
Sementara itu Rizki masih mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat kuat.
Aura itu sangat kuat dan menakutkan seolah olah Rizki telah melewati banyak pertempuran hebat yang mengancam nyawa.
Bagi Bagas Rizki sangat mirip dengan mendiang kakek dari ibunya yang selalu ingin melindungi orang orang yang sudah dianggap menjadi saudara.
Namun Bagas pun tidak menyangka bahwa kekuatan Rizki bahkan lebih menakutkan di bandingkan dengan mendiang kakeknya dan kakaknya.
"Bagas, kau beruntung kali ini!" ujar pria itu yang menunjuk kearah Bagas.
Namun tiba tiba Rizki sudah muncul dihadapan Pria itu dan melakukan serangan kembali kepada pria itu.
Pria itu pun terkejut dengan serangan itu dan tidak bisa menghindari dengan tepat waktu.
Yang menyebabkan tinju Rizki pun tepat mengenai kepala Pria itu dan membuatnya mati seketika.
Ada ketakutan di hati semua orang yang melihat kekuatan Rizki di depan mata mereka.
"bagaimana bisa dia mengalahkan pria itu sementara saudara Bryan bahkan bukan tandingannya?!" tanya salah seorang penjaga.
"aku juga tidak tahu, tapi yang jelas itu sangat menakutkan!" ujar Penjaga satu lagi.
"benar, aku tidak akan berani berbuat macam macam lagi dengan saudara Rizki!" ujar penjaga itu.
Sementara Dina yang melihat itu pun mendekati Rizki dan mengusap tangan yang berlumuran darah itu tanpa ragu.
Dengan terisak Dina membersihkan darah yang ada di tangan Rizki.
Rizki yang mendapatkan perlakuan itu pun seketika berangsur menjadi tenang.
"apa yang kau lakukan Dina?!" tanya Rizki dengan pelan.
Namun Dina diam saja dan terus membersihkan darah yang berada di lengan Rizki.
Rizki yang melihat itu pun hanya tersenyum dan diam saja.
__ADS_1
"maafkan aku yah!" ujar Rizki yang mengusap rambut Dina.
Tiba tiba Bagas datang membawa perlengkapan pertolongan pertama kearah Dina dan Rizki.
"ini bersihkan dengan ini!" ujar Bagas kepada Dina.
Dina yang melihat itupun segera mengambil kotak itu.
"segera bersihkan tempat ini dan bawa Bryan ke rumah sakit!" perintah Bagas kepada bawahannya.
Setelah itu Bagas pun menatap Rizki.
"Rizki, aku ingin mengungkapkan semuanya kepadamu!" ujar Bagas kepada Rizki.
"apa aku harus pergi?!" tanya Dina kepada Rizki dan Bagas.
"tidak perlu, bukankah kau sedang mengobati aku?!" tanya Rizki dengan tenang.
Bagas yang melihat itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah keponakannya itu.
"aku adalah adik dari mendiang ayahmu, namaku adalah Bagas Saputra!" ujar Bagas menjelaskan.
"jadi kau adalah keponakan ku!" ujar Bagas dengan tenang.
"lalu tentang tragedi yang terjadi di kota Grozz yang menyebabkan kematian kedua orang tuamu!" ucap Bagas yang ragu.
"Tidak apa paman, Dina ini adalah sahabatku jadi dia tidak akan menyebarkan berita tentang aku begitu saja!" ujar Rizki yang melihat keraguan Bagas.
"baiklah, kematian kedua orang tuamu saat itu terjadi karena dua hal!" ujar Bagas menjelaskan.
"pertama, kematian mereka terjadi karena rencana dari seseorang dari keluarga kuat di selatan!" ucap Bagas dengan tenang.
"kedua, kematian mereka terjadi karena ayahmu yang sedang mencari keberadaan keluarga Werd!" ujar Bagas yang masih menjelaskan kepada Rizki.
Setelah itu Bagas pun menceritakan semua rahasia yang ada di keluarga Saputra kepada Rizki.
__ADS_1
Bagas pun memberikan beberapa bukti yang berhasil dikumpulkan oleh bawahannya kepada Rizki.
Termasuk surat dari mendiang ibunda Rizki yaitu Amelia Diah Tantra.
"paman, apa ada orang lain yang bisa memberikan informasi yang berhubungan dengan semua ini!" tanya Rizki kepada Bagas.
"ada satu orang di kota ini, namun aku tidak tahu dia ingin memberitahunya atau tidak!" ujar Bagas kepada Rizki.
"Dina apa kau sudah selesai?!" tanya Bagas dengan ramah.
"sudah selesai, baiklah aku pergi dulu!" ujar Dina yang pergi meninggalkan Rizki dan Bagas berdua.
"jika kau ingin tahu, kau harus pergi menemui tuan Renan di restoran Everest!" ujar Bagas kepada Rizki.
Namun dari semua cerita Bagas, Rizki masih merasa ada sesuatu yang mengganjal dari cerita itu.
Seolah olah ada beberapa informasi yang belum berhasil di dapatkan oleh Bagas.
"baiklah paman, terimakasih atas informasi itu!" ujar Rizki kepada Bagas.
"aku senang bahwa faktanya aku masih memiliki keluarga!" ucap Rizki yang senang.
"semoga aku bisa memberi kontribusi dengan baik, sebagai bagian dari keluarga Saputra!" tambah Rizki yang tersenyum kearah Bagas.
"saat ini jangan lagi sungkan meminta bantuan kepada keluargamu sendiri!" ujar Bagas kepada Rizki.
"baiklah, aku tidak akan sungkan lagi!" balas Rizki dengan tersenyum.
...****************...
Sementara itu tuan Renan saat ini sedang dalam suasana yang sangat senang.
"tidak ku sangka jika keluarga Saputra masih memiliki seseorang selain Bagas!" ujar tuan Renan kepada Master Rey.
"apa kita harus membunuhnya?!" tanya Master Rey kepada tuan Renan.
__ADS_1
"tidak perlu, sebaliknya kita harus mengundangnya!" ujar tuan Renan yang seperti merencanakan sesuatu kepada Rizki.