Penguasa Culun

Penguasa Culun
Strategi Si Culun


__ADS_3

Luis Braga terlihat sangat kesal dengan kedatangan Bagas beserta pengawalnya.


"Selamat datang di kediaman Keluarga Saputra!" Ujar Bagas kepada Luis Braga.


"Aku sudah lama sekali menunggu kedatangan mu!" Ujar Bagas yang membuat Luis Braga sedikit terkejut.


Ekspresi Luis Braga tidak berubah dia tetap tenang meskipun merasa sedikit terkejut.


"Ekspresi yang bagus, tidak salah jika adik mu mahir dalam berbohong dan akhirnya menjadi pengkhianat!" Ujar Bagas mencoba memprovokasi Luis Braga.


Luis Braga yang mendengar itu menjadi sedikit tersulut emosinya.


"Ternyata Kepala Keluarga Saputra memiliki mulut yang sangat tajam seperti seorang wanita!" Ujar Luis Braga dengan tersenyum.


"Tapi bukan berarti aku berlindung dari orang lain untuk mencapai tujuan ku!" Ujar Bagas yang membalas perkataan Luis Braga.


Luis Braga sudah tersulut emosinya, namun tiba tiba Gordon mendekatinya.


"Tuan, Pemuda itu tidak ada diantara mereka semua!" Ujar Gordon dengan pelan.


Luis Braga segera menatap kearah sekeliling Bagas untuk memastikan ucapan Gordon.


Hingga akhirnya dia tertawa sangat keras !


"Apa kau sudah siap untuk mati, Tuan Saputra?!" Tanya Luis Braga dengan tersenyum.


"Sepertinya kau terlihat sangat bersemangat sekali!" ujar Bagas dengan tersenyum.


***


Sementara itu, di rumah kediaman Keluarga Ardiansyah di kota Grozz.


"Bagaimana? Apa sudah ada kabar dari Luis Braga?!" Tanya Tuan Ardiansyah kepada Hobbs.


"Belum Tuan, Tuan Hayden belum mengabari sesuatu apapun!" Ujar Hobbs dengan hormat.


Tiba tiba terdengar sebuah langkah kaki yang masuk ke dalam rumah Keluarga Ardiansyah dengan tenang.


Langkah kaki itu terdengar sangat berirama saat Rizki masuk kedalam rumah Keluarga Ardiansyah bersama seorang pria di belakangnya.

__ADS_1


"Siapa.. siapa kau?!" Tanya Tuan Ardiansyah yang terkejut.


Sementara Hobbs segera melindungi Tuan Ardiansyah dan bersiap.


"Tenang Tuan, aku akan melindungi mu!" Ujar Hobbs dengan sigap.


Rizki berjalan dengan tenang kehadapan Tuan Ardiansyah.


"Salam Tuan Ardiansyah!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


"Perkenalkan saya Rizki Bayu Saputra dan saya keponakan dari Paman Bagas!" Ujar Rizki dengan hormat.


"Keponakan Bagas? Apa yang kau lakukan di sini?!" Tanya Tuan Ardiansyah dengan angkuh.


"Apa kau tidak tahu? Aku diminta kemari oleh Tuan Braga untuk membunuh dan menghancurkan Keluarga Ardiansyah!" Ujar Rizki dengan tersenyum.


Mendengar hal itu membuat Tuan Ardiansyah menjadi sangat marah.


"Apa maksudmu? Apa kalian bermaksud memecah belah kami?!" Tanya Tuan Ardiansyah dengan berteriak.


Rizki tertawa dengan keras mendengar ucapan dari Tuan Ardiansyah.


Tuan Ardiansyah yang melihat itu menjadi semakin kesal.


Rizki berjalan kearah depan meja Tuan Ardiansyah, lalu duduk dengan kaki yang diangkat diatas meja.


Pria yang bersama Rizki segera menuangkan teh kedalam cangkirnya Tuannya.


Melihat pemandangan itu, Tuan Ardiansyah menjadi semakin emosi.


Belum pernah ada orang yang berani berprilaku sangat tidak sopan di hadapannya.


Meskipun itu sekelas Walikota atau pejabat publik di Kota Grozz.


Selain itu Rizki masih sangat muda dan mungkin seumuran dengan cucunya, yaitu Gerry Ardiansyah.


Tapi entah kenapa dia terlihat sangat tenang di hadapan Tuan Ardiansyah yang notabenenya adalah pemimpin lingkaran ilegal di Kota Nozel.


"Aku akan memberimu hadiah!" Ujar Rizki yang segera mengangguk kearah pintu.

__ADS_1


Sesaat setelah itu, pintu itu pun di buka dengan lebar memperlihatkan semua anak buah dan penjaga rumah Keluarga Ardiansyah yang telah dijatuhkan.


Entah bagaimana kondisi mereka? Masih hidup atau sudah mati.


Namun fokus dari Tuan Ardiansyah adalah di tengah halaman itu terduduk Pria yang terlihat sangat mirip dengan Tuan David dari Keluarga Kusuma.


"Apa itu? Bukan kah Keluarga Kusuma menjadi sekutu dengan Keluarga Saputra?!" Tanya Tuan Ardiansyah dengan ekspresi terkejut.


"Sebenarnya keinginan Tuan Braga adalah menghabisi kalian berdua!" Ujar Rizki dengan memegang cangkir teh itu.


"Luis Braga ingin aku membawa mu kehadapannya!" Ujar Rizki dengan mengangguk.


Tiba tiba Pria bertopeng di belakangnya langsung bergerak menyerang kearah Tuan Ardiansyah.


"BANGSAT!!" Teriak Hobbs yang segera menahan pukulan dari Pria bertopeng itu.


"Mundur Tuan, sepertinya Luis Braga telah mengkhianati kita!" Ujar Hobbs yang bersiap menyerang.


Ucapan itu segera membuat Tuan Ardiansyah berlari menjauh dan segera meninggalkan Rumah itu.


"Kalian akan mati disini!" Ujar Hobbs yang langsung menyerang dengan Tinjunya.


Namun pria bertopeng itu segera menahan pukulan dari Hobbs dengan sebuah tendangan.


"Dia akan ku serahkan kepadamu!" Ujar Rizki yang bangun dari tempat duduknya dan menepuk pundak Pria bertopeng itu.


Rizki segera meninggalkan Rumah itu dan menutup pintu rumah itu.


Lalu dia segera menganggukan kepala kepada seseorang di dalam mobil.


"Kejar Tuan Ardiansyah dan buat tangannya patah!" Ujar Rizki kepada wanita yang menggunakan topeng.


"Baik Teman!" Ujar Wanita itu yang langsung mengejar Tuan Ardiansyah.


Sementara, pertarungan saat ini terjadi di dua tempat berbeda !


Luis Braga menghadapi Keluarga Saputra.


Rizki yang menyerang Keluarga Ardiansyah.

__ADS_1


"Aku tidak dapat menemukan keberadaan Gerry!" Ujar Rizki dengan tenang.


Keluarga Ardiansyah kali ini benar benar di takdirkan untuk hancur dan menghilang.


__ADS_2