Penguasa Culun

Penguasa Culun
Harimau dan Singa


__ADS_3

Setelah urusan mengirim Sarah Keihl telah selesai, Direktur Huston dan Dina masih bertanya tanya.


Cara Rizki mengirim Sarah kemari terlalu terburu buru.


Rizki yang menyadari ekspresi Dina dan Direktur Huston hanya tersenyum.


"Tanyakan lah apa yang ingin kalian tanyakan!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Sepertinya kau sengaja mengirim Sarah ke pabrik itu?!" Tanya Dina dengan pelan.


"Itu benar, kau terkesan memiliki rencana tersembunyi untuknya?!" Sambung Direktur Huston dengan bingung.


"Aku hanya mencoba melindunginya!" Jawab Rizki dengan cepat.


Direktur Huston bingung dengan jawaban Rizki, sedangkan Dina sedikit mengerti apa maksud Rizki.


Tuan Renan telah meninggal dan karena Sarah Keihl adalah putri satu satunya jadi Keluarga Forst akan memburunya.


Terlebih, Keluarga Forst telah menderita banyak kerugian akibat Master Rey dan Tuan Renan.


Jadi membunuh putri Tuan Renan akan sedikit menenangkan mereka.


Karena hal itu lah, Tuan Renan menyerahkan keselamatan putrinya kepada Keluarga Saputra.


Dengan adanya Rizki disana, Tuan Renan merasa jika Putrinya akan baik baik saja.


Di awal pertemuan Tuan Renan dan Master Rey, sudah melihat potensi yang Rizki miliki.


Mereka merasa jika Rizki sangat mirip dengan pendahulunya di keluarga Saputra, yang sempat di sebut sebagai Harimau dari Barat.


Kekuatannya bahkan melebihi pendahulunya !


Jadi itu lah alasan, Tuan Renan meminta tolong kepada Keluarga Saputra.


Dia merasa jika putrinya akan baik baik saja selama dalam pengawasan Keluarga Saputra.


"Rizki, apa kau benar benar harus ikut masuk ke dalam sesuatu yang berbahaya?!" Tanya Dina tiba tiba.


"Ini adalah takdir yang memang harus ku pilih, kematian orang tua ku menjadi alasan kenapa aku harus masuk ke dalam hal seperti ini!" Jawab Rizki dengan pelan.


"Aku memang berharap bisa hidup dengan baik dan layaknya orang orang biasa!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Aku ingin hidup seperti orang biasa, pagi hingga sore hari bekerja dan malam hari beristirahat!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


"Tapi, kematian orang tua ku membuat aku selalu terbayang akan hal yang aku pun tidak mengerti!" Ujar Rizki kepada Dina.


"Itulah sebabnya aku selalu menghindari orang lain, karena tidak ingin mereka yang tidak bersalah terlibat!" Ujar Rizki dengan pelan.


Rizki berkata jujur atas semua hal, dia tidak perduli jika Direktur Huston harus mendengar itu semua.


Dia juga tidak akan membiarkan orang orang yang mendukungnya seperti Dina, Novi dan Tuan David ikut bertanggung jawab atas semua itu.


"Kau harus berhati hati!" Ujar Dina dengan pelan.


"Aku tidak ingin kau sampai terluka!" Ujar Dina dengan lugu.


Rizki hanya tersenyum mendengar hal itu.

__ADS_1


"Dasar anak muda zaman sekarang!" Ujar Direktur Huston dengan pelan.


***


Sementara itu ada mobil hitam yang terparkir beberapa ratus meter dari pabrik Saputra Grup.


Seorang pria di belakang stir pengemudi melihat pabrik itu dari jauh dan sesekali tertawa.


"Dia benar benar akan tinggal di pabrik ini?!" Ujar Pria itu dengan tertawa.


Miguel ada di dalam mobil dan tertawa terbahak bahak dengan sorot mata yang tajam.


"Apa apaan ini, Keluarga Saputra yang terkenal itu bahkan terlihat sangat bodoh!" Ujar Miguel dengan tertawa.


"Ini benar benar kabar baik, setelah ini aku bisa membunuh wanita sialan itu dan membuang jasadnya!" Ujar Miguel dengan tertawa.


Dia segera turun dari mobil dan menghilang di kegelapan malam.


Tapi yang tidak Miguel ketahui adalah dia seperti seekor harimau yang masuk ke kandang tiga Singa jantan !!


