
Di sebuah rumah dalam pegunungan di wilayah kota Nozel.
Ada kepala yang di letakan di atas meja teh !
Itu adalah kepala Jill Vice !
Tuan Renan melihat kepala ini dan tersenyum.
Dia sama sekali tidak merasa terganggu dengan kepala yang berlumuran darah ini.
"Kamu telah kalah dan harus tersingkir!" Ujar tuan Renan dengan tenang.
"Apa kah kamu tahu kenapa kau tersingkirkan?!" Tanya tuan Renan yang seolah olah berbicara dengan orang hidup.
"Karena kamu terlalu gegabah!" Ujar tuan Renan dengan dingin.
"Kamu telah menahan diri selama beberapa dekade untuk menyerang ku dan sahabatku!" Ucap tuan Renan dengan tenang.
"Mengapa kau tidak bisa menahan beberapa tahun lagi sampai aku dan sahabat ku menua?!" Lanjut tuan Renan.
"Kami telah menjual hidup kami kepada seseorang dan kamu bahkan mati dengan sia sia!" Ujar tuan Renan pelan.
Tuan Renan terlihat sangat tenang, namun sebaliknya hati dan pikirannya tertuju pada satu keluarga.
Keluarga itu adalah Keluarga Saputra !
Pasti tidak gratis untuk sekedar menghancurkan keluarga Vice !
Tuan Renan pun melambaikan tangannya dan Master Rey pun mengambil kepala Jill Vice.
Masih ada darah di meja itu, namun tuan Renan nampak tidak terganggu dengan darah itu.
Dia hanya membuat teh dengan santai !
Tetapi dia tidak bisa menyembunyikan muram di wajahnya yang seperti memikirkan masalah yang akan terjadi.
Dia telah menebak semuanya, bahkan dari awal prediksinya telah tepat.
Namun di akhir, tebakan itu meleset dan terus meleset.
Dia merasa jika entah Bagas atau Rizki, mereka berdua sangat pintar.
Dahulu rencananya di gagalkan oleh keluarga Saputra dan kali ini kembali rencananya di gagalkan oleh keluarga Saputra.
Terlalu kuat dan mendominasi !
Itu lah satu satunya yang saat ini ada di pikiran tuan Renan.
Keluarga Saputra semenjak kedatangan Rizki terlalu kuat !
Dari awal melihatnya saja, tuan Renan sudah tahu.
Jika Rizki sangat kuat dan menakutkan !
__ADS_1
Selain itu dari obrolan nya tempo hari dengan Rizki.
Mengingatkan nya dengan sosok yang pernah membantu nya saat itu.
Selama ini kekuatan keluarga Vice di Bougenville sangat kuat dan tidak tertandingi.
Meskipun tuan Renan dan Master Rey adalah master seni beladiri.
Namun tetap saja mereka selalu menahan agar Keluarga Vice dan tuan Renan tidak bentrok.
Tapi seiring bertambahnya usia, tuan Renan dan Master Rey tidak akan bisa lagi menandingi keluarga Vice.
Jika Jill Vice ingin bersabar sebentar lagi, mungkin tuan Renan akan menyerahkan lingkaran ilegal kota Nozel dengan sukarela.
Namun saat ini Jill Vice telah mati, bahkan petarung terkuat mereka mati dan lebih parahnya lagi keluarga Vice hancur.
Semua ini terjadi hanya karena satu keluarga, yaitu keluarga Saputra !!
Namun perkembangan keluarga ini bergerak sangat pesat setelah Rizki datang.
Dan meski pada awalnya Rizki tidak terlihat menonjolkan diri bahkan terkesan lemah.
Namun siapa sangka jika sosok lemah itu adalah yang mengendalikan keluarga Saputra di masa mendatang.
Dan tuan Rena yakin jika itu benar, maka keluarga Saputra akan kembali menjadi keluarga yang di segani.
