
Keluarga Saputra tidak mengatakan apa apa atas berita yang terjadi belakangan ini.
Master Rey adalah seniman beladiri sejati dan kesetiaan kepada kawannya melebihi dari nyawanya sendiri.
"Tuan Renan kau sangat beruntung sekali!" Ujar Bagas dengan pelan.
"Itu benar, Tuan Renan tidak akan merasakan kesepian karena memiliki teman seperti Master Rey!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
Tidak lama kemudian, datanglah Jhon dan Chris menghadap Rizki dan Bagas.
"Seseorang akan datang mengetuk pintu rumah kita segera!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Persiapkan saudara saudara kita dengan baik!" Ujar Rizki dengan terasenyum.
"Baik Teman!" Ujar Chris dan Jhon secara bersamaan.
Ada kilatan pada mata Jhon dan Chris, seakan akan mereka telah menunggu momen ini.
Semua wilayah mencari Master Rey karena Keluarga Forst memberikan hadiah yang sangat besar untuk kepala Master Rey.
Master Rey sekarang menjadi buronan negara !
Jadi baik lingkaran ilegal maupun lingkaran hukum sekarang memburu Master Rey.
Keluarga Forst telah melakukan segala upaya untuk menangkap atau membunuh Master Rey.
Bahkan Alberto Carlos sendiri bahkan ikut dalam perburuan Master Rey !
Semua anggota Keluarga Forst di minta untuk kembali ke Selatan dan tidak boleh meninggalkan rumah.
Sejak kapan Keluarga kuat di Selatan harus hidup dengan cara menyedihkan?
Mereka di batasi untuk berinteraksi dan melakukan kegiatan di luar rumah.
Hanya karena seorang seniman beladiri yang sangat kuat.
Master Rey memang berhasil membunuh lebih banyak anggota keluarga Forst dan membuat mereka akhirnya menjadi keluarga yang tersembunyi.
Keluarga Forst benar benar menjadi lelucon dan bahan tertawaan di Selatan !
Namun bagi beberapa Keluarga di Selatan lainnya bahwa kekuasaan dan pengaruh saja belum cukup.
__ADS_1
Mereka harus mempunyai seniman beladiri yang kuat !
Bagaimana pun jumlah kerusakan yang dapat dilakukan oleh seniman beladiri benar benar sangat mengejutkan.
Keterampilan mereka dapat membuat sebuah keluarga hancur berantakan dengan kemampuan mereka.
***
Sementara itu, saat ini Luis Braga sedang bergerak dalam gelapnya malam seorang diri.
Dia bergerak dengan cepat seperti bayangan !
Gerakannya benar benar tidak terdeteksi oleh mata orang awam.
Luis Braga berniat membunuh Bagas dan menghancurkan Keluarga Saputra malam ini juga.
Di belakangnya Gordon dan Silverus bergerak bersama seratus anak buah.
Ini adalah pasukan yang sangat besar !
Namun seperti malam malam sebelumnya di Kota Nozel selalu terlihat sepi karena kematian Raja mereka, Tuan Renan.
"Kematian Rubah tua itu benar benar sangat menguntungkan ku!" Ujar Luis Braga dengan tertawa.
Tidak lama kemudian Luis Braga sudah tiba di depan Rumah besar di wilayah selatan Kota Nozel.
Ini adalah Rumah Keluarga Saputra, tidak seperti biasanya di rumah ini pun terlihat sangat sepi.
Hanya ada beberapa penjaga yang memang bertugas untuk mengawasi saja.
Tidak lama kemudian, Gordon dan Silverus sudah tiba bersama anak buahnya di depan gerbang rumah Keluarga Saputra.
"Tuan kenapa penjagaan dari Keluarga Saputra terlihat sangat sepi?!" Tanya Gordon kepada Luis Braga.
"Kita tidak perlu perduli dengan hal itu, sekarang lakukan perintahku!" Ujar Luis Braga dengan tenang.
"Gordon bawa lima puluh orang dan serang mereka dari arah belakang!" Ujar Luis Braga kepada Gordon.
"Baik tuan, lima puluh orang ikut aku!" Teriak Gordon yang segera berangkat.
"Silverus, kau serang lewat depan sekarang!" Perintah Luis Braga kepada Silverus.
__ADS_1
"Baik Tuan Braga!" Ujar Silverus yang segera bergerak.
"SERAAANNNGGG!!" Teriak Silverus dari arah depan.
Silverus segera bergerak dengan lima puluh pria yang ada di belakangnya.
Penjaga Keluarga Saputra yang mendengar hal itu terkejut dengan serangan dari Silverus.
"Jaga diri kalian dan pertahankan Rumah ini!" Teriak salah seorang penjaga Rumah.
"SERANG BALIK MEREKA!!" Teriak seorang penjaga rumah lainnya.
Pertarungan itu tentu membuat barisan penjaga area belakang terkejut.
"Hey apa yang terjadi di depan sana?!" Tanya seorang penjaga yang terkejut.
Namun tiba tiba, seorang penjaga terpental dan langsung mati dengan kepala yang hancur.
"Kalian tidak perlu mencemaskan teman teman kalian!" Ujar Gordon yang masuk dengan berjalan dari gelapnya malam.
"Kalian harus mencemaskan diri kalian sendiri!" Ujar Gordon yang terlihat sendiri.
Namun tiba tiba bulan malam yang sebelumnya tertutup awan perlahan menunjukan sinarnya.
Sinar bulan itu membuat penjaga Keluarga Saputra sangat terkejut, karena di belakang Gordon ada banyak Pria yang berjalan kearah mereka.
"Hey siapa mereka?!" Tanya seorang penjaga yang mulai sedikit merasakan ketakutan.
Jumlah musuh dan jumlah mereka benar benar berbeda jauh.
Perbandingannya satu orang penjaga harus bisa melawan sepuluh pria yang ada di hadapan mereka.
Keringat dingin perlahan keluar dari lima penjaga itu !
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Tanya salah seorang penjaga itu kepada teman temannya.
"Apa kalian tidak mendengar sesuatu?!" Tanya Gordon yang menaruh tangan di sebelah telinganya.
Setelah ucapan Gordon, tiba tiba malam ini terasa sangat hening bagi para penjaga.
Mereka mendengar dengan jelas sebuah teriakan teriakan keras yang terjadi di halaman utama Rumah Keluarga Saputra.
__ADS_1