Sementara itu, Sarah sedang berbaring di asrama pabrik dan terlihat tersenyum.


Dia masih belum mempercayai semuanya !


Sejak kecil dia sudah tinggal di panti asuhan, meskipun mereka memperlakukan nya dengan cukup baik.


Tapi tetap bagi Sarah ada sesuatu yang hilang !


Lalu dia beranjak dewasa dan mulai hidup sendirian di kota besar negara ini.


Dia selalu merasa seperti Tuhan menciptakannya untuk hidup sendirian di dunia ini.


Sarah tidak pernah tahu siapa dia dan siapa orang tuanya.


Dia selalu merasa jika kegembiraan dan kesenangan selalu saja menjadi milik orang lain.


Tapi hari ini dia merasakan rasanya memiliki kebahagiaan.


Dia merasa itu menghangatkan dan seperti sebuah keluarga.


Sarah tidak pernah membayangkan jika dia akan mendapatkan semua itu dari sebuah perusahaan.


"Tidurlah! Mulai besok dan seterusnya aku akan bekerja keras!!" Ujar Sarah dengan pelan.


Sarah memang sangat senang hingga tidak menyadari jika malaikat maut sudah berada di dekatnya.


Ini sudah tepat tengah malam, Miguel bergerak dengan cepat seperti bayangan.


Dia bergerak dengan cepat hingga berada tepat di depan asrama.


Membunuh seseorang sangat lah mudah terlebih targetnya adalah seorang wanita biasa.


Miguel pun berjalan mendekati asrama itu dengan memegang sebuah belati.


Dia seperti Harimau yang akan menerkam mangsanya !


Tapi tiba tiba !!

__ADS_1


Miguel merasakan kehadiran yang sangat menakutkan di belakangnya !


Dia pun berhenti melangkah dan menengok kearah belakang.


Namun tidak ada siapa siapa di belakangnya !


Miguel pun melihat ke sekelilingnya dan merasakan ada tatapan yang sedang mengawasinya di kegelapan malam !


Miguel mencoba mendekati kearah tatapan itu dan menemukan sebuah lapangan yang sangat luas.


"KELUAR KALIAN!!" Teriak Miguel dengan keras.


Tidak lama setelah itu dari balik pohon keluar lah tiga orang.


Mereka adalah Ferdian, Beny dan Rodry yang memang di berikan fasilitas pelatihan yanh berbeda.


"Aku tidak percaya jika ada orang lain yang berani menyelinap kemari!" Ujar Ferdian dengan tertawa.


"Apa mungkin dia tersesat?!" Tanya Beny mengejek Miguel.


"Tapi apakah orang tersesat akan membawa sebuah belati?!" Tanya Rodyr ikut memanasi.


Tiba tiba mereka bertiga mengeluarkan ekspresi yang sangat tegas.


Seolah olah mengatakan jika Miguel adalah mangsa mereka.


"Ini adalah hadiah dari teman kita untuk ku!" Ujar Ferdian dengan pelan.


"Kau salah, dia miliku!" Ucap Rodry dengan meremehkan.


"Kalian saja belum lolos dari pelatihan tahap ke dua, jadi berlatihlah biar dia menjadi milik ku!" Ujar Beny dengan berjalan maju.


"Berhenti mengoceh, kita serang saja langsung dan siapa yang membunuhnya maka dia bisa mengklaimnya!" Ujar Ferdian dengan tenang.


Mendengar percakapan itu membuat Miguel menjadi sangat marah.


Dia adalah murid dari Alberto Carlos dari Selatan !


Apa mereka tidak mengetahui itu, hingga meremehkan dia dengan sangat buruk.


Tiba tiba ketiga orang itu mengeluarkan aura yang sangat kuat.


Miguel terkejut dengan aura yang mereka keluarkan.


Dia pun tidak menyangka jika tiga orang di depannya akan menjadi pejuang yang sangat kuat.


Mereka bertiga menatap dengan tajam kearah Miguel !


Mereka bahkan berani membicarakan hal bodoh tentang siapa yang akan membunuh Miguel ?


Sangat sombong !


Benar benar sangat berani !


Tidak pernah ada yang berani mengatakan itu kepada Miguel !


Ini adalah kali pertama ada orang yang mengatakan hal yang sombong kepadanya !

__ADS_1


__ADS_2