Penguasa Culun

Penguasa Culun
Perkenalan dengan Putri Tuan Renan


__ADS_3

Akhirnya mereka semua pun berjalan menuju kendaraan mereka masing masing.


Tepat sebelum mereka menuju parkiran, ternyata di depan pintu masuk perusahaan berdiri seorang wanita cantik.


"Dina, apa yang kau lakukan malam malam disini?!" Tanya Rizki kepada Dina.


"Aku yang harusnya bertanya, kemana saja kau selama ini?!" Tanya Dina dengan ekspresi sedih di wajahnya.


Melihat ekspresi Dina itu membuat Rizki menjadi bingung.


"Lebih baik, kau ikut kami ke pemandian air hangat dan sedikit relaksasi!" Ujar Direktur Huston menenangkan Dina.


"Itu benar, kau kan teman wanita saudara Rizki jadi ikutlah dengan kami!" Ajak staff lain kepada Dina.


Dina yang bingung akhirnya mengangguk setuju dengan ajakan itu.


Akhirnya mereka semua pun pergi ketempat pemandian air hangat di barat daya kota Nozel.


"Ehhmm Nona Dina, kolam kami tidak terlalu besar disini, jadi kau tidak bisa berendam disini!" Ujar Direktur Huston kepada Dina.


"Itu benar, Saudara Rizki pasti lebih besar kolamnya!" Ujar seorang staff lainnya.


Mendengar hal itu membuat wajah Dina menjadi merah.


Bahkan beberapa staff wanita ada yang sedikit menarik Dina agar mau berendam dengan Rizki di kolam yang sama.


Rizki yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Dina hanya diam dan tidak turun ke kolam itu.


"Apa kau masih malu?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.


"Menyingkir dari sana, kau harusnya sebelah sana!" Ujar Dina menunjuk jarak yang lumayan jauh.


"Baiklah baiklah!" Ujar Rizki dengan tertawa.


Dia sudah memutuskan untuk masing masing dari mereka berendam pada sisi bagian kolam saja.


Sementara itu pada kolam bagian staff lainnya.


Mereka terlihat sedang tertawa dan bersenang senang.


"Ini sangat nyaman sekali!" Ujar salah seorang Staff wanita.


"Jika saudara Rizki mentraktir kita semua berendam dan pijat disini, maka aku akan rela untuk lembur setiap hari!" Lanjut staff wanita itu.


"Bermimpilah! Mungkin akan ada seseorang yang menurunkan gajihmu!" Ujar staff wanita lainnya.


Mereka semua tertawa dan mulai mengobrol dengan gembira !


Sarah Keihl baru saja memasuki Saputra Grup belum lama ini dan sedikit terkejut dengan budaya kerja yang ada disini.


Perusahaan tempat dia bekerja dahulu memiliki kasus politik yang sangat parah.


Setiap staff selalu takut kepada atasannya, bahkan setiap orang baru pasti akan menjadi rundungan dari pegawai lama.


Mereka selalu bersekongkol satu sama lain untuk menjatuhkan orang lain dan Sarah Keihl terlalu lelah dengan semua itu.


Setelah dia mengundurkan diri, seorang temannya merekomendasikan agar dia melamar kerja di Kota Nozel.

__ADS_1


Jadi dia memutuskan untuk datang ke Kota Nozel dan mencoba keberuntungannya dengan melamar di Saputra Grup.


Tidak lama setelah itu dia pun di terima di perusahaan ini.


Namun hal yang lebih mengejutkannya adalah setelah dia masuk kedalam lingkungan perusahaan ini.


Dia menemukan bahwa lingkungan disini sangat lah indah !


Gaji dan tunjangan untuk staff benar benar di kelola denga baik, bahkan seluruh pekerja bersatu dan memiliki pandangan yang sama, yaitu memajukan Saputra Grup.


Semua benar benar bekerja keras, tidak ada yang menjatuhkan satu sama lain.


Bahkan mereka yang ingin mendapatkan apa yang mereka mau, maka mereka harus menunjukan kemampuan mereka.


Dan hari ini, Direktur dan pemilik utama dari perusahaan ini mentraktir seluruh staff berendam air hangat disini.


Bahkan tempat ini tampak cukup mahal.


"Sarah apa yang kau pikirkan?!" Tanya salah seorang staff.


"Jangan gugup, setelah ini kau pasti terbiasa dengan semua ini!" Ujar Claire salah satu staff senior.


"Direktur Huston dan Saudara Rizki membuat peraturan yang cukup baik!" Jelas Claire dengan pelan.


"Semua orang di perusahaan akan dapat diajak kerja sama jika itu memang demi kemajuan Perusahaan!" Ujar Claire dengan pelan.


