
Tatapan Hanser menyapu semua orang yang menatap kearahnya.
Hari ini Hanser terlihat sangat berbeda dari yang mereka lihat selama ini.
"ada apa dengan tuan Hanser?!" tanya seorang penjaga kepada penjaga lainnya.
"apa kau ingin mati karena ucapan mu?!" jawab penjaga itu dengan sedikit mengumpat.
"diam dan perhatikan!" tambahnya kepada penjaga itu.
Hanser berjalan dengan perlahan menuju ketengah tengah dari keluarga Flick dengan tenang.
Dalam hatinya Hanser merasa sangat kecewa dengan keluarganya.
Mereka dengan sangat cepat datang saat Hanser berkata ingin menunjuk penerusnya.
Namun saat dia berada dalam kesulitan hanya ada sedikit orang yang mau membantunya di dalam keluarganya.
Meskipun Hanser adalah kepala keluarga, namun dia tetap percaya bahwa ucapan Vista Flick lebih berpengaruh di banding dengannya.
"sungguh ironis sekali!" gumam Hanser kepada dirinya sendiri.
"ayah apa yang terjadi dengan semua ini?!" tanya seorang wanita muda yang terlihat cantik.
"Gladis, ini adalah kutukan untuk keluarga Flick!" jawab Hanser dengan tenang.
"apa maksudmu tuan Flick?!" tanya seorang wanita tua yang sempat berdebat dengan Edgar.
"Farah Flick sangat jarang sekali kau membawa Alex dipertemuan keluarga!" ujar Hanser dengan tersenyum.
"Alex kebetulan ingin mengantarku tuan Flick!" ujar Farah dengan gugup.
"tuan Flick kenapa tidak kita mulai saja acaranya?!" ujar salah seorang pria yang terlihat masih muda.
"tidak perlu menanyakan kabar setiap orang satu persatu bukan?!" tambahnya lagi dengan tidak sabar.
__ADS_1
"Apa kau sangat tidak sabar Theo?!" tanya Hanser kepada Theo Flick.
"bukan begitu tuan, bukankah kita harus segera mengurus bisnis keluarga?!" jawab Theo dengan lugas.
"tapi tuan Flick, kenapa banyak sekali mayat disini?!" tanya Theo dengan penasaran.
Hanser yang mendengar pertanyaan itu pun berjalan menjauh dan tertawa dengan keras.
Pemandangan itu membuat semua orang merasa terkejut dengan perubahan sikap dan prilaku dari Hanser.
Hanser pun berjalan kearah tempat duduknya dan berdiri menatap semua anggota keluarga Flick yang berada di ruangan ini.
"semuanya silahkan menikmati hidangan yang telah tersedia terlebih dahulu!" ujar Hanser kepada semua orang.
"Tuan Flick, bukankah lebih baik jika kita memulai acaranya dan di tutup dengan menyantap semua hidangan ini!" ujar Theo yang mulai tidak sabar.
"itu benar tuan, sekaligus kita merayakan kepala keluarga Flick yang baru!" ujar Farah yang menyetujui usul Theo.
"tuan Theo apa kau tidak sadar jika telah berlebihan?!" tanya seorang laki laki tua dengan marah.
"kau dan Miss Farah selalu berani menentang keputusan tuan Flick!" tambah laki laki tua itu.
"apa kau bilang!!" ujar pria tua itu yang berjalan kearah Theo.
"Hentikan tuan Hendry!" teriak Hanser dari tempat duduknya.
Hendry yang mendengar itu segera berhenti dan menoleh kearah Hanser untuk menanyakan alasannya.
Hanser yang melihat itupun hanya memberikan sebuah tanda kecil kepada Hendry.
Hendry yang menyadari itu segera kembali ketempatnya dengan tenang.
"apa ada yang melihat tuan Edward?!" tanya Hanser kepada semua orang.
"itu benar, tuan Edward belum datang bersama dengan tuan Vista!" ujar salah seorang anggota keluarg Flick.
__ADS_1
"aku akan mencoba menghubunginya tuan!" ujar Theo yang berjalan menjauh.
Namun tidak lama kemudian Theo kembali.
"Tuan Edward tidak mengangkat telpon ku tuan!" ujar Theo kepada Hanser.
"apa ada lagi yang ingin membantuku menelpon tuan Edward?!" tanya Hanser kepada semua orang.
"aku akan membantumu tuan Flick!" ujar Farah dengan segera menjauh dari keramaian.
Edgar yang melihat itu semua menjadi semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi di dalam keluarganya.
Edgar merasa bahwa banyak orang yang sangat ingin menggeser posisi ayahnya saat ini.
Meskipun Edgar sangat ingin menjadi kepala keluarga.
Namun saat ini Edgar menyadari bahwa dia belum pantas menjadi seorang kepala keluarga Flick.
"maaf tuan, saya juga tidak bisa menghubungi tuam Edward!" ujar Farah yang masih mencoba menghubungi Edward.
Hanser yang melihat itupun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Seperti merasa bahwa keluarganya sendiri telah berkhianat kepadanya.
"baiklah acaranya akan ku mulai saja!" ujar Hanser dengan tenang.
"Vista telah mendapat ijin dari ku untuk tidak dapat hadir di acara ini!" ujar Hanser kepada semua orang.
"pengawal tutup semua pintu keluar!" ujar Hanser yang membuat semua orang bingung.
"apa ada pertanyaan sebelum aku mulai acaranya?!" tanya Hanser kepada semua orang.
"tidak tuan Flick, silahkan lanjutkan!" ujar Theo dengan keras.
"baiklah, aku akan menceritakan sebuah kisah kepada kalian!" ujar tuan Flick dengan tenang.
__ADS_1
"kisah ini di ceritakan langsung oleh ayahku, saat aku sudah menjadi kepala keluarga Flick saat itu!" ujar tuan Hanser dengan tersenyum.
"aku berharap cerita ini menjadi pelajaran untuk kalian semua, baik yang akan menjadi kepala keluarga ataupun yang menjadi anggota keluarga Flick!" ujar Hanser dengan tenang kepada semua orang.