
Suara patahan itu sangat terdengar dengan nyaring.
"aarrgghh sialan!" ujar pria yang mendapatkan tendangan dari Bryan.
Melihat hal itu membuat dua pria sisanya menjadi sangat marah kepada Bryan.
Sedangkan disisi lainnya, para harimau sedang menghabisi para pengkhianat yang mendukung Edward.
Suara jeritan karena tulang yang patah dan banyak nya korban yang terjatuh akibat serangan brutal dari para harimau kepada mereka.
Membuat anak buah Edward yang tersisa menjadi sangat ketakutan.
Mereka rata rata adalah anak buah Vista dilingkaran ilegal.
Tentu saja pertarungan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa untuk mereka.
Namun entah kenapa mereka sangat ketakutan hanya karena lima orang.
Mereka merasa tingkatan mereka terpaut jauh sekali.
Dua puluh orang lebih yang ada kini hanya tersisa tujuh orang saja.
Sisanya tergeletak menjadi mayat yang tidak diperdulikan.
Seolah olah mereka telah dihukum karena telah melakukan kejahatan atau kesalahan yang sangat berat.
Lima harimau itu bagaikan algojo yang bertugas untuk menghukum mereka semua karena berbuat salah.
Edward yang melihat semua itu menjadi kaku tidak berdaya.
Hatinya menjadi sangat beku dan kakinya seperti terpaku tidak dapat bergerak dan hanya diam berdiri menyaksikan anak buahnya di habisi satu persatu.
"apa ini yang membuat Hanser ketakutan?!" gumam Edward dalam hatinya.
"apa mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang!" pikir Edward yang mulai gelisah.
"apa Hanser sebenarnya sudah mengetahui rencana pengkhianatan ku?!" gumam Edward dengan ragu.
"itu berarti pria di hadapanku adalah orang bayaran Hanser!!" pikir Edward dalam diam.
Disisi lain Bryan sudah berhasil membunuh satu orang dari tiga pria yang datang bersama Edward.
"maaf saja, tadi aku sengaja memberikan kalian pukulan pertama!" ujar Bryan yang sedang mencekik salah satu dari tiga pria itu.
"anggap saja itu hadiah perkenalan dari ku!" ucap Bryan dengan sombong.
__ADS_1
"lepaskan dia ku!!" teriak salah seorang pria kepada Bryan.
"baiklah!" ujar Bryan yang mencekik leher pria itu dengan semakin kuat.
"KREEEK!" bunyi patahan dari leher pria yang di cekik oleh Bryan.
Setelah itu Bryan pun melempar jasad pria itu di depan dua orang pria yang tersisa.
Melihat itu membuat kedua orang pria yang tersisa sangat marah.
Mereka mulai menyerang Bryan dengan membabi buta.
Semua amarah mereka di lampiaskan dengan serangan kearah Bryan.
Namun serangan mereka berdua selalu dapat di hindari oleh Bryan.
Bahkan sesekali Bryan berhasil melancarkan serang balik kepada mereka berdua baik sebuah tendangan atau pukulan.
"SIAL SIAL SIAL!!!" teriak salah seorang pria yang mulai frustasi dengan keadaan mereka.
Entah mereka yang salah memilih lawan atau memang takdir mereka yang telah di tetapkan untuk mati hari ini juga.
"apa hanya segini kemampuan terbaik kalian!" ujar Bryang dengan mengejek.
Mendengar ucapan Bryan membuat kedua pria itu semakin marah.
Mereka sudah seperti orang gila yang menyerang Bryan tanpa arah sehingga memudah Bryan untuk membaca gerakan mereka.
"apa kau belum selesai saudara Bryan?!" tanya Harimau no 3 kepada Bryan.
"kami telah lelah menunggu mu!" ujar Harimau no 1 kepada Bryan.
Bryan yang mendengar itu segera bergerak dengan cepat menuju kearah pria yang menjadi bagian penahan serangan.
Pukulan Bryan melesat dengan cepat namun pria tua itu dapat menahan serangan Bryan.
Lalu salah seorang pria yang disebut kakak itu menyerang bagian rusuk Bryan dengan sebuah tendangan.
Bryan yang melihat hal itu, kembali menyerang dengan tinjunya kearah tendangan itu.
Bryan hendak mengadukan pukulannya dengan tendangan dari pria itu.
"adik hentikan!! kakimu bisa terluka!!" teriak pria yang tadi berhasil menahan pukulan Bryan.
Namun peringatan itu sudah terlambat pukulan Bryan sudah mengenai tepat di mata kaki dari pria itu.
__ADS_1
"Aarggghhh Sial!" ujar pria itu yang merasa sakit di pergelangan kakinya.
Sedang merasakan sakit yang dialaminya tiba tiba Bryan kembali memberikan pukulan di area jantung pria itu.
Seketika membuat pria itu jatuh dan mati di tempat dengan mata terbuka.
Seolah olah dia tidak percaya bahwa dia mati dikota Nozel yang relatif termasuk kota kecil.
"ADIK!!" teriak pria tua yang melihat bahwa saudaranya telah di bunuh oleh Bryan.
"apa kau masih ingin melawan?!" tanya Bryan kepada pria itu.
"atau kau ingin menyerah?!" tanya Bryan dengan angkuh.
"aku lebih baik mati daripada menyerah!" teriak pria tua itu yang menyerang kearah Bryan.
"baiklah, akan ku kabulkan permintaan mu!" ujar Bryan yang bergerak kearah pria itu.
Setiap pukulan Bryan berhasil ditahan oleh pria tua itu namun setiap kali Bryan menyerang.
Selalu menimbulkan sedikit rasa sakit pada tangan nya yang menahan serang Bryan.
"kenapa pukulannya semakin lama semakin berat!" gumam pria tua itu yang mulai panik.
Tiba tiba Bryan menendang kearah rusuk pria tua itu yang menyebabkan pria tua itu sedikit menurunkan kewaspadaannya.
Bryan yang melihat hal itu pun tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada.
Saat tendangan itu berhasil di hentikan, Bryan langsung menyerang pria itu dengan pukulan kearah area jantung pria tua itu.
Namun pria tua itu pun sudah bersiap untuk kembali menghentikan serangan Bryan.
Sedetik sebelum pukulan Bryan di tahan, Bryan mengubah gerakan tangannya yang mengejutkan lawannya.
Tangan Bryan pun berhasil menangkap pria tua itu dan mematahkan tangan pria tua itu.
"AAARRGGGHHH!!" teriakan dari pria tua itu.
Tidak berhenti disitu Bryan segera melancarkan pukulan kearah kepala pria tua itu.
Dan seketika kepala itu mengeluarkan cairan merah dan putih yang sangat kental pada setiap lubang di area kepala.
Pemandangan ini benar benar sangat menyeramkan.
Para pengkhianat Keluarga Flick benar benar sedang mengalami mimpi buruk.
__ADS_1