Penguasa Culun

Penguasa Culun
Rencana Si Culun


__ADS_3

Hari ini Bagas meminta tiga orang yang di persiapkan oleh Chris.


Untuk datang dan bertemu dengan Rizki di ruangan latihan keluarga Saputra.


"Paman, apakah sudah ada informasi dari tuan Ernest?!" Tanya Rizki kepasa Bagas.


"Kemarin Ernest berkata, jika orang yang di persiapkan oleh Chris adalah anak buah terbaiknya!" Ujar Bagas dengan tersenyum.


"Kita akan coba kemampuan mereka terlebih dahulu!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Apa yang sebenarnya kau rencanakan?!" Tanya Bagas kepada Rizki.


"Kenapa, kau menargetkan tiga kota itu?!" Tambah Bagas dengan pelan.


"Sebentar lagi, akan ada serangan menuju ke kota ini!" Ujar Rizki dengan pelan.


Bagas yang mendengar itu terkejut dengan ucapan Rizki.


"Apa maksudmu? Siapa yang akan menyerang?!" Tanya Bagas penasaran.


"Aku belum tahu, yang jelas segera perkuat kekuatan kita khususnya para Harimau dan Singa!" Ujar Rizki kepada Bagas.


"Mereka sedang berlatih dengan latihan baru yang telah kau rancang!" Ujar Bagas menenangkan.


"Ngomong ngomong, siapa yang memberi tahu mu tentang rancangan pelatihan itu?!" Tanya Bagas kepada Rizki.


"Mendiang kakek, dia mengajarkan ku banyak hal termasuk beladiri!" Ujar Rizki kepada Bagas.


Bagas tidak bertanya lebih lanjut.


Dia khawatir jika Rizki akan sedih karena mengingat kakeknya kembali.


Tidak lama kemudian Chris beserta tiga orang anak buahnya telah tiba.


"Tuan Chris anda sudah di tunggu di ruang pelatihan oleh tuan muda Saputra!" Ujar penjaga itu.


"Terima kasih, tolong tunjukan jalannya!" Ujar Chris kepada penjaga itu.


"Tolong ikuti aku!" Ucap penjaga itu dengan tersenyum.


Tidak lama kemudian mereka pun telah tiba di depan pintu ruang latihan keluarga Saputra.


"Silahkan masuk, aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai sini saja!" Ujar penjaga itu dengan ramah

__ADS_1


"Baik, terima kasih!" Ujar Chris kepada penjaga itu.


Chris pun segera mengetuk pintu itu untuk meminta ijin masuk ke dalam.


"Ya, masuk tuan Chris!" Ujar Rizki dari dalam.


Mereka pun segera masuk ke dalam ruang latihan keluarga Saputra.


Disana Bagas duduk dengan santai dan meminum teh yang ada di meja.


Sedangkan Rizki ada di tengah aula seakan akan sudah menunggu mereka datang.


"Tuan Chris, kemari dan nikmati teh ini bersama ku!" Ujar Bagas kepada Chris.


"Tapi tuan..!" Ujar Chris ingin menolak.


Karena Chris ingin memperkenalkan tiga orang bawahannya ini terlebih dahulu.


"Ketiga anak buah mu, biarkan menjadi urusan keponakan ku!" Ujar Bagas dengan tenang.


Chris yang mendengar itu merasa terkejut dengan ucapan Bagas.


Pemuda ini yang akan berurusan dengan ketiga anak buah terbaiknya?


Apa yang bisa pemuda ini lakukan?


Banyak pertanyaan di benak Chris tentang Rizki.


"Baik lah tuan!" Ujar Chris yang langsung mendekat ke pada Bagas.


"Duduk lah, bukan kah kau sedang berada di rumah sendiri!" Ujar Bagas kepada Chris.


"Ingat kau adalah anggota keluarga Saputra sekarang!" Ujar Bagas kepada Chris.


"Baik tuan!" Ujar Chris yang masih tidak percaya.


Sementara itu ke tiga orang bawahan Chris ada di tengah aula bersama dengan Rizki.


"Selamat datang di rumah keluarga Saputra!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Perkenalkan saya Rizki, saya adalah bawahan tuan Bagas!" Ujar Rizki dengan tampilan culun.


"Lalu apa mau mu berdiri di hadapan kami?!" Tanya Beny yang tidak sabar.

__ADS_1


"Sebelumnya boleh aku tahu siapa nama kalian?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.


Sementara itu Chris dan Bagas masih meminum teh dengan tenang.


Namun Chris masih bingung, kenapa bukan Bryan yang menguji mereka?


Apakah pemuda itu cukup kuat untuk menghadapi tiga orang anak buahnya?


Bagas yang menyadari perubahan ekspresi Chris pun hanya tersenyum.


"Kau jangan mengkhawatirkan keponakan ku!" Ujar Bagas dengan tenang.


"Tapi tuan, tiga orang itu bisa di katakan cukup kuat!" Ujar Chris kepada Bagas.


"Tenang saja, keponakan ku tahu apa yang harus dia lakukan!" Ujar Bagas kepada Chris.


"Hey kalian bertiga, aku tidak keberatan jika kalian berhasil melukai orang ku itu!" Teriak Bagas kepada bawahan Chris.


"Setidaknya buktikan kelayakan kalian untuk menjadi bagian dari keluarga kami!" Teriak Bagas kembali dengan keras.


Tiga orang yang mendengar hal itu menjadi sedikit bersemangat.


Tuan Bagas telah memberi ijin kepada mereka untuk melukai orang culun ini.


"Baiklah, perkenalkan nama ku adalah Ferdian!" Ujar Ferdian dengan keras.


"Nama ku adalah Beny!" Ujar Beny yang berada di sebelah Ferdian.


"Nama ku adalah Rodry!" Ujar Rodry yang memperkenalkan dirinya.


"Apa kah kalian sudah tahu? Mengapa kalian kemari?!" Tanya Rizki kepada mereka bertiga.


"Itu urusan kami, bukan urusan mu!" Ujar Beny dengan keras.


"Itu benar, lagi pula kami ada urusan dengan tuan Bagas!" Ucap Rodry dengan senyum mengejek.


"Apa kalian sudah merasa yakin dapat menjalan kan misi ini dengan berhasil?!" Tanya Rizki kepada mereka.


"Entah kenapa aku meragukan kemampuan kalian!" Ujar Rizki lagi.


"Kalian seperti orang bodoh yang tidak sadar kemampuan kalian sendiri!" Ujar Rizki yang memanas manasi mereka.


"Apa maksud mu sialan?!" Teriak Ferdian yang langsung menyerang Rizki dengan cepat.

__ADS_1


Tapi bagi Rizki itu terlihat sangat lambat !


__ADS_2