
"Fidz cepat kemari!" panggil tuan Renan dengan tenang.
Tidak lama setelah itu datang seorang pelayan dengan penampilan yang sangat berbeda dari pelayan lainnya.
"ada apa tuan?!" tanya Fidz dengan menunduk hormat kepada tuan Renan.
"segera undang seseorang anak muda bernama Rizki dari Universitas Nozel!" ujar tuan Renan kepada Fidz.
"baik tuan!" ujar Fidz dengan hormat dan segera meninggalkan tuan Renan.
Tuan Renan pun kembali melanjutkan meminum teh bersama dengan Master Rey.
"apa aku boleh tahu, kenapa kau sangat tertarik kepada keluarga Saputra!" tanya Master Rey yang penasaran.
Tuan Renan yang mendengar itu pun tersenyum.
"awalnya aku tidak terlalu tertarik dengan keluarga Saputra!" ujar tuan Renan dengan pelan.
"apakah kau ingat peristiwa dua puluh tahun yang lalu?!" tanya tuan Renan kepada Master Rey.
"iyah aku mengingatnya, itu akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan!" jawab Master Rey dengan emosi yang mulai meluap.
"saat itu kita hampir saja mati, karena ke bodohan ku!" ujar tuan Renan yang menyalahkan dirinya sendiri.
"tidak itu bukan salah mu saja, tapi salah kita berdua!" ujar Master Rey yang membela sahabatnya itu.
Tuan Renan yang mendengar itu pun tersenyum dan melihat kearah Master Rey.
"pada saat itu kita telah sepakat untuk menjadi salah satu hewan peliharaan dari keluarga kuat di Selatan!" ujar tuan Renan dengan sedikit tenang.
"kita terpaksa melakukan itu demi kehidupan yang lebih baik!" ujar tuan Renan kepada Master Rey.
__ADS_1
"namun lihat keadaan kita sekarang!" ujar tuan Renan dengan sedikit emosi dalam nada bicaranya.
"kita seperti seekor hewan yang menurut dengan perintah majikan!" ujar tuan Renan yang mulai emosi.
"setelah kejadian itu, keluarga Forst selalu memaksa kita untuk mengikuti perintahnya!" ujar tuan Renan yang masih bercerita.
"namun tiba tiba keluarga Forst di buat berantakan oleh salah seorang dari keluarga kuat di kota ini!" ucap tuan Renan kepada Master Rey.
"siapa yang kau maksud?!" tanya Master Rey yang penasaran.
"orang itu sangat terkenal di lingkaran hukum maupun ilegal!" jelas tuan Renan kepada Master Rey.
"namun dia tidak pernah menonjolkan kekuatannya dihadapan orang banyak untuk menjadi pusat perhatian!" ujar tuan Renan dengan tersenyum.
"apa dia salah satu anggota keluarga Saputra?!" tanya Master Rey yang mulai tidak sabar.
"kau benar, dia adalah Hirumi Taki Saputra seorang pensiunan angkatan bersenjata di Negara ini yang mendapat julukan Harimau dari Utara!" ucap tuan Renan dengan santai.
"lalu apa itu juga alasanmu untuk tidak mengijinkan ku membunuh Bagas?!" tanya Master Rey yang penasaran.
"aku tidak tahu, namun sejak peristiwa itu aku merasa berhutang budi kepada keluarga Saputra!" ujar tuan Renan dengan tenang.
"jadi apa alasan mu mengundang anak muda itu? Bukan kah kau akan membuat Bagas sangat marah?!" tanya Master Rey yang bingung.
"dia bisa datang kapanpun kemari, tapi dia belum tentu bisa keluar dengan baik dari sini!" ujar tuan Renan dengan tenang.
"aku hanya ingin menguji anak muda itu, apa dia sekuat pendahulunya atau dia hanya sampah seperti Bagas!" ujar tuan Renan dengan menyesap tehnya.
"baiklah, apa kau ingin aku menemanimu nanti saat bertemu dengan pemuda itu atau aku harus pergi?!" tanya Master Rey kepada tuan Renan.
"kau harus tetap ada disini namun jangan perlihatkan wujudmu!" ujar tuan Renan dengan tenang.
__ADS_1
"baiklah jika seperti itu!" ujar Master Rey yang meminum tehnya.
"seperti biasa teh mu memang yang terbaik!" ujar Master Rey yang membuat tuan Renan tersenyum.
...****************...
Sementara itu di Universitas Nozel hari ini terlihat sangat sedikit Mahasiswa yang datang untuk menghadiri pelajaran hari ini.
"karena satu minggu lagi kita akan ada ujian, maka ini adalah materi terakhir yang akan saya sampaikan kepada kalian!" ujar salah seorang dosen wanita.
Rizki dan yang lainnya tetap memperhatikan dengan baik tanpa sedikitpun merasa jenuh.
"aku harus segera mencari dimana tuan Renan itu berada!" gumam Rizki dengan pelan.
Selain itu Dina masih sedikit mengkhawatirkan Rizki.
"apa yang akan dia lakukan?!" tanya Dina dalam hati.
"semoga saja Rizki akan baik baik saja!" gumam Dina dalam hatinya.
Dina yang telah mengetahui siapa Rizki sebenarnya menjadi merasa kasihan dengan kepribadian Rizki.
Ternyata Rizki menjadi culun bukanlah tanpa alasan, namun karena menutupi jati dirinya yang sebenarnya kepada orang lain.
Dengan berpenampilan culun, Rizki berharap bahwa dia bisa menjauh dari masalah masalah yang tidak perlu.
Biarlah orang lain menganggap bahwa Rizki adalah si culun dan pecundang.
Namun bagi Rizki itu semua tidak ada pengaruhnya untuk dirinya sendiri.
Rizki tetap menjadi pribadi yang baik walaupun sudah sering di cemooh bahkan di hina oleh banyak Mahasiswa disini.
__ADS_1