
Meskipun Rizki terlihat sangat tenang, namun entah kenapa masih ada terbersit ketakutan di hati Miguel.
Dia berharap dapat menakut nakuti mereka dengan nama Tuannya.
Tapi mereka sama sekali tidak takut, seolah olah Tuannya bukan apa apa bagi mereka.
Meskipun Miguel masih merasa bingung dengan semua yang terjadi di Kota Nozel.
Sejak kapan Keluarga Saputra menjadi sangat kuat dan berkembang sangat pesat seperti sekarang.
Dia tahu, jika Kota Nozel di kuasai oleh mendiang Tuan Renan bersama dengan Master Rey.
Dia belum pernah mendengar apa pun tentang Keluarga Saputra, kecuali mereka adalah sebuah mantan Keluarga Legenda.
Dengan kekuatan sebesar ini, seharusnya Keluarga Saputra dapat menyudutkan Tuan Renan dan Master Rey.
Tapi kenapa mereka tidak melakukannya?
Hanya itu yang ada di benak Miguel, dia benar benar bingung dengan semua ini.
"Apa kah kamu tahu, kenapa tidak ada satu orang pun yang membuat masalah untuk Keluarga Saputra?!" Tanya Rizki dengan pelan.
Miguel tetap terdiam, tapi nafasnya semakin cepat dan dia mulai merasa gugup dan ketakutan.
"Itu karena siapa pun yang berani membuat masalah untuk Keluarga Saputra!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Meskipun itu Tuan mu, Alberto Carlos atau bahkan seluruh Selatan sekali pun? Maka mereka akan binasa!" Ujar Rizki dengan memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Miguel merasa tubuhnya mulai dingin dengan keringat yang terus keluar.
Dia bahkan merasakan jika dia telah jatuh ke sebuah gunung es.
"Apa..?!" Tanya Miguel dengan terkejut.
Miguel ingin mengatakan jika Rizki terlalu berani, tapi dia tidak bisa mengeluarkan kata kata di dalam mulutnya.
Meskipun itu sudah berada di ujung lidahnya, tapi dia tidak bisa mengatakannya.
Rizki lalu berdiri dan berjalan keluar bersama Chris.
"Tangan Keluarga Forst telah terulur terlalu jauh!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Karena itu kemauan mereka, maka aku akan memotongnya!" Ujar Rizki yang berjalan kearah pintu keluar.
Rizki dan Chris telah menghilang dari pandangan Miguel.
Tapi tiba tiba Miguel menyadari jika seluruh tubuhnya gemetar sangat hebat.
Dia ketakutan !
Dia takut pada satu orang !
Tidak! Dia bukan manusia!
Dia takut kepada Monster !!
Ketakutan ini datang dari dalam hatinya dan dia bahkan tidak tahu kenapa dia sangat takut.
__ADS_1
Yang Rizki lakukan padahal hanya menatap dan satu kali menampar.
Ferdian berjalan menuju kearah Rizki.
"Teman apa yang harus kita lakukan dengan orang ini?!" Tanya Ferdian dengan pelan.
Ferdia sangat ingin membunuh Miguel, karena dia berani membuat masalah di wilayah Keluarga Saputra.
Rizki hanya tersenyum kearah Ferdian.
"Apa kau tahu? Jika ada banyak orang yang menyelinap datang ke Kota Nozel akhir akhir ini!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Tidak terlalu sulit untuk mereka bertarung bukan?!" Tanya Rizki kepada Ferdian.
Mata Ferdian terlihat menyala karena mendengar ucapan Rizki.
Dia tiba tiba merasakan bahwa menggunakan otaknya untuk memecahkan masalah adalah hal yang sangat indah.
"Tidak sulit sama sekali!" Ujar Ferdian dengan bersemangat.
"Aku tahu apa yang harus dilakukan!" Lanjut Ferdian dengan tersenyum.
Perusahaan Saputra Grup sedang dalam kondisi yang bagus untuk dapat menstabilkan diri di Kota Nozel dan Grozz.
Tapi itu akan sulit terjadi jika Kota Nozel dan Grozz tidak dalam kondisi stabil.
Karena banyaknya orang orang Selatan yang ingin masuk dan mengambil lingkaran ilegal kota Nozel.
Tapi mendapatkan tempat itu tidak akan mudah, paling tidak mereka harus melewati Keluarga Saputra terlebih dahulu.
Tuan Renan sudah menggunakan nyawanya sebagai menghancurkan tatanan Selatan di Kota Nozel.
