Penguasa Culun

Penguasa Culun
Tamu Di Kota Nozel


__ADS_3

Sementara itu di pinggir jalan, tepat di tugu perbatasan antara Kota Nozel dan Kota Castle Rock.


Ada lima puluh dua orang yang terlihat seperti anjing mati tergeletak di pinggir jalan.


Tidak ada satu pun orang yang berani menolong mereka.


Semua orang takut mereka mencoba menipu dengan berpura pura di pukuli atau korban tabrak lari.


Tidak jauh dari sana, di dalam sebuah mobil hitam duduk seorang pria dengan wajah muram, dia adalah Tommy Price.


Dia tidak pergi sama sekali dari kota Nozel, dia hanya bersiap untuk menyelamatkan Rizki dan keluarga Saputra dari Julian Dexter.


Tapi dia tidak menyangka jika Rizki dan pengawal keluarga Saputra dapat menyelesaikannya dengan cepat.


Bahkan sebelum Tommy Price turun tangan mengatasinya.


Faktanya, Julian Dexter dan seluruh anak buahnya bahkan di pukuli dengan sangat buruk oleh Rizki dan pengawal keluarga Saputra.


Tommy Price melihat semua kejadian dimana Julian Dexter di pukuli dari awal dan dia tidak menyangkanya !


"Tuan Muda Price, apa yang akan kita lakukan sekarang?!" Tanya bawahannya kepada Tommy Price.


Bawahannya juga tidak menyangka jika semua prediksi dari Tuan Muda Price akan meleset.


Hal ini benar benar membuat mereka terkejut, karena rencana dari Tommy Price belum pernah meleset.


"Kirim Tuan Muda Dexter kembali ke Castle Rock!" Ujar Tommy Price dengan dingin.


Tommy Price menatap dengan tajam kearah sebuah foto yang dia pegang.


"Sepertinya dia belum di tekan dengan kuat!" Ujar Tommy Price dengan pelan.


"Aku sudah meremehkannya, tapi sekarang dia lebih menarik dari sebelumnya!" Ujar Tommy Price dengan tertawa.


Dia segera memerintahkan orang untuk mengirim Julian Dexter ke Castle Rock.


Tapi mereka membiarkan Tuan Waze dan anak buahnya tetap berbaring di sana seperti seorang tunawisma.


Mereka tidak bisa bergerak dan hanya bisa mengerang karena kesakitan.

__ADS_1


Mereka benar benar terlihat seperti tunawisma di pinggir jalan yang berpakaian sedikit rapih.


***


Sementara itu di rumah sakit Kota Nozel, Bagas masih terbaring dengan tangan yang patah.


Meskipun terlihat baik baik saja, nyatanya luka yang dialami Bagas semua merupakan luka dalam.


Tidak lama kemudian Bagas membuka matanya dengan perlahan.


"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?!" Tanya Bagas dengan pelan.


"Hei apa kau sudah sadar?!" Tanya Tuan David dengan cemas.


"Tunggu sebentar aku akan panggilkan dokter!" Ujar Tuan David yang segera menekan tombol di sebelah tempat tidur Bagas.


Tidak lama kemudian Dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Bagas.


Tuan David terpaksa harus keluar untuk memberikan ruang untuk Dokter dan perawat itu.


"Tuan David, apa yang terjadi? Mengapa kau di luar?!" Tanya Rizki yang datang bersama Novi.


"Tidak tidak, Bagas tadi telah sadarkan diri dan aku memanggil Dokter untuk memeriksa keadaannya!" Ujar Tuan David menjelaskan.


"Wah syukurlah, Rizki paman mu telah sadarkan diri!" Ujar Novi kepada Rizki.


Rizki hanya membalas dengan tersenyum dan sedikit mengangguk.


Tidak lama kemudian Dokter dan perawat itu pun keluar.


Mereka menjelaskan tentang kondisi Bagas yang sepertinya perlu istirahat untuk memulihkan kondisinya.


Namun Dokter itu menyarankan agar, Bagas jangan sampai memikirkan sesuatu yang berat.


Karena akan berdampak kepada pemulihannya.


Rizki yang mendengar hal itu pun hanya mengangguk.


Setelah itu, Dokter itu pun pergi menjauh dan membiarkan Rizki, Tuan David dan Novi masuk untuk melihat keadaan Bagas.

__ADS_1


"Hey paman, apa kau sudah tidak apa apa?!" Tanya Rizki kepada Bagas.


"Kau jangan khawatir, aku sudah melalui masa kritis ku!" Ujar Bagas dengan tersenyum.


"Aku tidak tahu, bagaimana jadinya jika aku kehilangan mu!" Ujar Rizki kepada Bagas.


"Aku sudah berjanji kepada mendiang kakak ku, akan selalu melindungi mu!" Ujar Bagas dengan tenang.


"Tuan David, tolong bimbing Rizki dalam menjalankan sebuah usaha!" Pinta Bagas kepada Tuan David.


"Baiklah, aku akan mengajarinya!" Ujar Tuan David dengan tersenyum.


"Rizki kau harus belajar semuanya, karena kau adalah pewaris tunggal!" Ujar Bagas kepada Rizki.


"Baik paman, aku akan mengikuti semua perintahmu!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Rizki kau bisa pergi untuk belajar dengan ayahku!" Ujar Novi kepada Rizki.


"Biar aku yang menjaga paman mu disini, lagi pula bukankah sebentar lagi kau akan lulus dari Universitas!" Ujar Novi dengan tersenyum.


"Baiklah, terimakasih atas bantuanmu!" Ujar Rizki kepada Novi.


Tuan David yang melihat itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Setelah itu mereka berdua pun pergi menuju Perusahaan Saputra untuk memulai pelajaran kepada Rizki.


***


Sementara itu, juru bicara baru yang dikirim oleh Tuan Forst telah tiba di Kota Nozel.


Pria yang datang kali ini terlihat sangat biasa dan tidak ada yang memperhatikannya dengan jelas di tengah keramaian.


Dia datang sendirian dan langsung berjalan masuk ke Restoran Everest.


Tentu saja, Tuan Renan tahu jika waktu ini akan segera tiba cepat atau lambat.


Tapi dia terkejut dengan penjelasan dari Pria itu.


"Tuan Forst tidak marah, dia hanya sedikit kecewa karena tindakan mu!" Ujar Pria itu dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2