Sarah mengangguk, hampir semua orang berbicara baik tentang Direktur Huston dan saudara Rizki.


"Bukan kah saudara Rizki terlihat sangat muda?!" Tanya Sarah kepada Claire.


"Itu benar, namun dia sangat menakjubkan!" Ujar Claire dengan mata yang berbinar.


"Tidak ! Satu persen saja, maka aku pasti akan langsung menikahinya!" Ujar Claire dengan wajah yang memerah.


Sarah yang mendengar itu sangat terkejut dengan ucapan Claire.


Bahkan staff wanita lain pun mengangguk tanda setuju dengan ucapan Claire.


"Hey apakah itu tidak berlebihan?!" Tanya Sarah kepada Claire.


Sarah benar benar tercengang dengan semuanya.


Apakah pemuda yang terlihat culun itu begitu hebat?


Memang tidak mudah mendapatkan pekerjaan di Saputra Grup, Claire dan semua staff disini adalah orang orang yang luar biasa.


Tapi sekarang mereka menjadi fanatik terhadap boss mereka sendiri.


"Bagaimana jika terdengar oleh Direktur Huston?!" Tanya Sarah mengingatkan.


"Kau tidak perlu khawatir, sampai saat ini belum ada wanita yang benar benar dapat memikat hati Saudara Rizki!" Ujar Claire dengan tenang.


"Itu benar, Sarah bahkan teman wanita Saudara Rizki yang kau lihat tadi!" Tambah staff wanita lainnya.


Sarah yang mendengar itu lebih terkejut lagi.


Ada apa dengan Rizki, pemuda itu sudah mendapatkan segalanya di usia yang begitu sangat muda.


Namun dia masih belum bisa memilih pasangan untuk kehidupannya di masa depan.

__ADS_1


Tapi apakah itu artinya Rizki seorang pria hidung belang?


"Jangan cepat mengambil kesimpulan!" Ujar Claire yang melihat jika Sarah sedang berpikir.


"Meskipun seperti itu, Saudara Rizki sangat menghormati para wanita!" Ujar Claire menenangkan Sarah.


Semakin banyak dia berbicara, maka semakin dia penasaran dengan Rizki.


Dia juga mengagumi budaya bekerja di Saputra Grup yang positif.


Sarah merasa jika dia telah datang ke perusahaan yang tepat.


Dia mungkin merasa jika takdir yang membawanya ke Kota Nozel dan bekerja disini.


Setelah sesi berendam selesai, maka mereka melanjutkan sesi pijat untuk rileksasi tubuh mereka.


Jika Rizki tidak membayarkan mereka, mungkin mereka tidak akan pernah datang kesini untuk menghabiskan uang mereka.


Setelah semua sesi telah selesai, Claire dan semua staff baik laki laki maupun wanita berdiri di depan pintu masuk.


Saat Rizki, Direktur Huston dan Dina keluar, mereka semua pun membungkuk bersama dan berteriak.


"Terima kasih Boss!"


"Jangan lakukan ini!" Ujar Rizki dengan pelan.


Rizki tidak pernah ingin terlihat mencolok dari orang lain.


Tapi staffnya sendiri yang melakukan ini jadi dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.


Tidak lama kemudian beberapa mobil datang kearah mereka.


"Claire dan beberapa dari kalian tinggal di wilayah yang sama, jadi kalian silahkan masuk dan pulang bersama sama!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


"Besok jangan terlambat, atau aku akan menurunkan gaji kalian semua!" Ujar Rizki sedikit mengancam.


"Baik boss!" Teriak semua orang dengan hormat.


"Sampai jumpa Direktur Huston!" Ujar seluruh staff dengan pelan.


"Sampai jumpa Saudara Rizki!" Ujar seluruh staff dengan tersenyum.


Mereka segera masuk kedalam mobil, kecuali Sarah Keihl.


"Dimana kau tinggal?!" Tanya Rizki kepada Sarah.


"Aku? Aku tidak tinggal terlalu jauh dari sini, aku bisa naik taksi!" Ujar Sarah dengan sedikit bingung.


"Kau tidak menjawab pertanyaan ku, aku bertanya kau tinggal dimana?!" Tanya ulang Rizki dengan pelan.


"Aku tinggal di East Street!" Jawab Sarah dengan cepat.


"Masuk ke mobil kami kalau begitu!" Ujar Rizki dengan pelan.


"Ada yang perlu aku dan Direktur Huston bicarakan!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


"Dina kau juga ikut dengan kami!" Ujar Rizki kepada Dina.


Jika Rizki tidak mengajak Dina, mungkin Sarah akan salah paham dengan ajakan Rizki.

__ADS_1


Tapi akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju arah pulang.


__ADS_2