Jadi Rizki akan memperkuat pondasi Keluarga Saputra untuk menghalau semua serangan dari Selatan.
Rizki berniat menjadikan Saputra Grup sebagai jembatan untuk menuju Selatan.
Dia akan melakukan semuanya, untuk mendapat jawaban tentang kematian orang tuanya.
Jadi Rizki ingin Kota Nozel dan Kota Grozz menjadi tonggak awal berdirinya Saputra Grup dengan stabil.
Tidak ada yang boleh membuat masalah, meskipun itu Keluarga kuat dari Selatan !
Jika ada yang berani membuat masalah, maka mereka akan menjadi makanan untuk ikan di lautan Kota Nozel.
Jadi Rizki harus benar benar bisa membuat Kota Nozel menjadi stabil dan tak ada yang bisa membuat masalah !
Setelah Rizki pergi bersama Chris.
Ferdian, Beny dan Rodry segera mengirim Miguel ke tangan musuh keluarga Forst yang berada di Kota Nozel.
Setelah penyerahan itu, Kota Nozel menjadi lebih berantakan lagi.
Mereka benar benar seperti hewan yang saling mengadu kekuatan satu sama lain.
Lingkara ilegal khususnya, mereka berkelahi satu sama lain untuk memperebutkan kapal besar untuk mereka tumpangi.
Bagi orang orang Selatan dan Utara yang mencoba masuk ke Kota Nozel.
__ADS_1
Mereka merasa jika semakin berantakan kota ini maka akan semakin banyak peluang yang ada untuk mereka.
Banyak bos bos di Kota Nozel yang benar benar terpojok karena situasi ini.
Bahkan banyak dari mereka yang sulit mempertahankan wilayah kekuasaan mereka.
***
Sementara beberapa bos lingkaran ilegal telah berkumpul.
Mereka yang tersisa hanya lah Ginan, Vista dan Jacob.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Tanya Vista kepada mereka berdua.
"Entahlah aku tidak tahu, seolah olah otak ku ini sangat buntu!" Ujar Jacob dengan memegang kepalanya.
"Itu benar, kita seperti kambing yang tinggal menunggu waktu pemotongan!" Ujar Vista dengan keras.
Mereka berdua terus mengatakan hal hal buruk, tapi Ginan hanya berdiam diri seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Ginan, kenapa kau diam saja?!" Tanya Jacob dengan kesal.
"Aku sedang memikirkan sesuatu!" Ujar Ginan dengan bingung.
"Bukan kah, ini sangat aneh!" Ujar Ginan kepada mereka berdua.
"Apa yang kau maksud?!" Tanya Vista dengan penasaran.
"Cepat katakan!" Ujar Jacob tidak sabar.
"Kota Nozel diserang, tapi kita tidak pernah mendengar Keluarga Saputra di serang!" Ujar Ginan dengan pelan.
Ucapan itu membuat Vista dan Jacob menjadi terdiam.
Mereka baru menyadari jika selama kekacauan yang terjadi di Kota Nozel selama ini.
Mereka belum pernah mendengar jika Keluarga Saputra diserang atau pun di ganggu oleh orang orang Selatan atau Utara.
"Kau benar, tapi bukan kah seharusnya Keluarga Saputra menjadi yang terlemah diantara kita?!" Tanya Jacob dengan bingung.
"Sejak kematian Tuan Bagas dan Saudara Bryan, Keluarga Saputra memang sedikit menutup diri!" Ujar Vista dengan pelan.
"Bahkan mereka menjual seluruh aset di lingkaran ilegal mereka dengan harga murah!" Lanjut Vista dengan aneh.
"Apa Chris yang sekarang menguasai semuanya?!" Tanya Jacob dengan pelan.
"Tidak mungkin!" Ujar Ginan dengan cepat.
"Apa maksudmu?!" Tanya Vista kepada Ginan.
"Aku sudah bertemu dengan Chris dua kali dan dia sekarang lebih terlihat bahagia!" Ujar Ginan dengan pelan bercerita.
"Dia berkata kepada ku, jika Keluarga Saputra akan menggantikan posisi Tuan Renan di Kota Nozel!" Lanjut Ginan dengan tenang.
"Apa maksudnya itu?!" Tanya Vista dan Jacob bersamaan.
"Aku tidak tahu, tapi melihat semua yang terjadi sekarang. Aku menjadi mengerti maksud dari Chris!" Ujar Ginan dengan pelan.
__ADS_1