Penguasa Culun

Penguasa Culun
Ulang Tahun Tuan Renan 4


__ADS_3

Setelah beberapa kali menghabiskan minumannya.


Wajah tuan Renan terlihat memerah.


Hari ini tuan Renan terlalu banyak minum, mungkin ini minuman terbanyak selama sepuluh tahun terakhir.


Karena biasanya dia hanya sedikit meminum anggur dan banyak meminum teh.


"Fidz segera sediakan piring untuk kue nya!" Ujar tuan Renan dengan tenang.


Mereka sudah selesai minum dan telah banyak makan.


Jadi sudah waktunya untuk berbagi kue ulang tahun kepada semua orang.


Tetapi ketika tuan Renan berteriak mengatakan berbagi kue, semua boss menjadi gugup.


Berbagi kue di lingkaran ilegal selalu mempunyai arti yang berbeda.


Itu bukan sekedar memotong dan membagikan kue ke setiap orang begitu saja.


Itu adalah pemisahan atau pembagian kekuasaan di lingkaran ilegal !


Apakah tuan Renan akhirnya akan bergerak ?


Semua orang memiliki senyum dengan arti yang berbeda !


Namun setiap senyuman itu memiliki kecemasan pada diri mereka masing masing.


Mereka memegang gelas anggur mereka dengan gugup !


Bahkan ada yang berkeringat karena takut dan cemas !


Bagas hanya diam saja, sedangkan Rizki dan Dina yang memang dari awal tidak mengerti.


Menjadi sedikit penasaran, mengapa semua orang menjadi gugup saat membahas kue?


Bukan kah ini hanya sekedar kue ulang tahun yang dapat mereka beli ?


Itu tidak mungkin menjadi hal lain !


Pelayan Fidz telah memindahkan kue itu di dekat tuan Renan dan meletakan pisau di sebelahnya.


Dia pun telah membagikan piring pada setiap orang yang duduk di meja !


"Aku sudah berusia lima puluh tahun dan dalam lingkaran kita, aku sudah tidak lagi muda!" Ujar tuan Renan dengan tersenyum.


"Ketika saya melihat kalian semua, seolah saya melihat cerminan diri saya sendiri saat itu!" Lanjut tuam Renan dengan pelan.


"Ketika saat itu saya masih muda, memiliki banyak tenaga, kekuatan serta ambisius yang besar!" Lanjut tuan Renan dengan tersenyum.


"Saya mengejar banyak hal dan menginginkan yang menurutku itu sebenarnya tidak penting!" Tambah tuan Renan.

__ADS_1


"Namun semua itu aku lakukan demi pengakuan dan kekuasaan!" Ujar tuan Renan dengan tenang.


"Lagi pula manusia memanglah seperti itu!" Ucap tuan Renan dengan tersenyum.


"Mereka membutuhkan ambisi untuk terus memiliki alasan untuk hidup dan berjuang!" Lanjut tuan Renan dengan tersenyum.


"Karena jika tanpa adanya ambisi maka hidup ini akan terasa sia sia saja!" Ujar tuan Renan dengan tenang.


Semua orang mengangguk menyetujui pendapat tuan Renan.


Semua orang sepakat, bahwa ambisi memang penting untuk kehidupan mereka.


"Tapi setelah saya hidup begitu lama!" Ujar tuan Renan dengan pelan.


"Saya mulai berpikir, hal apa yang paling penting dalam hidup ini?!" Tanya tuan Renan dengan tersenyum.


"Chris, apa kah kamu tahu apa hal yang paling penting?!" Tanya tuan Renan kepada Chris.


"Kekuasaan, kurasa!" Jawab Chris dengan tertawa.


Tuan Renan kembali bertanya kepada beberapa orang dan mereka semua memberikan jawaban berbeda.


Mendengar semua jawaban itu membuat tuan Renan tersenyum.


Dia menggelengkan kepala menandakan bahwa semua jawaban itu salah !


"Yang paling penting adalah HIDUP!" Ujar tuan Renan dengan tesenyum.


Mereka bahkan tidak dapat menahan senyuman di wajah mereka.


Namun ketakutan ada di dalam diri mereka mendengar jawaban dari tuan Renan.


Apa kah ini jebakan? Kenapa tuan Renan menceritakan tentang hidup?


Lagi pula dari awal mereka tidak melihat Master Rey dimana mana?


Dimana Master Rey ?


Banyak dari mereka yang mulai panik !


Mereka memperhatikan saat tuan Renan mengambil pisau dan mengira jika tidak ada dari mereka yang dapat keluar.


Kue ini seperti menjadi hal terakhir yang akan mereka makan sebelum di eksekusi.


"Bagas, kamu bisa memotong kue ini!" Ujar tuan Renan dengan tiba tiba.


Tuan Renan tidak mengatakan apa apa lagi, dia hanya menatap Bagas dan mengacungkan pisaunya.


Semua orang di ruangan itu terkejut !


Bahkan Dina pun bingung !

__ADS_1


Bukan kah seorang tuan rumah akan selalu memotong kue nya?


Lalu mengapa dia meminta tamu nya yang memotong kue ulang tahun itu ?


Dia tidak bertanya lebih lanjut !


Karena acara ini dari awal sudah terlihat sangat aneh menurut Dina !


Orang orang disini juga aneh baginya. Selain Rizki dan paman Bagas, semuanya sangat aneh.


Bagas tetap duduk dengan tenang, dia merasa geli dengan tuan Renan.


"Apakah kamu tidak takut? Jika aku membawa seluruh kue itu bersama ku?!" Tanya Bagas dengan tersenyum.


Tuan Renan masih tersenyum, tetapi boss lain nya mulai sedikit gelisah.


Itu akhirnya di mulai !


Apa kah harimau dan singa akan memulai perkelahian ?


Apa kah tuan Renan akan menyerahkan Kota Nozel? Atau mereka akan membagi wilayah mereka sendiri?


Semua boss ketakutan !


"Aku akan setuju dengan apa pun yang kau putuskan!" Ujar tuan Renan dengan tenang.


"Jika kamu suka dan ingin memiliki semuanya maka kamu dapat ambil semuanya!" Lanjut tuan Renan dengan tersenyum.


Bagas yang mendengar hal itu pun menjadi tersenyum !


Dia pun bangkit dan mengambil pisau itu !


Dia melihat sekeliling dan dia bisa menyadari bahwa seluruh boss meskipun terlihat tersenyum namun mereka gugup.


Dia menggerakan tangannya untuk memotong kue itu.


"Karena tuan Renan ingin aku membagi kuenya, maka aku akan membaginya!" Ujar Bagas dengan tenang.


Semua orang masih merasa bingung dengan kejadian ini.


Apakah tuan Renan akan menyerah begitu saja ?


Atau ada rencana tersembunyi di balik ini semua?


Lagi pula semua orang tahu jika tuan Renan adalah rubah tua yang licik dan juga cerdik.


Dia selalu memiliki banyak cara untuk menjatuhkan atau mengalahkan lawannya.


Tapi ini adalah Bagas Saputra !


Seorang keturunan dari keluarga legenda di negara ini !

__ADS_1


Dan dia pun terkenal sangat cerdik dan juga selalu dapat mematahkan seluruh perkiraan musuhnya !


__ADS_2