
Itu gerakan yang sangat cepat sekali.
Bahkan Helena pun tidak dapat mengikutinya dan melepaskan Rizki yang menyerang kearah Lian
Lian pun yang melihat itu sedikit merasa gemetar di hatinya.
Pukulan itu seperti teknik tinju biasa namun terasa sangat berbeda dengan teknik tinju yang lain.
Kecepatan tinju itu bahkan menyebabkan sebuah suara yang sangat nyaring di telinga semua orang.
Lian yang melihat pukulan itu membuat kakinya tidak dapat bergerak untuk menghindar.
Helena yang menyadari itu pun berteriak dengan keras agar Lian menghindari serangan itu.
Namun Lian tidak dapat menggerakan kakinya sama sekali.
Lian merasa jika aura tinju yang dilepaskan oleh Rizki terasa sangat menekan dan mengancam.
Bahkan Lian merasa jika tinju itu mengatakan bahwa dirinya akan Mati.
Tepat sebelum tinju itu mengenai Lian.
Rizki mengubah arah serangannya dipinggir telinga Lian.
"Wushh!"
Angin dari pukulan itu membuat telinga dan bahu Lian sedikit merasakan sakit.
Melihat tinju Rizki berada di sampingnya membuat Lian sangat ketakutan.
Hingga luka yang ada di bahu dan telinganya tidak terasa sakit.
Helena pun sangat ketakutan setengah mati.
Dia tidak bisa membayangkan jika Kakaknya Lian akan mati hari ini.
Sedangkan dua orang pria misterius yang melihat itu seketika menelan ludahnya.
Dengan sedikit keberanian kedua pria itu pun maju di hadapan Rizki.
__ADS_1
"teman tolong ampuni adik seperguruan kami!" ujar salah seorang pria.
"itu benar teman, tolong ampuni mereka!" ujar pria yang satu lagi kepada Rizki.
Sementara Lian dan Helena langsung terjatuh dan berlutut kepada Rizki.
"bangun, tolong maafkan aku!" ujar Rizki kepada Helena dan Lian.
"aku tidak bermaksud meragukan kemampuan kalian!" ucap Rizki dengan tenang.
"aku bahkan percaya dengan kemampuan kalian, karena kalian adik seperguruan dari teman temanku ini!" ujar Rizki kepada mereka berdua.
“kalian akan menjadi kekuatan utama ku, berlima dengan Tyson Brock!” ujar Rizki yang membuat semua orang bersemangat.
“terimakasih tuan!” ujar Lian dan Helena bersama sama.
“ah kalian tidak perlu memanggil aku tuan, saat ini kita adalah teman!" ujar Rizki kepada Helena dan Lian.
"Jadi kalian panggil aku dan mereka berdua sebagai teman!" ucap Rizki kepada mereka.
"lagi pula kalian sudah menjadi bagian dari keluarga ku!” ujar Rizki dengan tersenyum.
Mereka merupakan pengembara setelah mereka kehilangan tempat di masyarakat.
Semua terjadi karena ada tuduhan yang mengatakan bahwa mereka berdua adalah pembawa petaka.
Kemampuan mereka yang membuat masyarakat membuat tuduhan itu.
Apalagi setelah hancurnya sekte pukulan besi, membuat Lian dan Helena tidak lagi memiliki tempat tinggal untuk bertahan hidup.
Hingga akhirnya mereka pergi mengembara dan menjadi pembunuh bayaran.
Beberapa hari yang lalu mereka bertemu kembali dengan kakak seperguruan mereka.
Mereka diajak untuk bergabung bersama mereka.
Untuk membalaskan dendam mereka masing masing sekaligus membantu satu sama lain.
Hingga mereka bertemu dengan Rizki, sosok pemuda yang terlihat polos dengan tampang culunnya.
__ADS_1
Helena dan Lian heran melihat bahwa kakak seperguruannya mempunyai teman seperti Rizki.
Namun mereka akhirnya mengerti betapa mengerikannya kekuatan Rizki.
Kecepatan, kecerdasan dan kekuatannya membuat semua ingin menjadi bagian dari kelompok ini.
Selain itu Belum pernah ada orang yang menyambut mereka dengan sangat hangat seperti yang dilakukan oleh Rizki.
Bahkan Rizki tidak memperlakukan mereka sebagai bawahan.
Namun sebagai teman yang menjadi kan mereka semua terhubung satu sama lain.
Tentu saja itu membuat mereka sedikit merasa terharu dengan semua ini.
“baiklah kalian, apakah ada yang ingin kalian laporkan?!” tanya Rizki dengan serius.
“kami menemukan seseorang yang mengawasi rumah ini dari kemarin!” ujar salah seorang pria yang membawa Ernest kehadapan Rizki.
“astaga, ini adalah keluarga kita?!” ujar Rizki dengan terkejut.
“kalian segera tinggalkan tempat ini dan kembali berlatih!” ujar Rizki dengan cemas.
“segera perkuat kekuatan kalian agar kita bisa bersama sama membalaskan dendam kita masing masing!” ujar Rizki dengan pelan.
Mendengar itu keempat orang tersebut segera pergi meninggalkan Rizki yang mencoba mengangkat Ernest kedalam rumahnya.
Setelah semua sudah selesai Rizki pun masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Karena Rizki harus menuju perpustakaan universitas untuk belajar lebih banyak agar segera lulus dari universitas Nozel ini.
Karena pada dasarnya Rizki menuju kota Nozel tidak lain dan tidak bukan karena mengikuti petunjuk dari mendiang kakeknya.
Namun saat berbaring, Rizki tiba tiba kembali mengingat kejadian dimana dirinya mendapat caci dan maki dari Putri dan Dian.
Sedangkan Dina dan Alice hanya menanyakan identitas Rizki yang sebenarnya.
“huh sepertinya kali ini aku sudah keterlaluan!” ujar Rizki dengan sedikit menyesali.
"aku harus minta maaf kepada mereka!" ujar Rizki dengan pelan.
__ADS_1