Bahkan tidak akan ada lagi, kekuatan besar dari keluarga yang mendominasi seperti keluarga di selatan.
"Saya telah meminjam pisau yang sangat bagus!" Ujar tuan Renan kepada Master Rey.
Tuan Renan sedikit merasa pusing di kepalanya.
Dia tahu apa maksud Bagas yang melepaskan Jill Vice.
Itu adalah respon yang di berikan Bagas dan Rizki kepada tuan Renan.
Dia telah mengungkapkan ketulusannya dan apa jawaban tuan Renan?
"Semua orang bilang aku adalah rubah tua yang licik, lalu apa bedanya dengan kamu?!" Ujar tuan Renan tersenyum.
Tidak ada kebencian dalam ekspresi wajah tuan Renan.
Hanya ada rasa kagum dan hormat yang tergambar pada ekspresinya.
Master Rey telah kembali setelah menghilangkan tubuh Jill Vice.
Auranya tetap menakutkan, itu aura membunuh yang sangat kuat !
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?!" Tanya Master Rey kepada tuan Renan.
"Kita akan kembali ke kota Nozel!" Jawab tuan Renan dengan tenang.
"Pihak selatan semakin tidak sabar!" Ujar Master Rey dengan dingin.
__ADS_1
Tuan Renan yang mendengar itu pun tertawa dengan dingin.
"Kapan selatan pernah merasa sabar?!!" Tanya tuan Renan dengan pelan.
Selama bertahun tahun, tuan Renan sudah menghasilkan banyak uang untuk mereka.
Namun hanya satu kali permasalahan, mereka telah mengeluhkan sesuatu.
Apa yang mereka lakukan sebenarnya?
Apa kah mereka pikir tuan Renan tidak tahu?
Dia masih belum terlalu tua dan masih bisa menyelesaikan pekerjaan nya.
Tapi serangan Jill Vice kemarin menimbulkan ke khawatiran bagi keluarga di selatan.
Mereka tidak perduli tentang menang atau kalah, mereka hanya perduli reputasi !!
Dan menghilangnya tuan Renan cukup untuk membuat mereka merasa malu.
Namun mereka tetap menahan karena tahu apa manfaat yang akan mereka dapatkan setelah semuanya selesai.
Jadi mereka membiarkan tuan Renan seperti itu.
Tapi apa yang akan terjadi beberapa tahun kedepan tidak akan ada yang tahu.
Saat tuan Renan dan Master Rey bertambah tua, mungkin mereka akan menjadi sepasang macan tanpa taring.
"Mungkin ini kesempatan terakhir kita!" Ujar tuan Renan dengan tenang.
Tuan Renan memecah kesunyian dan mulai serius.
Dia menatap Master Rey dengan tatapan serius.
"Kita telah lama bersama dan banyak melalui kenangan baik suka maupun duka!" Ujar tuan Renan dengan tersenyum.
"Jika kau ingin pergi, maka pergilah teman!" Ujar tuan Renan dengan pelan.
Namun Master Rey menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Sebenarnya orang orang seperti kita tidak akan pernah mendapatkan akhir yang cukup baik!" Ujar Master Rey tersenyum.
Tuan Renan dan Master Rey pun tertawa bersama sama !
Mereka terlihat sangat bahagia dan senang satu sama lain !
"Kita sudah menjadi anjing orang lain, meskipun kita terlihat mewah dan bagus dari luar!" Ujar Master Rey tenang.
"Tapi tetap saja kita telah mengalami banyak penderitaan dan rasa sakit yang kita alami!" Lanjut Master Rey tersenyum.
"Itu benar, kita harusnya tidak pernah terlibat dari awal!" Ujar tuan Renan pelan.
"Tapi mau bagaimana lagi, kita sudah terlibat!" Lanjut tuan Renan dengan tersenyum.
__ADS_1
Tuan Renan tidak mengatakan apa apa lagi !
"Ayo kita kembali!!" Ujar tuan Renan dengan mantap.