Penguasa Culun

Penguasa Culun
Hampir Ketahuan


__ADS_3

Rizki pun melakukan pengecekan kepada Frans


Dimulai dari kepala, tubuh dan kakinya.


Semua diperiksa dengan teliti oleh Rizki.


Untuk memastikan bahwa Frans baik baik saja dan tidak mengalami luka apapun.


Karena jika Frans sampai terluka mungkin Rizki akan sangat merasa bersalah.


Tidak lama kemudian datang Dina dan Alice yang telah kembali dari tempat persembunyiannya


Mereka pun segera menghampiri Rizki yang masih menangani Frans.


“apa yang terjadi dengan Frans?!” tanya Dina yang bingung.


Berbeda dengan Dina yang menanyakan keadaan Frans.


Alice langsung pergi kebelakang dan menyiapkan beberapa peralatan yang di butuhkan oleh Rizki.


Tidak lama kemudian Alice kembali dengan membawa air minum hangat dan air aroma terapi yang Alice buat dengan bahan seadanya.


“ini Rizki kau pasti membutuhkan ini!” ujar Alice dengan lembut.


“terimakasih!” ujar Rizki dengan cepat mengambil air aroma terapi itu.


Dina yang melihat itu menjadi sedikit cemberut.


"dasar wanita kurang perhatian!" gumam Dina yan melihat Alice.


Saat melakukan pengecekan dan dalam mengobati luka Frans sangat terlihat bahwa Rizki begitu sangat cekatan dalam hal medis.


Melihat semua kemampuan Rizki membuat Dina dan Alice makin bertanya tanya dengan identitas asli dari Rizki.


“bagaimana kau bisa memiliki kemampuan medis?!” tanya Dina yang penasaran.


“aku mempelajarinya!” jawab Rizki dengan tersenyum.


“lagipula ini hanya ilmu dasar medis!” ucap Rizki dengan lugas.

__ADS_1


"bukan kah aneh, kau seperti sangat berpengalaman meskipun hanya ilmu dasar!" ujar Alice yang membuat Rizki terkejut.


Rizki yang terkejut dengan pertanyaan Dina dan Alice sedikit bingung dengan jawabannya nanti.


"sudahlah lebih baik kalian menyiapkan sebuah makanan!" uhar Rizki dengan tersenyum.


"aku disini saja membantu mu!" ujar Dina dengan cepat.


Melihat itu membuat Alice menunjukan ekspresi yang sangat aneh dengan prilaku Dina.


Sedangkan Rizki hanya diam saja mencoba untuk fokus dengan Frans yang ada di hadapannya.


Tidak lama kemudian Rizki pun selesai mengecek semua area vital tubuh Frans dan tidak ditemukan luka serius pada anggota tubuh Frans.


“baiklah kita hanya tinggal menunggu Frans tersadar!” ujar Rizki kepada Dina dan Alice.


Saat Rizki hendak bangkit.


Dina dan Alice sudah berdiri dihadapan Rizki dengan wajah serius.


"sepertinya aku akan di interogasi!" gumam Rizki dalam hati.


Dina dan Alice pun saling menoleh dan masing masing mengajukan pertanyaan.


"siapa kamu sebenarnya?!" ujar Alice dengan cepat.


Dina yang mendengar itu sedikit merasa lega di hatinya.


Ternyata Alice tidak mengetahui identitas Rizki yang sebenarnya.


"aku bukan lah siapa siapa!" jawab Rizki dengan pelan.


"lalu bagaimana kau bertindak dengan sangat cepat?!" tanya Alice yang masih penasaran.


"apa maksud mu?!" tanya Dina yang terlihat bingung.


"apa kau tidak sadar Dina?!" tanya Alice yang mulai marah.


"saat awal kau datang, Rizki sudah meminta mu untuk memindahkan mobil mu?!" ujar Alice mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"lalu apa yang salah dengan semua itu?!" tanya Rizki yang masih tenang.


"kau sudah mengetahui jika Edgar akan kemari?!" tanya Alice kepada Rizki.


"maka dari itu, setelah kau mendengar mobil yang datang, kau segera menyuruh kami bersembunyi di belakang rumah mu yang telah di tutupi oleh karton barang barang mu!" tambah Alice dengan serius.


"lalu kemampuan mu dalam hal medis juga!" ujar Alice yang masih menanyakan tentang Rizki.


"aku tahu jika itu bukanlah kemampuan medis dasar!" ucap Alice yang marah.


"sebenarnya siapa kamu?!" tanya Alice kepada Rizki.


Dina yang mendengar itu hanya terdiam dan sedikit menangis.


Disatu sisi Dina memang sangat ingin mengetahui siapa Rizki.


Namun disisi lain Dina sangat menyukai Rizki setelah insiden di gedung bengkel dan tempat parkir mobil di Grand Mall Nozel.


"sudah lah Alice, Rizki mungkin tidak ingin identitasnya di ketahui oleh orang banyak!" ujar Dina mencoba menenangkan Alice.


Rizki yang mendengar semua penuturan Alice dan pembelaan Dina, membuatnya sedikit tersenyum.


"itu benar dari awal kami sudah curiga bahwa si culun ini menyembunyikan sesuatu dari kita!" ujar Dian yang tiba tiba masuk bersama Putri.


"Dina untuk apa kau membela si culun ini!" ujar Putri kepada Dina.


"apa kau tahu Alice, tadi saat kami bertiga sampai di rumah ini tidak lama Rizki datang menaiki Ferarri edisi terbatas!" ujar Putri kepada Alice.


"si culun ini mengaku jika itu adalah mobil temannya!" tambah Putri dengan mengejek.


"itu benar, namun siapa orang bodoh yang ingin mobilnya di kotori oleh orang miskin seperti dia!" ujar Dian yang menunjuk Rizki.


Ucapan itu membuat Dina sangat ketakutan.


"Dian jaga ucapan mu!" ujar Dina yang marah.


Dian dan Putri yang mendengar itu sangat terkejut dengan amarah Dina.


Sedangkan Alice yang sedari tadi diam saja tiba tiba tersadar dengan semua deduksinya.

__ADS_1


__ADS_2