
Setelah kepergian Chris dan Ginan dari rumahnya, Bagas segera meminta semua bawahannya berkumpul.
Tidak lama kemudian semua anak buahnya sudah berkumpul di lapangan yang berada di belakang rumah Bagas.
"Apa kalian tahu jika lingkaran ilegal kota Nozel sedang di terpa badai dari Bougenville?!" Tanya Bagas kepada bawahannya.
"Kami tahu tuan!!" Teriak semua orang dengan keras.
"Saat ini Jill Vice belum menyerang kita!, entah memang karena kita bukanlah target mereka atau kita adalah bagian terakhir!" Ujar Bagas dengan tenang.
"Tapi jika mereka benar menyerang kita apakah kalian siap?!" Tanya Bagas dengan keras.
"Siap tuan!!" Teriak semua orang kepada Bagas.
"Apa kalian sudah siap berperang?!" Teriak Bagas lagi dengan keras.
"SIAP TUAN!!!" teriak semua orang yang semakin keras.
"Terimakasih karena kalian telah setia dengan keluarga Saputra!" Ujar Bagas dengan tenang.
"Jika terjadi sesuatu kepada ku, kalian jadikanlah Rizki sebagai pemimpin kalian!" Lanjut Bagas dengan tenang.
"Sekarang kembali berlatih dan perkuat diri kalian masing masing!" Perintah Bagas yang kemudian masuk kedalam.
Semua anak buahnya pun segera berlari menuju ruang latihan yang sudah di sediakan oleh Bagas.
Bahkan lima harimau saat ini sudah kembali berlatih di dalam ruangan khusus yang di rancang oleh Bagas.
Bagas pun duduk dengan tenang di ruang kerjanya bersama Bryan.
"Apa kau sudah mencari tahu, siapa itu Jill Vice?!" Tanya Bagas kepada Bryan.
"Sudah tuan, Saudara Ernest telah memberi tahu semuanya!" Ujar Bryan dengan tenang.
__ADS_1
"Ceritakan gambaran kekuatannya kepada ku!" Ujar Bagas yang mulai menuangkan minuman kedalam gelasnya.
"Jill Vice adalah boss lingkaran ilegal kota Bougenville, dikatakan jika kekuatannya setara dengan tuan Renan!" Ujar Bryan dengan tenang.
"Jill Vice mempunyai dendam kepada tuan Renan, karena Master Rey berhasil membunuh dua dari lima saudara Jill Vice!" Ujar Bryan menjelaskan kepada Bagas.
"Lalu bagaimana dengan perbandingan kekuatan mereka dan kita?!" Tanya Bagas kepada Bryan dengan serius.
"Dari yang aku tahu, tiga naga yang tersisa setara dengan Master Rey dan Jill Vice sendiri setara dengan tuan Renan itu sendiri!" Ujar Bryan menjelaskan kepada Bagas.
"Apa kau sudah selesai dengan teknik yang terakhir ku berikan?!" Tanya Bagas kepada Bryan.
"Sudah tuan, aku sudah menguasainya tinggal sedikit penyempurnaan!" Ujar Bryan kepada Bagas.
Bagas yang mendengar itu pun tersenyum kearah Bryan dan menepuk pundaknya.
Lalu pergi meninggalkan Bryan di ruang kerjanya.
Bagas pun menuju kearah balkon rumahnya dan membuat teh dengan tersenyum.
Bagas tentu tahu, jika Ginan dan Chris akan berhadapan kembali dengan Jill Vice cepat atau lambat.
Meskipun itu akan menjadi hari kematian untuk Ginan dan Chris !!
Bagi Bagas itu adalah masalah mereka berdua jika tidak dapat melindungi anak buahnya.
Bagas hanya berpikir tentang keluarganya yang harus dia lindungi, karena itulah tugas pemimpin.
***
Sementara itu Jill Vice saat ini sedang meminta putra nya yaitu Gio Vice untuk pergi mengunjungi keluarga Steward dan Luke.
Tuan Adrian Luke dan Tuan Fred Steward ada di depan menunggu kedatangan Gio Vice.
__ADS_1
"Tuan muda Vice, selamat datang di rumah keluarga Steward!" Ujar Tuan Fred kepada Gio.
Gio yang mendengar itu hanya masuk kedalam dan langsung duduk tanpa menghiraukan sapaan tuan Fred dan tuan Adrian.
Gio tidak datang sendirian, dia di temani oleh Red Dragon yang memang bertugas untuk menjaganya.
"Tuan muda Vice, kami bersulang untuk menyambut kedatangan mu!" Ujar Ardian yang langsung meminum anggur itu.
Namun Gio hanya menyentuh anggur itu di bibirnya, bahkan dia tidak menyentuh makanan yang ada di hadapannya sama sekali.
"Tuan Steward, bukan kah kurang menyenangkan jika hanya ada laki laki di ruangan ini?!" Ujar Ardian kepada Fred.
"Ahh kau benar, maaf kan aku tuan muda Vice!" Ujar Fred yang langsung menepuk tangannya.
Tidak lama kemudian banyak wanita muda yang cantik keluar menuju Ardian, Fred dan Gio.
Gio Vice pun akhirnya bersenang senang dengan beberapa wanita di rumah keluarga Steward.
"Kalian memang pintar menyiapkan semua jamuan ini!" Ujar Gio kepada Ardian dan Fred.
"Sekarang apa yang kalian inginkan?!" Tanya Gio kepada mereka tanpa basa basi.
"Aku bisa memberi kalian apapun yang kalian inginkan di kota Nozel!" Ujar Gio yang membuat Fred dan Ardian sedikit tersenyum.
"Tuan muda Vice, kami tidak berani meminta apapun!" Ujar Ardian dengan manis.
"Itu benar, kami hanya berharap tuan muda Vice selalu bahagia!" Tambah Fred kepada Gio.
"Kalian jangan munafik, setidak nya aku harus berterima kasih kepada tuan Fred!" Ujar Gio dengan angkuh.
"Tuan muda Vice, kami hanya berharap untuk menjadi teman anda di kota Nozel!" Ujar Ardian dengan tersenyum.
Mendengar hal itu Gio Vice pun ikut tersenyum.
__ADS_1
Itu artinya dua keluarga ini akan menjadi salah satu hewan peliharaan keluarganya.