingkaran ilegal kota Nozel.
Bahkan tuan Renan pun menghormatinya dan tidak pernah menyinggungnya.
Tapi salah satu anggota keluarga Flick dengan sombong dan angkuhnya ingin membunuh Bagas.
Jika Bagas tidak berbaik hati mungkin keluarga Flick saat ini sudah menjadi debu.
"Apa kalian dengar semua ucapan ku tadi?!" tanya Vista kepada semua orang.
Vista pun berjalan kearah Hanser dan melakukan gerakan menghormati.
Biar bagaimana pun Vista masih sangat menghormati kakaknya.
"sudah jangan terlalu terbawa suasana!" ujar Hanser kepada Vista.
"bagaimana mungkin keluarga kita hampir saja musnah!" ujar Vista yang masih emosi.
Semua anggota keluarga yang mendengar ucapan Vista pun menjadi bertanya tanya.
"tuan Vista maaf, apa yang kau maksud dengan keluarga Flick hampir musnah?!" tanya salah seorang anggota keluarga.
"benar tuan, coba jelaskan kepada kami!" ujar Hendry dengan memohon.
Hanser yang mendengar itu menjadi tersenyum.
"bukan kah aku sudah menjelaskannya?!" tanya Hanser kepada semua orang.
"kapan tuan menjelaskannya?!" tanya Hendry dengan bingung.
"Edward hampir membuat keluarga kita musnah karena menyinggung teman ku!" ujar Hanser kembali menjelaskan.
"bukan kah kalian melihatnya?!" tanya Hanser yang menunjuk semua mayat yang ada di halaman ruangan ini.
"dua puluh orang lebih yang berkhianat mati di tangan dua orang!" ujar Hanser kepada semua orang.
__ADS_1
Ucapan itu membuat semua anggota keluarga bergidik merasakan kengerian di dalam hati mereka masing masing.
Banyak yang menoleh untuk melihat semua mayat yang ada disini.
Itu sedikit membuat mereka sangat terkejut.
Bagaimana mungkin ada dua orang yang berhasil mengalahkan dua puluh orang.
Bahkan menyebabkan kematian disetiap orang dengan cara yang mengerikan.
Itu bisa dilihat dengan kondisi mayat yang saat ini ada di ruangan ini.
Ekspresi dan kondisinya sangat menakutkan.
Seolah olah mereka baru saja menghadapi malaikat pencabut nyawa.
"bagaimana mungkin!" ujar Theo dengan tiba tiba.
"Theo jaga sikapmu!" bisik Farah kepada Theo.
Namun bukannya berhenti Theo menjadi kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Dia berteriak dengan sangat keras seperti orang yang tidak waras.
Semua kejadian ini membuat Theo sedikit merasakan depresi karena ketakutan yang di rasakan dalam hati dan pikirannya.
Sedikit menjauhkan diri dari ibunya yaitu Farah.
"Itulah yang akan terjadi jika kalian berani berkhianat kepada keluarga kalian!" teriak Vista menunjuk Theo.
Farah yang melihat bahwa sepertinya dirinya dan Theo sudah ketahuan.
Membuat Farah menjadi sangat ketakutan.
"Alex sepertinya kita harus segera pergi dari sini!" ujar Farah dengan pelan.
"apa yang sedang kau rencanakan?!" ujar Steve yang berada di belakang Farah.
Farah yang melihat itu menjadi sangat terkejut.
Farah segera melihat keseluruh tempat dimana Alex berada.
Anak itu sudah pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"tuan Steve, kau salah dengar!" ujar Farah mencoba mengklarifikasi.
"benarkah itu miss Farah!" ujar Steve dengan senyum yang mengejek.
Melihat itu Farah sedikit merasa emosi.
Namun saat ini posisinya sedang berada di ujung tanduk karena kebodohan Edward.
Entah bagaimana Edward bisa tertangkap dan terlihat sangat menyedihkan.
Kali ini tinggal menyisakan dirinya dan Theo yang masih ingin merebut posisi kepala keluarga Flick dari tangan Hanser.
Namun seperti nya saat ini bukanlah waktu yang tepat.
"Steve bawa wanita itu kemari!" teriakan Vista yang mengejutkan semua orang.
Farah yang mendengar itu seketika menjadi ketakutan.
Yang membuat Farah langsung lari menghindari kejaran Steve.
Namun banyak pengawal keluarga Flick yang sudah menghalangi Farah untuk melarikan diri.
"BAWA MEREKA KEMARI!!" teriak Hanser dengan keras.
"Cepat bawa kemari!" ujar Vista kepada semua pengawal.
Farah dan Theo hanya bisa berteriak dengan keras.
"Jangan, tolong ampuni kami!" teriak Farah dengan keras.
"Edward kau sangat bodoh!" teriak Theo dengan marah.
"DIAM!!" teriak Vista yang membuat Theo dan Farah diam.
"Roger segera tangkap Alex dan patahkan kakinya!" perintah Vista kepada Roger.
"Baik tuan!" Roger pun segera bergerak kearah Alex berdiri dengan keringat dingin.
"Ampun tuan, jangan kau apa apakan anak ku!" ujar Farah memohon kepada Hanser.
"Itu urusan Vista, bukan urusan ku!" ujar Hanser kepada Farah.
Mendengar itu Farah segera menuju Vista dan memohon ampunan untuk anaknya.
__ADS_1
"tuan Vista tolong ampuni anakku!" ujar Farah yang memegang kaki Vista.
Namun bukannya mendengarkan Farah, Vista malah semakin marah.