Penguasa Culun

Penguasa Culun
Kematian Roman Braga


__ADS_3

Bagas dan Roman Braga masih saling melemparkan pukulan mereka masing masing.


Bahkan dalam waktu lima menit ini tidak ada pergerakan dari mereka sama sekali.


Mereka hanya mengadu tinju mereka satu sama lain.


Namun setelah beberapa saat terdengar beberapa patahan.


Bagas dan Roman Braga mundur beberapa langkah.


Mereka menghentikan serangan mereka !


Bagas terlihat menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.


Namun gerakan ke sembilan dari tehnik tinju besi itu tidak dapat memberikan efek yang mematikan.


Bagas hanya terengah engah dengan darah yang mengalir dari sela jari dan mulutnya.


Sementara Roman Braga terlihat lebih mengerikan !


Kondisi tangannya tidak normal dengan banyak nya ruam hitam dan tonjolan di sekitar bagian lengan.


Tidak hanya itu bahkan tubuhnya seperti menderita luka dalam yang sangat fatal dari serangan Bagas.


"Ini tidak mungkin!" Ujar Roman Braga yang memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Kenapa kau begitu kuat?!" Tanya Roman Braga kepada Bagas dengan gemetar.


Keringat dingin membasahi wajah dan tubuh dari Roman Braga.


Dia tidak pernah merasakan ketakutan yang sangat kuat di hatinya !


Seolah olah pikiran dan hatinya mengatakan jika ajalnya sudah dekat !


Kesombongannya menghilang dari wajahnya dan hanya ada ketakutan dari ekspresi yang di tunjukannya.


Roman Braga masih tidak percaya jika dia sudah di kalahkan oleh Bagas.


Selama ini dia tahu jika Bagas tidak lah sekuat ini !


Dia menunggu momen dimana bisa membunuh Bagas dengan mudah !


Roman Braga tidak menyadari jika ada perubahan dari kemampuan Bagas.


Tapi bagaimana bisa Bagas menjadi kuat dalam waktu sesingkat ini ?


Peetanyaan itu ada dalam benak Roman Braga !


Apa karena hadirnya si culun itu?


Tapi kapan Bagas berlatih, karena selama ini dia selalu berada di samping Bagas !


Sementara Rizki dan Tuan David masih menyaksikan semua kejadian itu dari jauh.

__ADS_1


"Sepertinya ini sudah selesai!" Ujar Rizki yang mengejutkan Tuan David.


Dia masih terkejut dengan kemampuan Bagas yang sangat kuat.


Jika kekuatan itu dikatakan belum sempurna !


Lalu bagaimana kekuatan itu jika di tahap sempurna ?


Itu akan menjadi kekuatan yang sangat mengerikan !


Rizki pun berdiri dan berjalan kearah Bagas dan Roman Braga.


Tuan David yang melihat itu pun segera berjalan dan mengikuti Rizki dari belakang.


"SIALAN KAU BAGAS!!" Teriak Roman Braga yang masih memuntahkan darah dari mulutnya.


"Jangan membuang buang tenaga mu untuk teriakan yang tidak berguna itu!" Ujar Rizki dengan tenang.


Kedatangan Rizki dan Tuan David sontak saja mengejutkan Roman Braga.


"Sejak kapan kau ada disini?!" Tanya Roman Braga dengan bersiap.


"Kau tidak perlu banyak bertanya apa lagi bergerak!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Aku tidak akan menyerang orang sekarat seperti mu!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


Sementara Tuan David sudah memegang Bagas yang telah selesai bertarung.


"Apa kau tidak apa apa?!" Tanya Tuan David kepada Bagas.


"Aku hanya ingin istirahat!" Lanjut Bagas yang terduduk di tanah.


"Apa paman sudah mendapatkan jawabannya?!" Tanya Rizki dengan tenang.


"Kau benar, nasib baik untungnya masih berpihak kepada ku!" Ujar Bagas kepada Rizki.


"Jika aku tidak mempelajari tehnik itu, mungkin aku sudah mati!" Ujar Bagas kepada Rizki.


Roman Braga yang mendengar itu menjadi sangat marah kepada Rizki.


Dia tidak menyangka jika Rizki lah yang meminta Bagas mempelajari sebuah tehnik untuk bertarung melawan seniman beladiri seperti dirinya dan Bagas menang !


"Kau selalu mengacaukan rencana ku!" Teriak Roman Braga kepada Rizki.


"Aku tidak mengacaukannya, kau lah yang melakukannya sendiri!" Jawab Rizki dengan tenang.


"Aku bahkan baru menyadari kau seorang pengkhianat baru baru ini!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Semuanya sudah aku curigai dari awal saat seorang laki laki datang menemui pamanku!" Ujar Rizki yang mulai bercerita.


"Aku bisa mengukur kekuatan seseorang dari cara dia bertarung!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Aku tahu kau sengaja kalah dan di patahkan tangannya untuk menutupi semuanya!" Ujar Rizki dengan tersenyum.

__ADS_1


"Kau sangat di percaya oleh paman ku!" Ujar Rizki dengan pelan.


"Tapi kenapa kau mengecewakannya dengan pengkhianatan mu?!" Tanya Rizki dengan dingin


Tatapan Rizki kepada Roman Braga pun berubah !


Itu adalah tatapan yang sangat menakutkan !


Aura membunuh yang Rizki keluarkan pun terasa sangat kuat !


Hingga membuat Roman Braga, Tuan David dan Bagas merasakan sesak karena ketakutan.


"Apakah ini kekuatan Rizki yang sebenarnya?!" Gumam Tuan David dengan pelan.


"Bagaimana si culun ini bisa mengeluarkan aura yang menakutkan seperti ini?!" Gumam Roman Braga yang ketakutan.


Sorot tajam dari mata Rizki benar benar membuat Roman Braga tidak dapat bergerak !


Dia ketakutan dengan tatapan itu, bahkan hawa dingin telah menusuk bagian belakang tubuhnya.


"Kau tahu aku paling membenci seorang yg berkhianat!" Ujar Rizki dengan dingin.


Tidak lama kemudian para Singa telah kembali !


Mereka menangkap salah seorang anak buah dari Victor dan Yuan.


"Teman sesuai perintah mu, kami menangkap seseorang dari mereka!" Ujar Jhon yang langsung melemparkan seorang pria.


"Prediksi mu benar teman, mereka di peralat oleh satu orang bernama Luis Braga!" Ujar Jhon menjelaskan kepada Rizki.


"BANGSAT!!" Teriak Roman Braga yang takut jika rencana mereka akan terbongkar.


Dia mencoba bangkit dan berjalan mendekati pria itu dengan pelan !


Rizki tidak menghalangi Roman Braga dia hanya diam dan tersenyum.


Setelah beberapa langkah Roman Braga terjatuh dan mengeluarkan darah yang sangat banyak dari anggota tubuhnya.


Mulut, telinga dan hidung mengeluarkan darah yang sangat banyak !


Itu sangat menakutkan !


"Bukan kah aku sudah bilang, untuk jangan banyak bergerak kepada mu?!" Tanya Rizki kepada Roman Braga.


Roman Braga hanya bisa terdiam dan menatap Rizki dengan lekat.


Meskipun begitu, sorot matanya tetap tidak bisa berbohong jika dia ketakutan !


Kematian Roman Braga mengakhiri pertempuran malam ini bagi keluarga Saputra.


Lalu dengan di tangkapnya seorang anak buah dari Victor.


Berhasil membuat keluarga Saputra mengetahui siapa dalang di balik pecahnya perang antar tiga kota besar !

__ADS_1


"Ini akan semakin menarik!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


__ADS_2