Penguasa Culun

Penguasa Culun
Buah Simalakama


__ADS_3

"Putri apa kita akan mengikuti mereka?!" tanya Dian kepada Putri.


Namun Putri tidak menjawab pertanyaan dari Dian.


Putri masih merasa syok karena tatapan yang di lakukan oleh Gordon tadi.


"sebaiknya kita pulang saja!" ujar Dian yang mencoba membantu Putri berdiri.


"jangan.. Jangan Dian, aku mohon kita lihat mereka!" ujar Putri yang memegang tangan Dian dengan keras.


"aku.. Aku takut dia membunuh Rizki!" lanjut Putri yang masih gugup.


Perkataan Putri membuat Dian sedikit merasakan ke khawatiran yang sama.


Itu adalah hal yang wajar karena Gordon tidak mendengarkan mereka sama sekali.


Meskipun sebenarnya mereka lah yang membayar Gordon.


Namun menurut Dian dan Putri ini tidak seperti rencana yang mereka harapkan atau sudah mereka susun.


Karena sebenarnya Dian dan Putri hanya berniat untuk memberikan hukuman kecil kepada Rizki.


Yang telah mereka anggap sudah melakukan kesalahan karena mengusir mereka pada saat itu.


Dan selain itu hubungan mereka pun retak dengan Dina yang lebih cenderung membela Rizki dibanding mereka sahabatnya, yang telah bersama sama sejak lama.


Sehingga itu sudah cukup untuk menjadi kan alasan mereka untuk memberi pelajaran kepada Rizki.


Namun saat ini orang yang mereka bayar tidak mendengarkan mereka bahkan tadi sedikit menyakiti dan mengancam Putri.


Wajar jika mereka khawatir, karena jika seperti itu keadaannya Rizki bisa saja mati di tangan Gordon.


Dan niat mereka yang hanya memberi hukuman bisa menjadi bumerang untuk Dian dan Putri.


"kita cari tempat untuk menyaksikan semuanya!" ujar Dian yang mulai memapah Putri.


"aku akan merasa sangat bersalah jika dia sampai membunuh si culun itu!" ujar Putri yang membuat Dian ikut merasa bersalah.

__ADS_1


"baiklah, mari kita cari tempat yang memudahkan kita melihat mereka!" ujar Dian kepada Rizki.


Dalam pikiran Dian dan Putri hanya ada niat mereka yang ingin memberi pelajaran kepada Rizki.


Namun bisa jadi musibah untuk mereka.


Bagaimana pun mereka hanya ingin Rizki merasakan sakit yang sementara saja dan bukan untuk menghilang kan nyawa nya untuk selamanya.


Selain itu jika benar Gordon sampai membunuh Rizki maka Dian dan Putri pun akan terlibat kasus pembunuhan.


Karena mereka lah yang membayar Gangster Hayden untuk menghajar Rizki.


Dengan kata lain Dian dan Putri adalah otak dari perencanaan itu.


Saat ini pun Dian dan Putri segera mencari tempat untuk bersembunyi dan akan melihat apapun kejadiannya.


Setelah Dian dan Putri sudah bersembunyi mereka pun melihat bahwa Gordon ada di depan rumah sewa Rizki.


Tidak lama setelah itu terliha bahwa Gordon sudah meminta anak buahnya mengurung rumah sewa itu.


"jangan biarkan dia lolos!" perintah Gordon kepada bawahannya.


Setelah bawahannya telah bersiap mengelilingi rumah sewa itu.


Gordon pun menendang pintu rumah sewa itu hingga hancur.


"segera periksa keadaan rumah ini!" perintah Gordon kepada satu anak buahnya.


"baik tuan!" jawab bawahannya yang kemudian masuk ke dalam.


Tidak lama kemudian bawahannya sudah kembali dan berbisik kearah Gordon.


"SIALAN!!" teriak Gordon yang menendang meja dihadapannya hingga hancur.


"CARI ORANG ITU!!" teriak Gordon kepada bawahannya.


Semua bawahannya pun bergerak mencari keberadaan Rizki yang seperti menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


Sementara Dian dan Putri pun bingung melihat kejadian ini.


"kemana si culun itu?!" tanya Dian kepada Putri.


"entah lah, yang jelas dia sepertinya selamat!" ujar Putri yang terlihat seperti bersyukur.


"itu benar, sekarang mari kita pergi dari sini!" ajak Dian kepada Putri.


Putri pun menjawab dengan anggukan kepalanya.


Namun saat mereka hendak pergi diam diam.


Tiba tiba saja Gordon sudah berada tepat di hadapan mereka.


"apa yang kau inginkan?!" tanya Dian yang terkejut.


"kalian telah menipu ku!" ujar Gordon yang tiba tiba mencekik leher Putri dan mengangkatnya keatas.


Dian yang melihat itu seketika menjadi sangat panik.


"hey hentikan itu, dia bisa mati!" ujar Dian yang memegang tangan Gordon.


Namun tetap saja usaha Dian sia sia, karena tenaga mereka jauh berbeda.


Tanpa belas kasihan Gordon pun membawa Putri ke depan rumah sewa Rizki dan berteriak.


"aku tahu kau ada di dalam!" teriak Gordon kepada Rizki.


"jika kau tidak keluar, salah satu teman mu ini akan mati!" ujar Gordon dengan nada mengancam.


Teriakan Putri semakin keras karena Gordon pun menambahkan sedikit kekuatannya untuk mencekik Putri.


"Rizki tolong kami, aku mohon!" teriak Dian dengan keras.


Entah buah simalakama atau memang ini adalah hukuman yang diberikan langsung kepada Dian dan Putri.


Mereka berniat jahat kepada Rizki, namun mereka saat ini berada di tangan orang yang mereka bayar sendiri.

__ADS_1


"apa kau tidak mendengarku?!" tanya Gordon dengan keras.


"atau kau memang tidak perduli dengan mereka!" ujar Gordon yang mulai kehilangan kesabaran.


__ADS_2