
Namun karena Rizki tidak kunjung keluar dari tempat persembunyiannya.
Membuat Gordon sangat marah dia pun segera menekan leher Putri dengan menambah sedikit tenaganya.
Dian yang melihat itu pun menjadi sangat panik.
Karena Dian melihat kondisi Putri yang mulai seperti sudah kehabisan nafas.
"RIZKI AKU MOHON!!" teriak Dian yang mulai menangis.
"TOLONG SELAMATKAN KAMI!!!" teriak Dian dengan keras.
Teriakan Dian tidak ada artinya bagi Rizki.
Seolah olah teriakan Dian tidak di gubris sama sekali oleh Rizki yang tetap saja tidak keluar dari tempat persembunyian nya.
"sepertinya rumah ini kosong!" ujar salah seorang anak buah Gordon.
Gordon yang mendengar itu menjadi sangat marah.
"baiklah kau sudah menguji kesabaran ku!" ujar Gordon yang melihat tidak ada tanda tanda Rizki keluar.
"maka satu teman mu akan mati disini sekarang!" ujar Gordon yang mulai mencekik Putri semakin keras.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang terasa ringan.
Namun terdengar berat bagi Gordon, bahkan suara langkah kaki itu seperti menginjak jantung Gordon.
Langkah kaki yang berirama itu dari arah belakang Gordon dan anak buahnya.
Dian yang melihat itu menjadi sangat merasa bersyukur karena Rizki mau menolong mereka.
"lepaskan dia!" ujar Rizki yang menunjuk Putri.
"dasar bodoh!" ujar Gordon yang menjatuhkan Putri begitu saja.
Dian yang melihat itu segera berlari kearah Putri dan menolongnya.
"siapa kalian? Kenapa kalian mencari ku?!" tanya Rizki kepada Gordon.
__ADS_1
"apa hubungan mu dengan Bagas?!" tanya Gordon kepada Rizki.
"Bagas adalah paman ku!" jawab Rizki dengan pelan kepada Gordon.
"segera hubungi bos, kita menemukan umpan yang manis!" ujar Gordon yang menyuruh anak buahnya.
"Rizki maafkan kami!" ujar Dian yang saat ini sedang memapah Putri.
"kalian tidak perlu minta maaf!" ujar Rizki dengan tersenyum.
"sekarang kalian sebaiknya pergi dari sini dan jika memungkinkan tolong hubungi polisi!" ujar Rizki kepada Dian dengan tenang.
"baiklah, sekali lagi aku minta maaf!" ujar Dian yang berjalan menjauh.
"apa kalian sudah meminta ijin kepadaku?!" tanya Gordon kepada Dian dan Putri.
"cepat kepung mereka!" perintah Gordon kepada anak buahnya.
Gordon seperti ingin menghabisi semuanya sekaligus.
Rizki sebagai hidangan utama dan Dian beserta Putri sebagai hidangan penutup yang sempurna.
"kalian jangan macam macam dengan kami!" ujar Dian dengan takut.
"kalian akan membuat murka dua keluarga besar di kota Nozel yaitu keluarga Lewis dan Sitka!" ujar Dian dengan mencoba membawa nama keluarganya.
Namun respon semua orang jauh dari ekspektasi Dian, mereka semua tertawa.
Seakan akan keluarga Lewis dan Sitka adalah lelucon yang sangat lucu saat ini.
Penghinaan yang di dapatkan oleh Dian dan Putri terjadi terus menerus.
"apa kau pikir keluarga Sitka dan Lewis mampu menghadapi kami?!" tanya Gordon dengan tenang.
"dasar wanita bodoh!" ujar Gordon dengan tertawa.
"bahkan jika keluarga Sitka dan Lewis bersatu pun mereka tetaplah sampah!" ujar Gordon yang menghina dan merendahkan keluarga Dian dan Putri.
Mendengar jawaban itu membuat Dian sangat lemas, bahkan mereka tidak takut terhadap keluarga Sitka dan Lewis.
__ADS_1
"apa sudah selesai berbicara?!" tanya Rizki yang mengejutkan semua orang.
Bahkan Dian yang mendengar itu seakan akan melihat Rizki seperti orang bodoh.
Bagaimana bisa Rizki tetap tenang di bawah tekanan orang seperti Gordon.
Anak buah Gordon pun semuanya merasa bahwa Rizki seperti mengundang malaikat maut untuk membunuhnya secara langsung.
"APA KAU BODOH?!!" tanya Dian yang berteriak kearah Rizki.
"JIKA KAU INGIN MATI MAKA MATILAH JANGAN AJAK KAMI!!" teriak Dian kepada Rizki.
Gordon yang mendengar itu pun tertawa sangat keras.
"kau pemuda yang menarik, pantas jika tuan ku sangat ingin kau mati!" ujar Gordon dengan tertawa.
"siapa tuan mu?!" tanya Rizki kepada Gordon.
"kau tidak perlu tahu, yang jelas dia orang yang sangat berkuasa dan kuat!" jawab Gordon kepada Rizki.
"kenapa kau tidak ingin memberi tahu aku dahulu sebelum kau membunuh ku?!" pancing Rizki yang penasaran.
"kau benar, baiklah aku akan memberi tahu mu!" ujar Gordon dengan tertawa.
"dia adalah tuan Luis Braga!" ujar Gordon kepada Rizki.
Rizki yang mendengar nama itu pun sedikit mengerutkan keningnya.
Gordon dan anak buahnya yang melihat ekspresi Rizki pun menjadi tertawa.
"apa kau takut sekarang, bahkan Bagas Saputra pun tidak akan berani kepada tuan kami!" ujar Gordon dengan tertawa sangat keras.
"sekarang kau harus berlutut di hadapan kami, maka aku akan membunuh mu dengan cepat!" ujar Gordon yang senang dengan keadaan ini.
Dian yang melihat itu pun menjadi semakin panik dan takut.
Jika Rizki mati, maka Dian dan Putri pun akan terlibat karena sebagai otak dari rencana pembunuhan itu.
Dian pun melihat kearah Rizki dan menyadari bahwa Rizki tersenyum.
__ADS_1
"kenapa dia tersenyum?!" tanya Dian dalam hatinya.