Penguasa Culun

Penguasa Culun
Monster Yang Sebenarnya


__ADS_3

Sementara itu Dian dan Putri yang melihat kejadian itu pun sangat merasa terkejut.


"Apa.. Apa benar dia si culun itu?!" tanya Dian yang tidak percaya.


"aku.. Aku juga tidak tahu!" jawab Putri yang ikut terkejut.


Keterkejutan mereka bukan tanpa alasan, karena pada dasarnya mereka lah otak dari rencana untuk memberikan hukuman kepada Rizki melalui orang orang ini.


Namun kenyataannya Rizki yang mereka kenal dengan yang saat ini mereka lihat sangat jauh berbeda.


Jika biasanya Rizki adalah anak culun dengan kacamata besar dan pecundang yang terkenal di Universitas Nozel.


Tapi saat ini di hadapan mereka, Rizki menjelma menjadi sosok yang bahkan tidak mereka kenali sama sekali.


Setelah beberapa saat pikiran mereka melayang karena terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.


Tiba tiba mereka pun teringat dengan perkataan Dina tempo hari.


Saat mereka berada di perjalanan pulang dari rumah sewa Rizki.


Dina sudah berulang kali mencoba untuk memperingatkan mereka bahwa Rizki bukan lah seseorang yang mampu mereka singgung.


Bahkan jika seluruh keluarga mereka bersatu untuk memukulinya, mereka tetap bukan tandingan Rizki.


Namun perkataan Dina saat itu hanya dianggap sebagai lelucon oleh mereka berdua.


Mereka masih saja beranggapan bahwa Rizki hanya lah pecundang yang beruntung.


Tapi dengan keadaan seperti ini, mereka bahkan tidak akan pernah berani lagi mengatakan hal buruk kepada Rizki.


"apa sebenarnya Dina sudah mengetahui identitas si culun itu? Maksud ku Rizki?!" tanya Putri yang mulai mengubah panggilannya.


"aku tidak tahu pasti? Sekarang yang jelas kita sudah mendapatkan jawaban dari apa yang Dina khawatirkan tentang kita!" ujar Dian yang mencoba tenang.


Putri dan Dian pun kembali terfokus dengan pertarungan Rizki dan para bawahan dari Gordon.

__ADS_1


Saat ini sangat terlihat ketakutan di wajah dari masing masing berandal itu.


Karena kekuatan dari tinju Rizki yang sangat luar biasa bagi mereka.


Semua bawahan Gordon pun berpikir hal yang sama.


Apa Rizki adalah seorang manusia? Dia terlihat seperti Monster yang sangat kuat bagi mereka semua.


Bahkan dari dua puluh orang itu belum ada satu pun pukulan yang dapat mengenai Rizki.


Sedangkan sebaliknya Rizki bisa mengalahkan lima belas orang dari mereka dan membuat lima belas orang itu menderita patah tulang.


Meski begitu, para berandal itu tetap merasa sedikit tenang karena masih ada tuan Gordon di belakang mereka.


"SERANG!!! SERANG!!!" teriak salah seorang bawahan Gordon.


"JANGAN TAKUT! DIA SENDIRIAN!!" ujar seorang lainnya.


Namun saat mereka bergerak Rizki pun telah tiba di hadapan mereka dan mulai kembali menyerang.


Rizki menghindari tongkat itu dengan sangat baik, seolah olah itu adalah serangan dari seorang anak kecil kepada orang dewasa.


Lalu tiba tiba teriakan itu pun menghilang seperti ditelan oleh bumi.


Dua orang berandal yang tersisa semuanya terlihat ketakutan!!


Ini adalah mimpi yang sangat buruk bagi mereka.


Hingga mereka pun tanpa sadar bergerak mundur dengan perlahan dan melihat ke sekeliling mereka.


Semua teman teman mereka tergeletak tidak berdaya, mereka berdua tidak ada yang tahu apa teman teman mereka mati atau hanya tidak sadarkan diri.


Sunyi dan sepi!! Ini pertama kalinya bagi mereka melawan monster seperti Rizki.


Bahkan Dian dan Putri pun tidak dapat menghentikan ekspresi terkejut mereka dengan kekuatan Rizki yang sebenarnya.

__ADS_1


Semua terdiam dengan keadaan ini.


Disisi lain Gordon hanya menatap jam tangannya dan menunjukan ekspresi yang sangat terkejut.


Tiga menit!!! Rizki menghancurkan semua anak buahnya hanya dalam waktu tiga menit.


Ini bahkan di luar ekpektasi dari Gordon sendiri.


Sementara bawahan Gordon masih saja menatap lurus kearah Rizki saat ini.


Yang jelas mereka hanya berharap dapat selamat dari monster seperti Rizki.


Mereka terus bergerak mundur, sementara Rizki terus bergerak maju ke depan.


Gordon yang melihat hal itu pun menjadi sangat marah.


"apa kalian sudah bosan hidup?!" tanya Gordon dengan keras.


Namun teriakan Gordon itu tidak dapat di dengar jelas oleh kedua bawahannya.


Karena rasa takut dan waspada terhadap Rizki membuat mereka hanya terfokus kepada Rizki.


Gordon yang menyadari hal itu pun menjadi sangat marah, dia langsung bergerak kearah Rizki dengan cepat.


"RIZKI AWAS!!" teriak Putri dan Dian secara bersamaan.


Rizki yang sudah menyadari itu pun segera menahan serangan dari Gordon.


Dua berandal yang melihat Rizki dapat menahan serangan tuan Gordon yang menyerang tiba tiba.


Membuat mereka semakin gemetar ketakutan, hingga tidak terasa mereka berdua jatuh.


Karena kaki mereka tidak kuat menopang tubuh mereka yang ketakutan.


Sementara itu Gordon saat ini berdiri di hadapan Rizki dengan sedikit panik.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya?!" tanya Gordon kepada Rizki.


Rizki yang mendengar itu hanya tersenyum kepada Gordon.


__ADS_2