Penguasa Culun

Penguasa Culun
Siasat Kepala Keluarga Flick


__ADS_3

"Hanser tolong aku!" ujar seseorang dengan tiba tiba.


Semua orang pun melihat kepada Edward yang terlihat sangat menderita.


"apa ini tuan Edward?!" tanya seorang bawahan Hanser.


"tuan Hanser mari kita tolong tuan Edward!" ujar salah seorang bawahannya.


Bagas yang melihat itu menunggu respon dari Hanser bagaimana dia akan bersikap.


"tidak ini sudah menjadi konsekuensi yang harus dia tanggung sendiri!" ujar Hanser dengan tegas.


Mendengar itu Edward pun menjadi histeris dia berteriak dengan sangat keras dan mengucapkan sumpah serapah.


Kata kata itu terdengar sangat kasar sehingga menimbulkan kemarahan dihati semua orang yang mendukung Hanser.


"apa kau masih berani mengatakan yang tidak tidak kepada tuan kami?!" tanya seorang bawahan dengan keras.


"benar apa kau ingin kami membunuhmu sekarang juga?!" ujar bawahan yang lainnya.


"sudah cukup!" ujar tuan Hanser dengan tenang.


"dia mempunyai masalah dengan tuan Bagas!" ujar tuan Hanser dengan tersenyum.


"jadi biar tuan Bagas yang menentukan hukuman untuknya!" tambah Hanser dengan mengangguk kearah tuan Bagas.


"apa kau masih memberikan kesempatan keluarga mu di injak injak oleh orang ini?!" tanya Edward yang masih tidak percaya dengan ucapan Hanser.


"kau benar benar tidak pantas menjadi kepala keluarga Flick!" ujar Edward kepada Hanser.


"ternyata kau masih memiliki tenaga untuk menghina dan tidak tahu malu yah!" ujar Bagas yang berjalan kearah Edward.


Edward yang melihat itu seketika menjadi takut dan bergerak mundur menjauh dari Bagas.


Bryan yang melihat itu pun berjalan kebelakang Edward untuk mencegah Edward menjauh dari Bagas.


"apa tamparan ku tadi masih belum cukup menyadarkan mu?!" tanya Bagas kepada Edward.

__ADS_1


"Hanser aku hanya akan memberikan mu kesempatan untuk memberi hukuman!" ujar Bagas menunjuk Hanser.


"dia adalah saudaramu yang telah tega menjadi pengkhianat untuk melawan mu!" ucap Bagas dengan tenang.


"jika dia adalah saudaraku atau siapapun itu!" ujar Bagas dengan keras.


"aku pastikan hukuman untuk pengkhianat hanya ada satu yaitu!" ujar Bagas dengan menatap Edward.


"KEMATIAN!!" ujar Bagas dengan pelan.


Sontak saja kata kata itu membuat semua orang yang ada menjadi sangat takut.


Lalu tiba tiba semua orang merasa berkeringat di punggung mereka masing masing.


Bagas terlihat sangat ramah namun dia adalah monster yang sebenarnya.


Itu dibuktikan dengan banyak nya mayat berserakan di lantai keluarga Flick.


"tuan Hanser jangan terlalu ramah dengan pengkhianat meskipun itu saudaramu sekalipun!" ujar Bagas dengan memegang pundak tuan Hanser.


"jika kau sekali saja bersikap lunak!" ucap Bagas yang tersenyum.


Kata kata itu seolah olah berhasil menghipnotis Hanser dengan sangat baik.


Apa yang dikatakan Bagas memang lah benar, jika mereka membiarkan seorang pengkhianat.


Maka akan ada pengkhianatan lainnya yang terjadi di dalam keluarga Flick.


Apalagi saat ini keluarga Flick sedang sedikit terguncang.


Disebabkan karena Vista sedang mengalami masalah dengan bawahannya.


Ini membuat keluarga Flick sedang bermasalah luar dan dalamnya.


"segera kumpulkan semua anggota keluarga malam ini juga!" ujar Hanser kepada bawahannya.


"beritahu mereka bahwa malam ini Hanser Flick akan mengadakan sidang sekaligus penunjukan kepala keluarga yang baru!" ujar Hanser yang membuat anak buahnya terkejut.

__ADS_1


Perkataan itu membuat semua orang terkejut termasuk Edward yang saat ini terlihat sangat memprihatinkan.


"kenapa dia tiba tiba ingin mengundurkan diri?!" gumam Edward yang bingung.


"sial jika aku tahu akan seperti ini, aku bisa menunggu lebih lama lagi!" gumam Edward dengan kesal.


Bagas yang menyadari ekspresi Edward pun tersenyum.


"apa kau menyesalinya?!" ujar Bagas kepada Edward.


"apa maksudmu?!" tanya Edward yang tidak ingin terlihat kesal.


"karena perbuatanmu, orang lain akan menggantikan posisi Hanser dengan mudah!" ujar Bagas memanas manasi Edward.


"SIALAN KAU!!!" teriak Edward kepada Bagas.


Teriakan itu mengejutkan semua orang yang ada di ruangan termasuk Hanser.


"sekarang apalagi?!" ujar Hanser kepada Edward.


"apa kau ingin mencaci maki aku karena ingin menyerahkan kepala keluarga kepada orang lain?!" tanya Hanser kepada Edward.


"benar, karena hanya aku yang pantas menjadi kepala keluarga Flick!" ujar Edward dengan sombong.


"kau hanya beruntung karena ayah sayang kepadamu!" ujar Edward yang menunjuk Hanser.


"dari awal kepala keluarga Flick seharusnya jatuh ketanganku!" ujar Edward yang angkuh.


"apa aku boleh membantumu Hanser?!" tanya Bagas kepada Hanser.


"tidak perlu tuan, ini biar jadi urusanku!" ujar Hanser kepada Bagas.


"baiklah jika seperti itu!" ujar Bagas dengan tersenyum.


"aku ingin pamit!" ucap Bagas kepada Hanser.


"baiklah, maafkan kelancangan dari salah satu anggota keluarga kami tuan!" ujar Hanser yang meminta maaf kepada Bagas.

__ADS_1


"sudah dua orang yang berbuat lancang kepada ku!" ujar Bagas kepada Hanser.


Ucapan itu mengejutkan tuan Hanser, semoga saja anaknya tidak berbuat macam macam yang membuat monster ini marah.


__ADS_2